
"Sekarang .. Bimo mencuri, apa kamu percaya sama Bimo?" ujar mama Emily.
"Alexa tidak kenal lama dengan Bimo, tapi pilihan kakek adalah yang membuat Alexa menurut, maafkan aku mama!"
Dan di sanalah, Sang mertua hampiri Bimo, ia menampar menantu miskinnya, sehingga bukan tanpa alasan itu membuat Bimo semakin murka, dimana istri yang cantik hanya diam dan percaya pada kenyataan yang tidak ia lakukan.
Plak!!
Plak!!
"Kurang ajar kau, menantu tidak tahu diri. Sudah di izinkan menikah, kau masih saja berlaga bodoh, masih saja kau mencuri perhiasan keluarga ini."
Goresan tangan merah gempal itu, menjiplak pada pipi Bimo, dan Bimo hanya bisa mengepal tangan, tidak ingin emosinya meledak akibat amarah untuk membalas.
Hentikan .. Cukup .. Emily!!
Teriakan tuan An, membuat semua kaget.
"Kalian rencanakan semua ini kan, Emily kenapa cctv rusak. Baru aku tinggal tiga minggu sudah banyak perubahan lagi, jangan bilang ini ulah anak manja dan menantu songong kamu itu ya, ingat kamu itu .."
"Kakek. Bimo dan aku mulai saat ini kami bercerai, karena jelas pilihan kakek. Bimo mencuri perhiasan mama, jadi Alexa tidak bisa untuk mempertahankannya. Maaf, jika keputusan ini mendadak membuat kakek kecewa." lirih Alexa menjelaskan, membuat kesehatan kakek semakin syok.
"Alexa. Kamu percaya itu .. ahhh!" sesak Tuan An.
Ah .. Tuan An sesak, membuat kesehatannya terganggu memegang jantung dan mulutnya menganga lebar, menatap langit langit.
"Kakek, ke-na-pa?" kaget Alexa menahan agar tidak terjatuh.
"Kakek .." teriak Alexa, membuat Bimo merangkul kakek An, sehingga dibaringkan di sofa dan melupakan keberadaan Bimo yang masih di arak keluarga.
"Bimo pergilah, aku bisa atasi kakek ku sendiri, enyahlah kau dari mansion ini. Aku tidak mau melihat pria pencuri di depanku!"
Bimo terperangah ucapan Alexa, ia berdiri meski saat itu ia kasihan pada kakek An, tapi keberadaannya memang tidak di harapkan. Sehingga ia pergi saat ini juga.
"Kek tunggu ya kek, dokter akan datang!" Alexa cemas kala itu.
__ADS_1
Kakek An, nampak tak bisa bicara, membuat Alexa nampak bingung, hanya bisa mengedipkan mata, apalagi mulut sang kakek nampak kaku dan miring.
Tak lama dari arah luar, kedatangan polisi, yang membuat Alexa fokus pada sang kakek.
"Permisi Bu, Pak. Saudara Bimo kami tangkap atas pencurian perhiasan mertua, itu yang kami dapatkan dari informasi dan beberapa saksi."
"Bawa saja pak, lakukan sesuai undang undang!" acuh Alexa.
DEG. Bimo pun tak sangka.
Hingga melupakan Bimo beberapa saat. Dimana saat ini dokter datang, memeriksa kakek An. Hingga diberikan resep, dan meminta kakek An di periksa rumah sakit besar, kemungkinan karena mengidap struk langka.
Tring ...
Hallo, ..
[ Iya .. Benar pak, ini dari mana? ]
[ Apa .. Bimo di dalam mobil masuk jurang dinyatakan hilang? ]
"Mama, Bimo di mobilnya masuk jurang, hilang." lirih Alexa.
"Kalau gitu, aku jenguk kakek dulu, pikiran Alexa penat malam ini. Permisi."
***
Beberapa Hari Kemudian.
Sementara di tempat lain, mata pria berwarna biru, nampak menggerakkan matanya perlahan lahan. Dimana ia menatap langit langit, bagai bukan di tempat biasa.
Ada pegunungan, pepohonan dan nampak menoleh sedikit, sungai biru tua dan biru muda nampak bercampur, membuat Bimo merasa yakin dirinya sudah di alam lain.
'Dimana ini .. seseorang tolong aku! tu-tunggu apa aku sudah mati?"
Bimo pun perlahan bangun, dimana tak ada seorang pun yang membuat ia bisa meminta bantuan, sedikit meratapi seluruh tubuhnya, yang ia rasa ia benar benar sehat tak sedikit pun penuh luka.
__ADS_1
"Benar aku sudah di alam lain, tapi dimana malaikat yang konon akan menghampirimu?"
"Aku telah gagal menjadi pria kaya, sehingga Istri dan keluarganya menjatuhkan nama martabat, aku janji akan kembali untuk membalas kan semua sakit hati dan tuduhan ini.'
'Benar Aku hidup pun hanya jadi benalu bagi Alexa, sehingga Tuhan membuat ku celaka, dan kini mungkin ia duduk berada di alam lain.'
Bimo berdiri, hingga menatap langit langit yang akhirnya senyum, untuk melupakan kenangan manis pada Alexa istri cantiknya itu, yang kini berubah menjadi hati beku.
Dan saat Bimo berteriak, cukup aneh saat ia berada di pohon berwarna putih itu, dimana matanya sedikit remang ia melihat langit langit, mendung nampak rintik rintik hujan dan petir kilat, membuat Bimo kaget akan suara yang benar benar sejengkal di telinga, dan begitu panas sambaran cahaya berwarna emas kemerahan, seolah menusuk ke kulitnya. Dentuman petir mengkrelet seperti serpihan kaca beling yang membuat Bimo terjungkal duduk di ujung tebing anak pohon.
Boommmm!!
Duarrrrrr!!
Petir cahaya kilat menyambar tubuh Bimo, sedetik tubuhnya bergerak hebat, menguliti hingga lapisan daging menusuk tulang, pancaran cahaya masuk ke dalam tubuh Bimo, membuat ingatan dan bola mata Bimo berada dalam ingatan paling dalam, jika ia benar benar belum mati, hal itu karena sebuah suara yang memperlihatkan Bimo pada masa kelamnya.
-- Bimo Setiawan, kamu lahir di kanada, garis keturunan Mexico yang di buang oleh paman tertua, karena kau adalah pewaris satu satunya berkemampuan dewa, kembalilah dengan identitas baru, kalahkan musuh mu dan ... Misi mu di mulai! Gunakan otak dan jarimu untuk membalas dendam, agar apa yang kau inginkan dan butuhkan segera terpenuhi! kau saat ini mempunyai kemampuan dengan julukan dokter ajaib, dari kebangkitan hidup Mu yang baru. --
"Eh, siapa kau ini?" lirih Bimo, nampak tak percaya atas apa yang ia lihat.
"Aku sistem, akan membantu dan menjadi mata telingamu Bimo Setiawan. Kembalilah, dan kau di takdirkan menjadi dokter ajaib, karena kau terpilih." sistem membalas, membuat Bimo sedikit mencubit tangannya sendiri apakah ia bermimpi.
Auuuwh.
Kau telah difitnah, dan sejak kecil kau tertinggal di sebuah gerobak dan di asuh oleh seorang pria baik hati, jadilah penerus kekayaan dengan misi yang menguntungkan, dan mengubah nasib jadi lebih baik dihormati, nikmati hidup kedua yang diberkati Dewa!! suara bergema, membuat Bimo menutup kuping karena aneh, bahkan seperti masa lalu tergambar di depannya begitu saja seolah memperlihatkan dirinya dahulu.
-- Ingat kembalilah jadi menantu hebat, buat nama baik kembali telah dikabulkan, buat mereka yang merendahkan dan hina dirimu tercengang, sesuai takdirmu, Misi mu menyembuhkan penyakit langka yang tak bisa di sembuhkan para dokter lain, sehingga julukan mu adalah dokter Ajaib. -- ujar Sistem.
Saking sakitnya ingatan dalam bola mata Bimo, hal itu membuat bayangan dirinya pertama kali ia di jodohkan oleh Kakek An, dimana dukungan itu disetujui oleh ayah angkatnya.
Supir yang Bimo kenal sebagai ayahnya, entah kenapa dirinya di perlihatkan sebuah rumah bak Istana, dimana supir yang ia lihat memakai baju kerajaan, dan ada Bimo di sana berusia 13 tahun, dengan salah satu pria dibalik jubah layaknya seorang dokter dengan sebuah tongkat ajaib, dan jari ajaib mengeluarkan cahaya untuk menyembuhkan pasien.
Saking sakitnya ingatan Bimo pada zaman Kuno dan pertemuan dirinya dengan Alexa di zaman modern kali ini, hal itu membuat Bimo berteriak kesakitan dan pingsan.
"Eh .. Dia pingsan." Sistem dari arah lain, saat Bimo sudah menutup mata.
__ADS_1
"Sebentar lagi dia akan bangun, jika dia bukan sedang bermimpi. Sebab kehidupan keduanya, bak kebangkitan kemampuan di dalamnya menjadi pertumbuhan manusia yang lebih kuat." jelas Sistem menunggu Bimo sadar.
TBC.