Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Terjebak Dua Wanita


__ADS_3

'Cih .. benar benar penggoda, bisa bisa wanita itu memakai tank top dan hotpants saat malam tiba, menakutkan bagiku jika itu kamu Alexa. Itu jika kamu pergi .. jelas dia menyukai Bimo.' bisik Kyle, tambah membuat panas Alexa.


Alexa melirik Kyle, memintanya untuk diam. Hal ini membuat Kyle semakin ingin tertawa saja melihat cemburu Alexa.


"Diam lah!" tegas Alexa pada Kyle.


Alexa pun mendekat dan meraih koper Shasa dengan lihai.


"Ayo ikut aku!"


"Baik ... nona."


Namun saat Suster Shasa mengekor, langkah matanya kaget karena bukan ke arah tangga, melainkan pintu keluar mansion ini. Dimana para pekerja berbaju hitam putih menunduk saat mereka lewati.


Sreeeeeeth.


"Pulanglah, kembali ke tempatmu bekerja. Jangan bahagia meski sedikit, aku tahu apa rencanamu." ujar Alexa mengusir halus.


"Anda sangat tidak ramah nona, pantas saja dokter Bimo tidak tertarik pada anda."


"Pergilah, dan jangan harap Bimo tertarik pada suster murahan sepertimu, meski kau orang kepercayaan mas Bimo. Aku yakin topengmu akan segera terbongkar." kembali Alexa menegaskan.


Shasa yang gagal rencananya, ia menghela nafas dan mencoba melawan.


"Baiklah saya akan pergi nona. Tapi sejujurnya saya sangat tertarik dengan dokter saya yang tampan, semakin hari saya selalu lebih lama menemani dan mengekor kegiatan dokter Bimo, jadi kepercayaan nya pun itu sudah anugerah. Akan tetapi melihat sikap nona, sepertinya anda akan tereleminasi jadi Nyonya Bimo .. meski saya menyukai tapi saya tidak berniat sejauh apa yang di pikirkan nona. Permisi ..." senyum Shasa lalu membalikan badan, setelah meraih kopernya.


"Apa maksud kamu ..?"

__ADS_1


Shasa kembali menoleh dan senyum, "Ingat pasien putri salju, dia sedang ada pertemuan. Bukankah anda seharusnya takut pada saingan yang setara .. ah! maaf saya keceplosan, permisi. Sepertinya kandidat putri salju terbaik, ramah meski punya kelainan kulit tidak bisa terkena sinar panas selama lebih dari dua jam. Tapi dia wanita perfect menurut saya."


Shasa senyum dan kembali pergi, ia lalu mengambil ponselnya yang mungkin memberi kabar seseorang saat itu juga. Dimana hal bersamaan Alexa dibuat kesal, lagi lagi nama putri salju, apakah kulitnya sangat putih dan cantik.


'Dia benar benar ingin aku marah, sebaiknya aku pergi menyusul Bimo. Paman Brian pasti tahu.' gerutu Alexa, saat ini yang mencoba menanyakan keberadaan Bimo.


Tanpa pikir panjang, Alexa segera pamit pada orang di rumah. Ia juga tak lupa pamit pada kakek sekaligus membeli obat kakek yang sudah habis, namun bukan tanpa alasan Alexa memberhentikan Taksi, ia pergi segera dengan cepat, untuk memastikan apakah Bimo sedang dengan wanita salju yang sering dibicarakan itu.


Beberapa saat, Di Klinik Bimo yang mengecek kondisi Angel, cukup senang karena merasa Bimo berhasil meracik obat, yang mana obat obatan cocok untuk para pasien nya. Sehingga kali ini Bimo duduk setelah memeriksa Angel.


"Dokter .. kenapa dokter tidak datang makan malam lagi ke rumah. Apa karena ... menolak ku?" sindir Angel.


"Hmm ... begini, kulit nona sudah jauh lebih baik, jadi hanya perlu rutin saja membeli herbal yang di oles ke kulit setiap pagi dan malam, jadi untuk apa saya datang?" tanya Bimo, yang masih menjaga dirinya.


Angel yang memakai rok celana pendek, dengan tank top dan blazer, itu membuat Bimo sedikit gerah, apalagi rasanya ingin sekali ia cepat mengusir pasiennya ini.


"Ehm .. benar juga sih, tapi jika terlambat beberapa jam, dan di antar pak dokter. Papaku pasti tidak masalah, boleh aku disini dulu. Melihat anda meracik herbal untuk ku. Kan aku membelinya, aku ingin tahu bahan bahannya apa saja."


Bimo menelan saliva, menghela nafas berusaha menetralisir pikiran kotor nya saat ini, entah kenapa pasien ini membuat Bimo sedikit ingin pulang dan berendam di kolam pribadinya.


"Angel, ada banyak yang harus saya lakukan. Sebaiknya pulang saja, ayo saya antar sampai ke depan. Nany anda pasti menunggu terlalu lama di depan."


Angel sebal, menepuk bidak atletis bagian depan Bimo, hal itu membuat Bimo tetap menahan saja.


"Dokter jahat, aku akan merajuk dan berteriak jika dokter tidak ke rumah ku malam ini."


Tidak ada pilihan, selain mengiyakan. "Baik, pulanglah! saya akan datang bertemu papa mu juga."

__ADS_1


"Good thanks."


Bimo berhasil membujuk pasien putri salju yang mengambil tasnya, menuju pintu keluar. Namun saat Bimo akan membuka, tak sengaja Angel keseleo dan meraih bahu Bimo, sehingga Bimo menahan dan terbuka pintu klinik ruangannya.


Kreek ..


Alexa bersamaan membuka pintu ruangan kerja Bimo, dimana ia juga melihat aksi Bimo dimana wanita seksi membelakangi, yang seolah memeluk Bimo di depannya.


Deg.


"Mas Bimo .. kamu di ruangan ini bukan memeriksa pasien?" lirih Alexa sedikit kesal melihat wanita itu memeluk Bimo, bodohnya Bimo juga merasa diam senang.


"A-Alexa .. kenapa kau disini?" tanya Bimo.


Angel pun mencoba menoleh, hal itu terlihat wajah Angel di depan mata Alexa yang amat dekat, sehingga tatapan mata Bimo, Alexa dan Angel saling beradu gantian melirik.


"Dokter tampan siapa dia, .. ?" tanya Angel.


Bimo diam, masih melihat Alexa yang diam saat itu, apalagi Alexa pun membalikkan badan dan pergi begitu saja.


Akan tetapi Angel tak mau diam, dan tak perduli dengan ekspresi dokter yang ia sukai ini.


"Dokter jangan lupa nanti malam ya. Bye ..." senyum Angel, melambai tangan ke arah Bimo.


Angel yang pergi dengan seorang Nany, yang memayunginya. Melewati batas langkah Alexa, yang kala itu saling melirik. Begitu kesalnya Alexa, atas apa yang ia lihat saat ini begitu menyakitkan hatinya, terlebih acuh dan cuek Bimo benar benar kebangetan.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2