Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Bimo Jahil


__ADS_3

Tidak seperti biasanya, sesampai di mansion terlihat Bimo, melihat ruang teras utama, yang menuju tangga menjulang terlihat ada yang berselimut. Dimana saat ini Bimo dekati, beberapa lampu mansion sudah ada yang redup, wajar karena semua pekerja Art, dan asisten lainnya tidak lagi beraktifitas, lantas memang ada yang mempekerjakan Asisten rumah tangga sudah pukul 01 malam, anehnya seseorang tertidur di sofa.


"Alexa .. hey! Bangun! Alexa .. Alexa … bangunlah!" 


Bimo terlihat membangungkan, namun karena terlihat seperti mengantuk berat, Bimo menyelimuti dan akan pergi ke kamarnya saja. Akan tetapi satu atau dua langkah saat ia naik tangga, terlihat ia kembali ke arah sofa, melainkan menggendong Alexa, berniat memindahkannya sampai kamar.


Terpaksa dengan hati yang mengantuk, Bimo membawa ke kamar Alexa, namun saat dalam gendongan satu tangannya tidak bisa membuka kunci kamar Alexa.


"Haaah, kuncinya dimana lagi?" Menoleh ke kiri dan kanan, hingga ia melewati kamar Alexa, membawa Alexa ke kamar nya saja, karena hari ini sudah sangat melelahkan baginya.


Sreeeth!!

__ADS_1


Alexa tidur di ranjang king size, dimana ia menyelimuti dan mencuri pandang wajah Alexa yang imut saat tertidur. Maka saat ini, ia berganti pakaian dan membersihkan diri untuk segera beristirahat, melupakan penat masalah dan kesibukannya hari itu.


Hari pun pagi, Bimo telah bangun dari istirahatnya, ia segera bergegas ke kamar mandi, namun terkejut melihat ranjangnya tidak ada Alexa, apalagi jendela kamar besar nya sudah terbuka lebar, cahaya pagi sudah masuk kecelah celak kamarnya. Hanya senyuman yang nampak, apakah Alexa sudah bangun lebih awal darinya, entahlah! Sangat lucu, ketika hubungan suami istri, namun seperti sedang dalam tahap pengenalan yang benar benar asing, dan sama sama malu atau bingung untuk memulai seperti pasangan suami istri pada umumnya.


Kucuran air shower, membuat rilexs body Bimo saat ini, dengan pintu terbuka lebar yang hanya dibatasi kaca transparan membuat mata Alexa membulat, saat dirinya membawa sarapan pagi untuk Bimo.


"Kenapa aku bisa tertidur di kamar ini, apa Bimo semalam membangunkan ku. Oh tidak, malu rasanya jika aku tidak bangun lebih awal, tu - tunggu lantas kenapa harus malu, aku kan istrinya. Oh tidak, Alexa sadar dirilah." racauan Alexa menutup wajah dengan nampan, lupa ada sosok jangkung yang memakai balutan handuk saja, tepat dibelakangnya.


Alexa menoleh, dan memerah saat ini juga. Dimana ia gugup sambil berkata dengan meminta maaf.


"Maaf, semalam aku ketiduran. Dan tidak berniat menggoda, sampai sampai aku tidur di sini. Jadi aku minta maaf mas Bimo."

__ADS_1


"Untuk apa maaf, bukankah aku sudah katakan. Kapan kamu siap, atau kita jalani bagai air saja, sebab pengenalan kita memang sedikit lambat, bagaimanapun kita sah secara agama. Atau .. kamu mau mulai dengan …?" Bimo membelakangi tubuh Alexa, dimana Alexa berdegub saat memegang nampan, apalagi nampan yang ada di tangan Alexa, Bimo raih dan lepas dalam posisi seperti memeluk dari belakang. 


Bimo merasakan gugupnya wanita di depannya ini, hanya saja merinding di jenjang leher membuat Bimo tidak tahan menatapnya berlama lama. Apalagi jika Alexa tidak segera menyingkir, mungkin Bimo ingin meraupnya pagi ini juga.


"Masih banyak pekerjaan di dapur, aku pamit untuk memeriksa kakek. Selamat makan, semoga sarapan dan pekerjaanmu hari ini menyenangkan dan lancar mas Bimo." lirih Alexa, yang menghindar tanpa menoleh lagi ke arah Bimo, sebab dirinya sudah dibuat gemetar kala Bimo memakai handuk lilit saja di pinggangnya, apalagi bidak roti sobek yang nampak basah menempel pada lengannya, membuat Alexa merinding sentuhan seperti itu saja.


"Salam dengan kakek! Aku akan pulang cepat hari ini, sebab aku harus menemui putri Tuan Astra. Si putri salju yang kelainan kulitnya, tetaplah disisi kakek Alexa!" ujar Bimo, lalu tertawa dan pergi ke ruang ganti baju.


Hal itu membuat Alexa yang sudah diluar, kesal kala ingat tuan Astra. Jika Bimo pagi ini akan ke rumah pasien dimana itu adalah pasien Bimo saat ini. Bisa saja dia membuat dirinya terbakar cemburu, untuk apa juga ia beritahu perihal pasiennya padanya pagi ini.


TBC

__ADS_1


__ADS_2