
Beberapa hari kemudian, nampak sekali Bimo terlihat tidak terima, saat dugaan Emily mengirim orang, untuk meracuni sang kakek, membuat dirinya di kantor saat ini terlihat gundah.
"Alexa pulanglah! Bicara pada yang lain, untuk mengemas barang barang mereka detik itu juga!"
"Mas Bimo .. Uuupsss!! Pak Bimo .. Apa maksudmu mama, Kyle dan Robi, tapi kenapa .. Bukankah semua sudah clear?" Alexa berusaha formal sebab di kantor.
"Alexa sudahi semua yang kamu tidak tahu atau kamu naif? Lakukan tugasmu saat ini, kamu akan tahu setelah sampai mansion. Pertemuan kantor aku bisa hadapi, terlebih peresmian klinik tanpamu aku bisa, cepatlah pulang dan jaga kakek!" tegas Bimo, hal itu membuat Alexa syok, pertama kalinya Bimo bicara lantang dan dingin padanya.
'Aku merasa Mas Bimo berbeda, ah bodoh! Ini pasti karena di kantor ia terlihat profesional, tapi kenapa mas bimo meminta aku pulang, apa mama, atau yang lain buat masalah lagi?' batin Alexa, meraih tasnya.
Saat ini ia segera bergegas, menuju mansion. Padahal tampilan Bimo hari ini sangat keren, apalagi beberapa jam akan ada peresmian klinik baru yang akan di buka, sangat sayang ketika dirinya tidak bisa ikut mendampingi Bimo, sebab merasa tidak lucu perihal banyak klien .. staff ... Karyawan modis yang hadir, hal itu membuat hati Alexa tak karuan tidak bisa hadir karena harus pulang.
Hingga beberapa jam, Alexa nampak melihat sang mama sudah ada di luar dengan beberapa koper, terlihat juga Kyle merengek tangis.
'Sus .. Ada apa ini .. Kenapa sus Shasha memperlakukan mama seperti ini?'
'Maaf nona Alexa, ini perintah pak Brian dan Tuan Bimo, nona bisa lihat video ini!'
"Alexa itu bohong .. Kamu jangan percaya!" teriak Emily.
Alexa pun nampak melihat video itu dalam durasi sepuluh menit tiga detik. Nampak tercengang ketika melihat sang mama dan suster gadungan menyuntik obat ke dalam selang infus, namun saat obat baru sampai beberapa detik, terlihatlah Suster Shasa tiba masuk, dimana Emily dibuat syok sehingga Shasa segera mengganti obat dan memastikan Tuan Ansara tidak terjadi sesuatu.
Shasa segera menelpon tuan Bimo, dimana Bimo yang sedang akan ada rapat pertemuan, dibuat geram dan meminta Alexa pulang.
'Jadi karena ini Mas Bimo kesal padaku?'
"Mama kenapa lakuin ini semua? Apa kalian tidak berfikir jernih setelah ini?"
"Alexa .. kamu salah paham, semua ini pasti salah paham! Sebab mama pikir suster yang mama bawa kompeten."
__ADS_1
"Maaf saya potong bu! Saya cek lab dari obat yang orang suruhan Bu Emily adalah obat bius mematikan, jenis obat yang gejalanya seperti orang tidur namun kejang kejang setelahnya." Jelas Shasa.
"Mama, Kyle aku minta maaf. Setelah ini aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Bimo nanti pulang, kita bukan lagi keluarga setelah ini kita akan asing, dan jalani hidup kalian sendiri!"
"Alexa .. kamu jangan kurang ajar, kamu besar bagaimanapun oleh mama!" teriak Kyle, namun Alexa berjalan ke arah tangga mengecek kondisi sang kakek, melupakan makian Sang kakak saat itu juga.
Dimana saat ini, Kyle dan Emily sedang di awasi beberapa bodyguard, sementara Robi entah kemana dia itu sejak pagi tak terlihat.
'Mas Robi mana ya? Dia juga ikut terlibat mah.'
'Entahlah kamu cari saja!'
'Gimana aku cari Robi mama, lihat penjaga penjaga ini kita ga bisa berkutik untuk melangkah.' bisik anak dan ibu itu.
***
Perusahaan minyak, tambang dan awak kapal telah Bimo selesaikan dengan orang kepercayaannya, dibantu oleh paman Brian pastinya.
Yang mana Bimo sendiri masih janggal siapakah Brian, dimana ia di percayakan khusus oleh sang kakek, mungkin setelah kakek sembuh ia akan tahu jawabannya. Sebab perlakuan paman Brian sangat adil, bijaksana padanya dan kakek.
"Paman bagaiman dengan persemian klinik Keluarga Ansara?"
"Dua jam lagi akan segera sampai, pemotongan pita apakah Alexa tidak perlu hadir?"
"Tidak paman, setelah persemian klinik dibuka. Aku ingin pulang, memberi pelajaran pada bibi Emily dan yang lain."
"Itu hak kamu Bimo, sudah seharusnya kamu tegas. Lagi pula antara Emily dan Alexa tidak sedarah, kamu lah yang berhak memutuskan segala hal. Jika kamu mudah memaafkan, bahkan akan ada hal fatal yang membuat tuan Ansara fatal terulang lagi! Kesehatan tuan Ansara sudah lebih baik beberapa hari lalu."
"Koma kakek itu langka, dan struk kakek juga terbilang langka, maka dari itu aku ingin membuka klinik, membuat ramuan agar kakek segera sembuh, jika aku berhasil bukankah aku sangat bangga, bisa menyelamatkan orang yang aku sayangi, dan banyak orang." Jelas Bimo, membuat Brian memahami dan turut bahagia keputusan Bimo yang amat mulia.
__ADS_1
Alhasil saat ini setelah beberapa jam, presmian Klinik Keluarga Ansara telah berhasil di resmikan, acara tumpeng dan pemotongan pita pun terlihat keren saat ini. Maka dari itu, sebagian karyawan, staff, admint hingga suster yang telah direkrut berjalan dengan lancar. Beberapa security pun turut hadir dimana Bimo turut andil dalam beberapa hari menyeleksi untuk membangun citra Klinik barunya ini.
"Terimakasih untuk kalian, semoga kalian semua bisa bekerja sama dalam klinik ini, dan membantu yang sakit dengan sabar dan utama adalah tindakan lebih dulu, jika ada beberapa data mereka tidak mampu, tolong bawa ke ruang tindakan untuk menyelamatkan!" jelas Bimo dalam beberapa acara, disaksikan juga beberapa reporter yang kemungkinan keluarga Ansara masuk dalam berita hits CNN.
Setelah sorenya, Bimo segera masuk ke dalam mobil. Supir Bimo membawanya segera cepat ke mansion, dimana Bimo sudah tak sabar ingin bertemu dengan orang orang yang berusaha menyakiti kakeknya saat itu. Terlebih paman Brian menuju rumah sakit, untuk menjenguk Ansara karena Bimo akan pulang lebih dulu.
Tap ..
Tap ..
Langkah Bimo terlihat tajam, mata elangnya membuat Emily yang duduk kaku dan pucat seolah meminta permohonan maaf pada Bimo.
"Bimo .. tante, maafkan bibi kamu yang sudah melakukan hal bodoh! Tante menyesal, semua karena tante merasa tidak adil, karena tante tidak mendapat sepeserpun. Padahal kami sudah lama mengabdi pada keluarga ini?"
"Hahaha .. mengabdi, kalian setiap hari selalu shoping ratusan juta, apa itu tidak cukup! Apa tidak bisa pakaian branded kalian dijual saja, untuk memenuhi kehidupan kalian selanjutnya. Maaf bibi, aku tidak menerima permohonan! Kali ini bibi sangat fatal, ingin membuat kakek Mati kan? Enyah lah bawa koper kalian semua, jangan lagi injak mansion ini! Kalian juga tidak berhak injak perusahaan, kantor juga beberapa motel dan usaha yang lain, kartu kredit kalian tinggalkan di meja itu! Ingat hutang bibi 2 triliun masih berhutang padaku! beberapa akses milik bibi, Kyle, robi sudah aku bekukan."
Deg. Terdiam Emily dan Kyle.
Ketegasan Bimo, membuat Kyle tak bisa berkata kata, bahkan Kyle mencari suaminya yang jadi tukang kebun tidak terlihat, hingga dibuat pusing kala saat ini mereka di usir paksa oleh beberapa bodyguard!!
Braggh!!
"Maaf nyonya, ini tas anda. Kami hanya menjalankan perintah!" Seorang bodyguard melempar tas Emily dan Kyle.
Kyle masih saja menangis dan kebingungan, apalagi terlihat sang mama letih dan pucat.
"Alexa .. tolong kami kali ini Alexa ..!!" Teriak Kyle, menatap jendela kamar Alexa, karena Kyle tahu jika adiknya itu melihat mereka yang kini di usir.
TBC.
__ADS_1