Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Berhasil Kaya


__ADS_3

"Kalian semua jadi saksinya, apakah dia bisa melawan ku di game M-O-B-A. Kita lihat orang asing ini, untuk meraup milik ku, atau dia kalah dengan nadi yang terputus." tawa Zack, membuat Bimo sedikit mengamati.


"Tuan, anda memang paling jago. Karena anda adalah tuan rumah, tapi jika aku berhasil mengalahkan anda. Anda tidak bisa melarang Ku, untuk kapanpun bermain disini. Jika perlu, duduk di tempat anda, tanpa mengecoh!" ketus Bimo, seolah menantang.


Bimo pun berjalan ke arah sebuah komputer, disana ada dua komputer lengkap dengan perangkat serta PC. Dimana Bimo amati, ia langsung mendaftar akun miliknya secara pribadi.


"Kau lihat, disana ada Raja Hutan. Itu adalah raja dari segalanya, yang tidak bisa dikalahkan. Kau sudah masuk?" menoleh Zack, saat Bimo masih mendaftar akun.


"Tunggu sepuluh menit, aku sedang memilih untuk mengalahkan anda tuan Zack!"


Hahaha ...


"Kau pilih Tikus, untuk mengalahkan ku. Hahaha, tubuh manusia kepala tikus itu mirip kau Bimo, hahaha kau yakin bisa kalahkan Raja Hutan?"


"Big Mouse, dia adalah raja dari segala tikus dan seluruh hewan hutan, baik raja hutan pasti akan kalah. Jangan lihat dari bentuk Tuan, tapi mari kita mulai pertarungan ini! kita lihat, sampai ke ujung, apakah anda tetap pada posisi anda."


Bimo semakin menantang, dimana kali ini terlihat sorak banyak orang mendukung Zack, si tuan Rumah. Hingga dimana Bimo mengendalikan big mouse, untuk berlari melawan tentara untuk bisa menemukan pintu harta karun, dimana terlihat manusia berkepala Singa itu sudah berlari cepat, sementara Bimo dalam gamenya ia masih melawan puluhan tentara, yang menyerang agar segera kalah


'Aku tidak akan mati hari ini, aku harus menang. Ciyaaaaah!!'


Bimo dengan lihai menyabet pedang pada tentara, hingga tentara yang menghadang si big mouse hancur jadi abu. Tersisa tiga .. dua .. satu! Bimo menang, berhasil menghancurkan tentara kiriman raja hutan.


Bukan tanpa alasan, big mouse yang di mainkan oleh Bimo, kini berlari cepat menuju pintu. Mengejar raja hutan, menemukan mahkota. Dimana setelah puncak, pintu utama. Bimo harus menggerakkan big mouse nya melawan raja hutan, yakni di lapangan berumput.


"Kau berhasil, tapi jangan senang untuk melawanku Bimo! raja hutan orang ku, akan mengalahkan si manusia tikus got."


"Big Mouse, bukan tikus got tuan Zack."


Hiyaks!!


Tang!!


Teng!!


Siaaaaayaaat ..


Terlihat dari layar komputer, big mouse terkena pedang raja hutan, dimana Bimo mengerahkan agar tidak jatuh dan kalah saat itu juga. Bimo mencoba bertahan, bangun untuk melawan manusia berkepala singa dalam puluhan menit, Bimo terserang kalah di awal terkena pedang.


Enter + Start + Klik. + Green.


Big mouse mengeluarkan pedang nya, dimana sengatan listrik mengenai leher raja hutan! Hal itu membuat Zack, menoleh kesal dan membanting kursor mouse komputer di depannya.


Hiyaks!!

__ADS_1


Tang!


Sreeeeth!!


Bimo senyum, dimana game bertarung kali ini, bukanlah hal sulit. Sejak kecil, Bimo merasa pernah dan sering melihat permainan game ini. Sehingga saat ia tadi hampir kalah, Bimo mencoba ingat untuk mengeluarkan senjata ampuhnya saat itu juga. Dan kini Bimo berhasil mengalahkan raja hutan milik Zack.


"Kau boleh tertawa dulu Bimo, tapi Lusa kau harus datang ke kompetisi yang di adakan master, jangan datang dengan tangan kosong. Bahkan seratus gram emas batangan, harus ada untuk permainan pertama!"


Bragh!


Zack, pergi dari meja komputernya. Dimana sorak orang orang sunyi, saat tuan rumah kalah oleh pria asing, yang kini berhasil membawa emas batangan dan uang merah gepokan, dimasukan ke dalam tas hitam.


"Baiklah tuan Zack, saya terima tantangan anda. Lusa, saya akan datang! salam kenal, aku Bimo Setiawan. Si pemula yang akan menjadi legend tak terkalahkan." senyum Bimo, saat itu pergi meraih kacamata dan pergi membawa tas yang berisi keuntungan bertarung game.


System ..


Memindai ..


"Tuan Anda harus belajar trik mengalahkan pertarungan di aplikasi MOBA. Master lawan anda, akan lebih sulit jika anda tidak belajar dari sekarang!"


"Baiklah system, aku terima dan akan lebih giat lagi untuk mengalahkan master game sombong seperti mereka, markas ruko itu harus aku ambil alih untuk kegiatan lebih baik. Hah, bisa bisanya mereka bertarung game dengan kecurangan, berdiri tanpa izin." lirih Bimo saat itu juga.


Dan system pun berkata, menerangkan aplikasi game yang akan di adakan pertarungan Bimo melawan master lusa sore.


Dota 2 menawarkan permainan penguasaan hero untuk memenangkan pertarungan, maka dibutuhkan kerjasama tim yang baik.


Loading ...


Memindai ...


Selesai ...


Pengenalan Tuan Status ...


Memindai ...


Loading ...


Selesai ...


Nama: Bimo Setiawan


Umur: 31 Tahun

__ADS_1


Status Misi Ke 1 : Bertarung Game MOBA 1+


Berhasil ...


Proses Selesai .. saldo sudah bertambah menjadi 12.000.000, dana sudah masuk ke akun rekening B - xxxx 1567 Bimo Setiawan, hasil pencapaian bertarung game, mengalahkan milik tuan Zack.


[ Selamat Bimo, misi pertama berhasil! selanjutnya tetaplah waspada, agar akun email Mu, tidak mudah di hacker oleh orang lain. ]


Bimo bukan tanpa alasan, ia berjalan dengan cepat kali ini. Dimana jalanan becek itu, ia lewati dengan menatap ponsel jadulnya. Benar saat Bimo melihat m-bangking ponsel sentuhnya, saldonya bertambah 12 juta rupiah, apalagi di tas hitam hasil dari bertarung game tadi, ia mendapat banyak keuntungan. Dan kini saldo keuntungan dirinya menjalankan misi Bimo mendapat keuntungan dari system puluhan juta.


"Woh, fantastis. Aku bisa kaya .. saatnya pulang malam ini, tidur dengan nyenyak." lirih Bimo, yang saat itu menghentikan taksi.


Sesampai nya Bimo merasa pusing, dimana ia bingung untuk pulang kemana.


"Tujuan mana pak?" tanya supir taksi.


"Eh, bagaimana jika kontrakan malam ini sulit dicari, kalau gitu kita ke jalan drupada siang lantang no 35."


"Baik."


Bimo akhirnya memutuskan tinggal di tempat paman dahulu, dan mungkin akan kotor sehingga ia harus membersihkan lebih dulu. Sehingga Bimo saat itu juga merubah pikiran, ia takut jika akan ada yang datang ke rumah tua itu, dimana rumah milik peninggalan sang paman.


"Pak, maaf! putar arah saja, cari hotel terdekat. Yang lengkap ada butiknya!"


"Baik pak, segera saya putar arah."


Bukan tanpa alasan, Bimo saat ini sudah punya uang cash di tas. Jadi ia bisa membeli sebuah jas baru, pakaian dalam, bahkan apapun bisa ia beli malam ini. Sehingga taksi membawa Bimo ke hotel suite berbintang lima, dimana kota padat yang sangat indah dengan kerlap kerlip pemandangan malam.


"Rasanya bau sekali, ini bayaran anda. Ambil saja kembaliannya."


"Terimakasih pak." supir taksi senyum, saat Bimo memberikan lima lembar uang merah.


Bimo berjalan, dimana ia menuju butik khusus pria.


"Lima setel jas, pakaian hitam ukuran L. Celana no 32, dan bawakan ke tempat khusus. Apa ada kamar mandi?"


"Cash atau debit pak?" pelayan itu cemberut, seolah tidak yakin karena tampilan Bimo lusuh.


"Cukup segepok uang ini, tolong antarkan. Aku akan mandi di hotel sebelah saja!" ujar Bimo, membuat pelayan butik melotot karena pengunjung kali ini membawa uang banyak.


"Mari saya antar, dan segera saya siapkan tuan." ujar pelayan dengan senyum lebar, menyiapkan pesanan Bimo saat itu juga.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2