
Bimo setelah sampai luar Klinik area parkir. Ia melihat sebuah mobil mewah yang disana, sudah ada pria berjas biru, nampak melambai sopan dan menghampiri.
"Bimo, bagaimana Klinik berjalan dengan baik?"
"Paman, tumben sekali mampir kemari? Apa ada masalah?"
"Mari ikut paman ada banyak yang harus paman bicarakan!"
Bimo mengekor langkah Brian, dimana supir membawa mereka ke dalam restoran keren di sekitar Resort Tazmania. Dimana mobil berhenti saat itu, membuat Bimo ikut turun sembari menatap jam di tangannya.
"Kenapa melihat jam terus, ada yang kamu tunggu Bimo?" ujar Brian, yang mempersilahkan Bimo duduk.
"Ah! Memang orang sibuk ada yang menungguku paman? Hahah.. aku hanya merasa bersalah, kakek sudah sembuh dan aku melupakan pesan untuk makan malam jam sembilan di mansion, sementara ini sudah pukul sebelas malam lewat empat puluh detik."
"Paman jadi bersalah, maka dari itu kenapa kamu larut lembur di klinik. Memang sesibuk apa, bukankah di kantor harusnya kamu datang minimal dua sampai tiga kali dalam sepekan, Bimo jangan fokus di klinik terus, itu permintaan kakek."
__ADS_1
"Paman tidak tahu, aku baru memulai Klinik ini. Bukankah perusahaan dan aset ayahku, tanpa aku datang dan bekerja sekalipun, uang tetap mengalir setiap harinya. Sebab bisnis ayah itu adalah bahan pokok utama untuk seluruh masyarakat menengah hingga kalangan atas elit sekalipun, terutama ibu kota yang cukup luas ini, Uncle."
"Lalu kenapa kamu bisa sampai lembur, sebab itu paman datang! Kakek meminta paman untuk mengingatkanmu, untuk tidak memforsir. Selain itu, ada hal yang tidak enak, dan ini soal …" Brian memberikan map berkas.
Bimo pun membuka lembaran hak saham, dan aset yang hilang pada lembaran property dan salah satu pom bahan bakar di titik 7.
"Pom titik 7, kehilangan dana sebesar 2,3 miliar, dalam sepekan. Dan kasus ini baru terlihat satu bulan. Paman, siapa yang bertanggung jawab memegang pom 7?"
Brian terdiam, ia memberikan satu gelas dari pelayan, dan meminumnya. Lalu Bimo ikut memegang gelas dan menggoyangkan wine anggur merah di gelas ramping, lalu menatap intens pada uncle Brian.
"Sebelum Kamu diketahui pewaris Ansara. Anak dari Hero Setiawan, keluargamu memegangnya. Tapi paman minta maaf, karena paman tidak tahu di turunkan jabatannya olehmu menjadi supir, sebab paman hanya mendengar dia cuti beberapa saat untuk mengurus kakek An. Kesibukan paman, yang membuat semua kecolongan. Maka ayolah, seringlah ke induk perusahaan, mengamati anak anak perusahaan seperti kamu audit karyawan yang bermasalah. Itu yang harus kamu lakukan Bimo, sebab Uncle semakin menua. Setelah Klinik kau harus fokus pada aset mu dan mendiang ayahmu yang berjalan!" jelas Brian.
"Kamu mengenalnya Bimo, paman sudah melacak tapi sulit belum ada jejak dia kabur ke negara mana. Selain itu, mobil dan beberapa emas di brangkas di kuras saat paman ke ruangan kerja kakek An. Ini rekaman cctv, mungkin kamu lebih tahu keberadaannya. Sebab, kamu tinggal satu atap dengannya di mansion."
Sluuuurp!!
__ADS_1
Meneguk wine, dimana steak telah tersaji di depan meja saat Bimo membuka rekaman cctv itu, tidak di sangka Roby mengeruk harta berangkas di podium Pom bahan bakar titik 7, dan ruangan kerja kakek yang mungkin senilai 5,3 miliar mereka rampok dollar beserta emas batangan.
"Pantas sejak mengusir bibi Emily, tidak meilihat batang hidungnya. Rupanya mereka keluar dengan tangan kotor."
"Emily .. dia sakit keras, batuk pendarahan di rongga. Dan yang paman tahu, Kyle putri kesayangan Emily saat ini bekerja, tapi history dirinya pernah di bar. Paman tidak tahu, mungkin kamu bisa mencari tahu pada Alexa. Mereka lebih dekat, dan pasti tahu kebiasaan mereka dimana singgah! untuk memudahkan pencarian." saran Brian.
Penjelasan paman Brian, membuat Bimo terdiam. Sebab dirinya tidak tahu .. dulu perasaannya sangat terpesona pada istrinya itu, namun setelah pernah di khianati tidak mempercayainya, entah Bimo harus mulai dari mana karena hubungan mereka semakin jauh saja.
"Soal itu akan Bimo urus besok, besok pagi Bimo harus antar obat khusus, ramuan khusus yang jika ini berhasil. Klinik Keluarga Ansara mudah dikenal, sama seperti perusahaan induk lainnya, bukan?"
Brian tak percaya, otak Bimo sangat cerdas. Bahkan membuat klinik dengan hitungan beberapa bulan tidak di ragukan, hanya saja Brian waspada akan Bimo, yang suatu saat menyingkirkannya karena ia tidak kuat dan rasa bersalah yang ia tutup rapat selama ini.
"Paman .. kenapa melamun?"
"Ah, cepat habiskan makan. Kita harus pulang, kakek An pasti sudah menunggu cucu kesayangannya bukan. Paman akan memastikan kamu pulang dengan selamat dan sehat."
__ADS_1
Hal itu membuat Bimo dan Brian tertawa penuh arti.
TBC.