Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Di Tuduh Mencuri


__ADS_3

Bangunan mewah, di dominasi berwarna gold itu, membuat kehidupan Bimo berubah drastis. Biasanya ia tinggal di bilik kayu, dengan jalanan becek, dan atap yang sering berterpa angin yang menggoyang seng atap dinding rumah kecilnya, bahkan kerap sekali kebocoran, Bimo sering tidur dengan setengah basah kuyup dan baju lembab, ketika ia berangkat bekerja, namun kali ini ia cukup ternganga akan tempat yang ia tinggali mirip istana.


Namun janjinya pada seorang pria yang pernah ia tolong, untuk mau menikah dengan cucu kesayangannya yang baik, dan jadilah Bimo Setiawan menjadi bagian keluarga tuan An.


"Bimo ..."


Teriakan menggema se'ruangan itu, membuat Bimo kembali ke arah ruang tamu. Dimana ia dapati sang mertua, yang sedang menonton tv dengan penutup mata mentimun, mungkin mama mertuanya terbangun dari kursi pijatnya.


"Iya mama. Ada apa ..?"


"Hah, kau ini. Apa tidak punya kerjaan lain apa, selain penjaga toko beras. Kau panggul beras, sejauh itu berjalan kaki, kau tahu banyak rekan teman arisanku jika tahu kau menantuku, mau taro dimana wajah ku ini Hah." nada kesal Emily.


"Maaf, jika kedatangan Bimo membuat malu. Tapi saya dan pekerjaan saya itu halal mama."


"Halal .. halal ... halal segala. Tolong bawain air cuci kaki, baskom biru besar. Sekaligus tolong kamu bawakan handuk kaki ya! ditempat biasa, satu lagi. Awas kamu nampak muka. Dan Jangan panggil aku mama mertua, dan detik ini, panggil nyonya Emily!"


"Ya mama, Eh nyonya Emily."


Bimo nampak sabar, dan berlalu ke arah dapur kamar tamu, dimana handuk dan baskom ia angkat. Lalu berlari ke ruang tamu kedua, dengan jarak sepuluh kilo. Hal itu membuat Emily kesal menunggu lama.


"Haduh gila! lambat banget sih kamu ini!" teriak Emily menoyor kepala Bimo yang lelet.


Alexa dari arah lain, nampak pulang bekerja, ia mendapati istrinya kelelahan. Dimana saat itu, Bimo hampiri dan memberikan satu gelas setelah datang dari pintu masuk.


"Kamu.. kenapa kamu yang bawakan ini? ada apa sih mah, dari luar kok kayak ribut ribut?"


"Biasa, pasanganmu itu enggak bisa di andelin. Muak mama lama lama lihatnya." ujar sang mama, membuat Alexa tertegun.


Dan saat Bimo mengekor ke kamar, dimana Alexa terlihat menerima panggilan telepon. Dimana suara lantang, senyuman itu membuat Bimo tidak bisa berkedip satu kali pun.


Krek!! suara pintu kamar.


Alexa nampak menoleh, dan saat itu juga ia mendekat ke arah Bimo setelah meletakkan ponselnya.


"Kamu sudah makan?"


Bimo pun menggeleng.


"Ya ampun, kalau begitu kita bagi dua. Aku beri garis di tengah piring ini ya! kamu sebelah sini, aku sebelah sini." senyum Bimo, nampak ia harus bersabar, jika dirinya selevel mungkin saat ini, Alexa lah yang mempersiapkan semuanya.


'Ah, mimpi yang terlalu tinggi, jika Bimo berharap saat ini kaya raya, dan Alexa hanya bertugas mengurusinya saja.' batin Bimo.


"Aku pamit, karena pekerjaan di bawah masih banyak." lirih Bimo.

__ADS_1


"Tolong lupakan kata kasar mama setiap hari. Tutup pintunya, sebaiknya kamu menurut perintah mama." ujar Alexa dengan wajah dingin dan bodohnya Bimo mengiyakan.


Setelah berberapa jam membersihkan gudang, Bimo nampak ingin masuk ke lantai atas untuk membersihkan diri, namun siapa sangka ia mendapat perlakuan buruk dari iparnya.


Braagh!!


Sepeda roda dua berwarna silver di dorong hingga rusak, oleh mobil.


"Lho, kenapa anda menabraknya?" tanya Bimo, kaget.


“Sepeda jelek ini mengganggu mobil pemilik mansion, kau harusnya sadar. Tidak boleh barang jelek parkir disini!" teriak Robi menantang Bimo, seolah memancing amarah.


“Robi? Kau kenapa begitu membenciku .. Bukankah kita harusnya masing masing tidak mengganggu, bahkan aku tidak pernah mengusik kehidupanmu dengan wani ..?"


Sssst ...


"Berisik kau miskin."


Bimo saat itu, mengenali siapa pria pemilik mobil tersebut. Sebagai anak dari pemilik hotel dan catering daily dan lima perusahaan minyak.


Bugh!!


Kaki Bimo di tendang oleh Robi, hingga Bimo terjatuh saat itu juga.


“Sakit ... hahaha .. Apa? Kau tidak terima? Kalau begitu sini maju pria miskin menyedihkan, kenapa hanya diam? Benar seperti itu, tetaplah diam dan terima saja semuanya karena memang itu yang tidak memiliki apa-apa dapat di lakukan. Karena kau pantas diperlakukan seperti ini, karena kau itu M-I-S-K-I-N."


Robi sebelum melengos memasuki mansion, meninggalkan Bimo seorang diri di sana nampak mengepal tangan, dimana saat itu juga Alexa datang menghampiri.


"Bimo kau kenapa lagi, apa kamu buat keributan lagi?"


"Alexa sejak kapan kamu disini? aku tidak buat keributan. Sejak tadi .." Bimo coba menjelaskan namun berhenti.


"Sudahlah aku sudah tahu semuanya, lagi pula aku malas mendengar penjelasan berulang. Aku beri kamu pemahaman, peraturan di mansion ini. Kau tidak boleh membuat keributan, lekas masuk lewat pintu belakang! setelah selesai membersihkan halaman rumah, masuk lah ke kamarmu. Jangan masuk ke kamarku ya!" teriak Alexa, membuat Bimo seolah ditertawakan.


"Dasar pria menumpang hidup, sudah bagus kau jadi pesuruh tukang kebun. Hahaha." ledek Robi melihat Bimo pergi.


Bimo yang kepalang jatuh cinta pada wajah istrinya, ia bertekad akan membahagiakan Alexa dan membuat Alexa tahu, jika dirinya tulus dan bertaruh segala hal untuk kebahagiaannya, dan merubah hidupnya entah dengan cara apapun.


Dan satu jam kemudian :


Tok ..


Tok ..

__ADS_1


"Masuklah!"


"Aku minta maaf, membuat keributan. Aku buat nasi goreng malam ini, makanlah jangan kerja terus!"


Bimo memberikan pada Alexa, yang saat ini tengah mengetik di laptop. Membuat Alexa kasihan sebenarnya, tapi belum Alexa membalas dan piring di raih dari tangan Bimo. Seseorang datang membuat Alexa juga kaget.


Praang!!


"Jangan dimakan, pasti ada racun. Dasar pencuri kau!" teriak Emily, melempar piring berisi nasi goreng, hal itu membuat Bimo melotot menahan amarah.


"Mama ada apa ini?"


"Mama .. aku bukan mama kamu selagi kamu masih bersama si miskin ini. Alexa! cepat kembalikan berlian 5,5 karat CVD mama, pria itu kan yang ambil kotak perhiasan mama warna biru, satu set perhiasan berlian mama termahal dari eropa?" teriak Emily, sang mama membuat Alexa kebingungan.


"Ah, ini dia rupanya. Menantu miskin! kau kan yang mencuri. Jika kau tidak kembalikan pada Ku, maka penjara adalah hal tepat untuk kalian berdua!"


Deg.


"Bimo mencuri perhiasan mama?"


"Iya, siapa lagi kalau bukan pria miskin ini. Dan kamu Alexa, masih percaya dengan pria wajah lugu ini, kamu masih tidak mau dengar kata kata mama, tidak perlu tunggu kakek. Ceraikan pencuri ini, mama udah ga mau lihat dia lagi malam ini!" teriak Emily, membuat Alexa bergetar bingung.


"Sejak kamu memilih dan menikah dengan pria miskin ini, bisa saja dia merampok harta keluarga kita. Dan kamu harus lihat, karena batin mama yakin, pria ini pencuri dan penuh siasat bagi keluarga kita. Jadi kamu harus buka mata kamu Alexa! setelah kamu baik, maka perusahaan yang kamu pegang, akan di ambil olehnya itu sudah pasti."


Deg.


"Satpam, ayo geledah kamar ini!" perintahnya, kedua satpam pun hanya menurut.


Dimana Bimo, nampak kaget atas tuduhan mertuanya. Meski Bimo menggeleng kepala, memberi isyarat pada Alexa, jika dia bukan pencuri. Namun sang security berteriak, membuat Bimo kaget bukan main.


"Ketemu Nyonya, ada di tas coklat ini!" teriak Paijo, sang satpam mansion.


"Tas coklat, itu milik Bimo. Bimo kamu benar benar mencuri perhiasan mamaku, apa kamu tidak punya otak, kamu tinggal di mansion ini gratis. Aku tidak sangka, suami pilihan kakek adalah pencuri." telisik Alexa, yang menahan sesak.


"Alexa, aku tidak mencurinya. Percayalah!"


Namun, Bimo nampak lemas. Ketika Alexa menelpon nomor darurat, dan hal itu membuat fatal suasana.


"Halo polisi, tolong datang ke mansion jalan mawar 9B nomor 11. Ada pencuri perhiasan milik mama, saya berhasil menahannya. Tolong bawa dia sekarang pak!" ujar Alexa, menutup telepon saat itu juga.


"Pak Paijo, tahan Bimo, sampai polisi datang!" teriak Alexa, pergi dari kamar nya meninggalkan Bimo yang mematung.


TBC.

__ADS_1


Hello All, ini adalah genre sistem menantu yang Author buat, setelah Pengantar Box Jutawan End, yang author ikuti lomba sesuai tag.


__ADS_2