Marigold (Kasih Yang Berujung)

Marigold (Kasih Yang Berujung)
Kenapa dengan Putri?


__ADS_3

“Ada apa ini Kak? Kenapa rame sekali kamar kita? Dan kenapa Mba putri menangis gitu?” tanya Dira panik pada Nina yang tidak jauh dari pintu kamar mereka.


“Ngga ada apa-apa, nanti Kakak ceritain, tapi tidak di sini ya.” jawab Nina.


Dira yang peka dengan kondisi saat ini berusaha untuk tetap tenang. Hingga beberapa saat, teman-teman lain kembali ke kamarnya masing-masing. Tinggalah Dira, Zahra, Nina, Putri dan Amel CS yang masih di kamar itu. Amel CS terus memperhatikan Dira dengan tatapan yang sulit diartikan, namun Dira hanya menaggapinya biasa. Orang cantik mah jadi pusat perhatian, begitulah gumam Dira narsis dalam hatinya.


Putri yang berada dalam dekapan Zahra tampak sudah mulai tenang. Nina dan Dira saling pandang dan Nina terlebih dahulu jalan keluar kamar. Amel CS juga sudah pergi entah kemana. Dira yang paham dengan isyarat Nina pun mengikutinya, tidak lupa menutup pintunya.


Sedikit menjauh dari depan kamar, Nina dan Dira duduk berhadapan. Nina mulai bercerita tentang apa yang terjadi saat ini.


“Kamu tau Dir?” ucap Nina pertama kali yang langsung dipotong oleh kebawelan Dira.


“Ya ngga taulah Kak, makanya ini cepetan Kak Nina cerita, ada apa tadi? Kenapa Mba Putri ketakutan gitu? Kenapa pada kumpul di kamar kita? Apa hupp..” celotehan Dira berhenti karena Nina yang membekap mulut Dira, jika tidak demikian maka akan dipastikan jika Dira akan terus nyerocos kaya beo.


“Hust, kamu diem dulu deh Dir. Kebiasaan, orang Kak Nina belum selesai bicara juga,” omel Nina yang hanya ditanggapi cengiran oleh Dira.


“Hehe maaf Kakakku yang comel, terus kenapa, Kak?” tanya Dira dengan nada serius.


Sebelum menjawab, Nina menghembuskan nafasanya kasar.


“Jadi gini ceritanya..” Nina mulai menceritakan tentang kejadian hari ini dan apa yang menimpa teman sekamarnya.


Flashback On


Di kamar hanya ada Nina, kebetulan hari ini adalah hari persiapan untuk Nina dan Zahra sebelum KKN. Karena urusan Nina sudah selesai, maka dia pun mengistirahatkan badannya di kamar. Tiba-tiba, Putri datang dengan wajah yang menunduk dan langsung merebahkan badannya.


Nina yang sudah biasa dengan sikap putri yang pendiam itu merasa biasa saja. Namun kali ini cukup berbeda, tidak ada salam atau sekedar basa-basi seperti biasanya. Nina pun tidak menanggapi serius hal tersebut. Namun beberapa menit kemudian, tiba-tiba Putri menjerit dan berteriak “Minggir-minggir! Minggir! jangan sentuh Putri!”

__ADS_1


Nina yang kaget langsung menghampiri putri dan berusaha menenangkannya. Namun Putri justru makin histeris, rancauannya semakin menjadi.


“Putri, put ini akau Nina. Sadar put, istighfar Ya Allah,” ujar Nina yang juga panik dengan keadaan putri.


“Kak Nina tolong putri Kak. Tolong usir mereka, Putri engga mau Kak, putri engga mau!" Ucap Putri dengan suara yang masih terisak.


Hal itu membuat teman-teman kamar sebelah maupun kamar bawah berhambur ke kamar Nina CS.


“Putri kenapa Nin?” tanya teman lainnya.


“Ngga tahu, tiba-tiba kaya gini. Tolong lapor ke pengurus biar disowankan ke Ummah.” pinta Nina sembari terus memeluk Putri yang semakin memberontak.


Beberapa teman berusaha untuk membantu Nina, ada yang memegang kaki dan tangan putri. Putri semakin histeris dengan banyaknya orang yang datang.


“Kak, usir mereka Kak. Pergi! Pergi kalian, pergi!” Putri terus meronta hingga membuat Nina dan yang lainnya kewalahan.


Dan Alhamdulillah Putri tidak sehisteris tadi, dia mulai tenang walau masih terisak dalam dekapan Nina.


“Putri masih suci Ayah.” lirih Putri yang masih didengar jelas oleh Nina dan kemungkinan hanya dia yang mendengarkannya.


Nina kaget dan terus bertanya pada diri sendiri, sebenarnya apa yang terjadi dengan Putri? Kenapa bisa seperti ini? Apa tadi katanya, masih suci maksudnya gimana? Batin Nina yang ikut panik, pikirannya kemana-mana saat ini.


Zahra yang melihat Nina kelelahan berinisiatif untuk menggantikan posisi Nina. Ninapun bangkit dari duduknya dan mengambil air minum. Amel pun ada, namun dia hanya melihat saja.


Satu-persatu teman-temannya kembali ke kamar masing-masing mengingat kondisi Putri yang justru semakin ketakutan melihat banyak orang. Zahra terus saja berusaha menenangkan Putri dengan membisikan kalimat Thayyibah” dan nasehat yang menenangkan.


Flashback Off

__ADS_1


......................


“Jadi gitu ceritanya Dir,” ucap Nina setelah menyelesaikan ceritanya. Dia percaya dengan Dira sahabat unyilnya itu yang tidak mungkin membeberkan pada orang lain tentang apa yang didengarnya, sehingga dia memutuskan untuk menceritakan semuanya. Dia yakin, ada seseuatu yang mengganjal didiri Putri saat ini.


“Atau mungkin Mba Putri tertekan kali ya Kak, makanya dia banyak diem gitu?” tanya Dira.


“Kakak juga engga tahu, mungkin iya mungkin engga. Dari Kakak di sini, pembawaan dia memang pendiam gitu Dir. Mungkin kalau sudah tenang nanti, kita bisa tanya dari hati ke hati. Zahra juga nanti Kakak beri tahu, tapi tidak dengan si tukang nyinyir hehe.” Dira pun ikut terkekeh dengar ucapan terakhir Nina.


Mereka pun kembali ke dalam kamar. Putri sudah tertidur dan Zahra tengah membereskan kekacauan yang sempat terjadi. Setelah itu, Nina, Zahra dan Dira mengobrol sembari mencari solusi atas masalah yang dialami Putri. Bukan mau ikut campur, namun sebagai teman tidak ada salahnya untuk membantu teman yang lainnya, selagi itu tidak merugikan siapapun dan Putri ridho berbagai kisahnya dengan teman-temannya itu.


“Bagaimana menurut Kak Zahra?' Tanya Dira pada Zahra.


“Untuk saat ini, Kakak belum punya solusi apapun Dir. Kita tunggu sampai Putri dalam keadaan yang lebih baik. Itupun kalau Putri mau berbagai cerita dengan kita. Kalau pun tidak, maka kita tidak bisa memaksakannya. Mengingat cerita Nina tadi, hal itu sepertinya masalah yang sensitif,” jawab Zahra dengan bijaksana.


“Kamu benar Zah. Biarkan Putri tenang dulu dan nanti setelah dia bangun, usahakan untuk terlihat biasa saja, agar Putri juga tidak merasa malu atau canggung,” tambah Nina.


“Baiklah Kak, kalau gitu Dira mau ke kantor pengurus dulu. Dira mau memberikan surat izin yang sudah disetujui Ummah.” Zahra dan Nina hanya mengangguk sebagai jawaban, karena sudah tahu dengan alasan izin Dira itu.


Dira bergegas ke kantor pengurus untuk menyelesaikan perizinan beberapa harinya. Dengan izin, maka dia tidak perlu mendapatkan takziran karena dianggap minggat.


Jika di pesantren, tidak kembali ke pesantren melebihi batas yang ditentukan dianggap minggat atau kabur. Jika demikian, maka harus melaksanakan takziran dari pengurus keamanan. Takzirannyapun beragam, semakin lama, maka semakin lama pula takziran yang harus dijalani.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


catatan


Kalimat Tayyibah adalah kalimat yang mengandung makna bagus seperti Subhanallah, Alhamdulillah dan lain sebagainnya.

__ADS_1


__ADS_2