
Pandangan Bimo nampak kagum, setelah putri Angel turun dari anak tangga dan sampailah Astra mempersilahkan duduk putrinya.
"Bagaimana? Dokter Bimo, anda kagum?"
"Hah .. kagum .. ya! Warna gaun itu sangat pas membuat kulit sangat cerah. Putri anda pak, benar benar mirip putri salju. Saya kira dongeng saja, tapi dunia nyata benar ada."
"Terimakasih atas pujiannya dokter Bimo, ah ya. Racikan obat itu amat manjur, lihat saja satu kali oles, warna memar menjadi pink dan sempurna seperti diri ini tidak sakit."
"Syukurlah kalau begitu, semoga proses semakin baik, sesuai yang anda inginkan."
"Benar dokter, saya ingin keluar rumah layaknya wanita pada umumnya, makan di luar restoran, mall berbelanja. Benarkan papa?" lirik Angel pada papanya.
"Hahaha, ya benar putriku. Ayo kita makan dulu, dokter jangan sungkan. Ayo kita makan saat ini! kita terlalu banyak bicara."
Bimo merasa sungkan, akan tetapi kini ia benar benar makan di tempat keluarga pasien pertama kalinya, benar benar hal yang membuat Bimo rasa tidak enak pada orang di rumah.
Beberapa jam makan malam, setelah itu berbincang. Bimo yang ingin mengelap dengan tisue ke mulutnya, tercengang saat pertanyaan Angel padanya.
"Dokter Bimo, apa sudah menikah atau punya pacar?"
Deg.
Ehm .. Uhuuuk … Uhuuuk.
__ADS_1
"Maaf dokter saya lancang."
Bimo yang melihat sopannya Angel saat itu melirik tuan Astra yang nampak sekali ingin tahu jawabannya.
"Sangat rumit, bisa dikatakan karena kesibukan." ujar Bimo, yang dirinya juga bingung sebenarnya.
"Ahaha .. kalau begitu, bagaimana putri saya dokter Bimo, sepertinya putri saya tertarik pada dokter tampan seperti anda."
"Ah, pa Astra berlebihan. Saya terlalu sibuk, bisa dikatakan sudah menikah tapi seperti tidak menikah, apa tidak masalah .. lagi pula, kesibukan saya pasti membuat wanita enggan dan bosan."
Mendengar hal itu, Angel penasaran atas pernyataan Bimo, sehingga ia senyum dan berkata.
"Tidak perduli bagaimana dokter Bimo pernah menikah, jika benar! Bagaimana pasien anda melamar saat ini .. bukankah cocok iya kan papa. Pasien tidak akan jenuh, hanya wanita tidak tahu malu, jika menyianyiakan pria hanya kerena kesibukan." senyuman Angel, membuat Astra tertawa.
Bahkan kini Bimo jadi malu tersipu dan mengalihkan pembicaraan lain soal racikan obat yang ia buat.
'Apa aku terlalu tampan, sehingga pasien melamar terang terangan. Hal mustahil jika aku menikahi putri salju itu, aku sudah menikah."
"Tapi anda tadi tidak bilang sudah menikah Tuan! Sehingga gadis itu berharap.' ujar Sistem membuat Bimo kaget yang saat itu sedang menyetir.
Benar juga, harusnya ia bilang sudah menikah dan bahagia, tapi itu berbohong.
Di mansion, terlihat sekali saat Bimo sampai, ia melihat Alexa di sofa tertidur. Melupakan keberadaan Alexa disana, Bimo yang sudah lelah ia melewatinya, namun setelah di ujung tangga seorang pria berbicara.
__ADS_1
"Kamu tidak meminta istrimu sekamar Bimo, dari kapan?"
Bimo menoleh, sehingga saat itu Bimo menunduk pada kakeknya saat ini.
"Kakek kenapa belum tidur?"
"Jawab pertanyaan kakek Bimo!"
"Kakek ayo Bimo antar ke kamar, kesehatan kakek maaf Bimo tidak tepat waktu."
Bimo tak lupa untuk meminta sang kakek untuk tidak memikirkan hal berat, sebab dirinya juga tidak memikirkan hal ke arah yang serius.
"Bagaimana hubungan kamu dengan Alexa nak? Kakek .. hanya terlalu sepi di mansion besar ini, kamu perlu penerus. Ambil langkah yang baik, hubungan pribadi harus ditegaskan. Jika kamu tidak ingin Alexa, maka carilah wanita untuk mengatur kehidupan mu lebih berwarna."
"Kakek! Bisnis sudah cukup melelahkan, bukankah Alexa juga tidak menyukai menjadi istri Bimo sejak awal, jadi biarkan bagaimana air mengalir. Jika Alexa tidak siap menjadi istri Bimo, kakek tahu putri pak Astra. Hahaha .. dia melamar Bimo, aaih! Benar benar pria sok sibuk, bagaimana bisa Bimo di lamar saat makan malam tadi? harusnya Bimo menolak saat makan malam belum berlangsung." senyum Bimo, dimana Ansara memiringkan kedua alisnya.
"Kakek! Bimo belum siap, tapi jika memang ada wanita yang serius kenapa tidak. Jadi kakek tidak perlu mengkhawatirkan kehidupan asmara Bimo, bukankah kesibukan Bimo wanita akan hadir dengan sendirinya, jika dia tulus kenapa tidak Bimo tidak terima hal baik."
Percakapan itu membuat Alexa dibalik pintu kamar kakek, mendengar dengan perasaan bercampur aduk. Bagaimana bisa Bimo mengatakan hal seperti itu, ini membuat Alexa terbakar api cemburu.
"Jangan harap wanita itu datang ke klinik, besok aku harus melakukan hal perhatian lebih pada Bimo. Tidak boleh wanita manapun yang suka pada suamiku Bimo."
Kesal Alexa ia berlalu ke kamarnya, sementara Bimo keluar dari kamar sang kakek. Nampak sekali pintu sebelah barat tertutup rapat, melihat ke bawah terlihat sekali Alexa sudah tidak ada di sofa bawah.
__ADS_1
Seolah Bimo tertawa, apa yang harus ia lakukan pada hubungan asmaranya saat ini.
TBC.