Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Sadarnya Kakek


__ADS_3

Tidak ada yang tidak mungkin, maka itulah yang Bimo rasakan dirinya merasa beruntung. Sebab kelahiran keduanya kini kembali membuatnya bersemangat. Bukan karena dirinya saat ini adalah pewaris, yang mana sudah tahu dirinya tidak perlu bekerja pun, ia tetap menjadi kaya. Melainkan profesi saat ini Bimo menjadi dokter Ajaib.


Biasanya dokter tidak akan sepertinya, dimana sama sama berpakaian kedokteran dan alat kesehatan dalam merawat pasien dan mengecek keadaan pasien setiap harinya, namun bukan tanpa alasan ia memiliki mata yang tajam, dan kontak mata yang sempurna dengan bantuan sistem, dimana mudah memeriksa sang pasien, dan tahu gejala penyakitnya berada di titik mana yang terparah.


Hanya saja tugas Bimo adalah mencari ramuan obat sebagai resep obat, dimana setelah membuka Klinik janjinya ingin selalu menyembuhkan orang banyak terutama orang orang terdekat yang ia sayangi, dimana ramuan obat herbal dari beberapa gingseng dan tanaman hutan liar yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit langka, hal itu ia uji coba dari segala hal untuk menyembuhkan kakek An. 


Setelah rasa sampai di klinik, Bimo segera melangkah keberadaan ruangan sang kakek. Dimana sudah ada Shasha yang menyapa dengan penuh senyuman.


"Bagaimana, dengan keadaan Kakek?"


"Silahkan dok!" senyum Shasa mempersilahkan Bimo untuk mengecek lebih lanjut.

__ADS_1


Bimo nampak bersemangat kali ini, sehingga dalam sekejap mengecek keadaan Kakek, ia membuka mata dan menggerakkan kedua tangannya. Hal itu membuat Bimo nampak bahagia bukan main.


'Kakek .. Jika kakek merasa baik, cukup kedipkan kedua mata!'


"Aku bahagia kakek sembuh dari koma, apakah kakek bahagia, apa yang sedikit sakit saat ini Kek?"


Kedipan mata Ansara, menatap intens pada Bimo. Sehingga kedua mata ia kedipkan tanda ia sadar dari koma dengan bahagia, apalagi melihat Bimo kini memakai pakaian dokter.


'Bimo .. aku bangga padamu, kamu berhasil menjadi dirimu! di saat orang tahu dirinya kaya, mereka akan menerima hasil tampa berusaha payah, dan kau memilih jadi dokter yang jelas anak perusahaan minyak, tambang dan properti lain tinggal kau nikmati saja, kenapa kau jadi dokter ..?"


"Kau memang terbaik cucuku. Maaf, kau pasti cukup terkejut saat semuanya tahu, kakek banyak merahasiakan kamu selama ini."

__ADS_1


"Aku awalnya terkejut Kek! tapi kali ini aku tahu, kenapa kakek melindungiku. Merahasiakan semuanya dari orang lain, jika aku adalah cucumu. Andai ayah ada disini, mungkin Kakek akan melihat dua pria yang keren bukan?"


Ansara tertawa, adanya Bimo memang mengingatkan dirinya pada Hero sang putra, namun karena beberapa kejadian pelik, membuat ia berpisah sebentar dengan cucunya yang hilang, hanya beberapa saat ia menemukan Bimo di rawat sang supir, maka diam diam ia meminta supir merahasiakan identitasnya, semata ingin tahu dalang kematian putranya, apakah campur tangan ke iri an dari anak angkat yang lain yang mencelakai, bahkan media tidak bagus saat itu jika Bimo yang masih kecil, tahu ayahnya mati karena di arak sebuah fitnah.


Bimo pun dalam beberapa saat membawakan sup, dan buah buahan. Ia memotong setiap buah, agar sang kakek bisa nafsu untuk kembali sehat seperti sedia kala, setelah sadar dari koma dan sakitnya.


"Bimo .. kemana Alexa? apa yang kamu lakukan selama kakek tak ada ...?" tanya Kakek, setelah memakan potongan buah dari tangan Bimo.


Deg.


Terdiam Bimo kali ini, hal itu membuat ia senyum dan meraih benda pipih itu dari kantongnya, berusaha hubungi seseorang.

__ADS_1


TBC.


 


__ADS_2