
Menunggu di luar, Alexa yang kini berada di Klinik ansara, ia menunggu Emily diperiksa. Hal itu membuat Alexa bosan, namun penasaran akan ruangan Bimo yang tertutup rapat, ingin sekali ia masuk dan mencari tahu, hal apa yang membuat Bimo bisa kembali baik padanya.
Sejak saat sikap Bimo berbeda, ingin rasanya ia pergi berlibur, siapa tahu ia bisa menemukan sahabat baiknya yang berada di singapore. Jujur sebelum di rawat mama Emily, ia sering dititip oleh bibi Ani, yang kini menetap di singapore, dimana ia adalah keluarga aslinya yang masih hidup.
"Jika nanti malam Mas Bimo murka, aku akan meminta izin pada kakek untuk mengunjungi bibi Any, tapi sepertinya aku harus memastikan jika mas Bimo tidak mempermasalahkan Mama Emily dan Kyle tetap tinggal di belakang mansion." gumam Alexa yang berbicara sendiri.
Sesaat Alexa berjalan jalan di Klinik, dimana ia melihat suster Shasa yang sedang sibuk, padahal tadinya ia sudah berdiri di depan pintu ruangan pribadi Bimo, namun saat ingin membukanya ternyata dikunci.
Alexa ingin bertanya pada Suster Shasa, namun sepertinya ia canggung dan tidak suka saja, jika Shasa nanti bertanya banyak karena dia kan tahu jika Alexa status istrinya, bisa bisa Shasa melangkah lebih jauh mendekati Bimo, jika sampai tahu seorang istri tidak dapat akses ke ruangan kerjanya.
Alexa pun punya ide, yakni ia mengirim pesan pada kakek tentang alamat bu Any, apakah masih alamat yang lama dan memastikan Alexa tidak salah jalan, hal itu karena Alexa butuh rehat demi menata hatinya yang galau karena Bimo, mungkin ia berlibur sepekan dan izin tidak bekerja juga melayani Bimo, perasaan hatinya akan pudar kelak pada Bimo dan akan biasa biasa saja jika berhadapan dengan Bimo yang sudah seperti kanebo kering.
"Alexa, sedang apa disitu?" tanya Emily.
"Mama sudah selesai. Bagaimana hasilnya?"
"Nge Drop, jadi karena banyak pikiran dan tidak boleh lelah. Tetap saja harus therapy setiap dua minggu sekali, ah bagaimana bisa. Sebab kartu diskon Klinik ini tetap saja tidak cukup, mama tidak punya uang sebanyak itu, mungkin ini akan jadi pengecekan yang terakhir."
__ADS_1
"Aku akan bicara pada kakek An, dia pasti mau membebaskan biaya. Ayo kita pulang!" ajak Alexa.
***
Sementara di tempat Lain, Bimo bersama sistem memperhatikan tehnik komputer yang lebih canggih, dimana Bimo tidak ingin perusahaannya banyak kekurangan. Tetap saja perusahaan dan Klinik, serta tambang emas dan Pom yang bergerak di banyak bidang harus perfect sesuai dengan sempurna.
Hari ini pun kegiatan Bimo dan paman Brian meeting telah selesai kepada para petinggi lainnya, sebab itu ia selalu sibuk tak pernah memikirkan hal lain selai uang, sebab uang dan banyaknya aset, ia punya planning tiga tahun kedepan, ia rehat dan mengerjakan semua anak perusahaan dari rumah saja, sebab itulah ia sibuk demi pundi pundinya kelak yang bekerja untuknya dari rumah.
Tidak sedikit, nama Bimo diberita news valuta asing hingga mancanegara, namanya terkenal dengan banyak bisnis. Hingga kini Bimo yang meraih benda pipih nya guna menelepon sang kakek untuk pulang terlambat.
[ 30 menit kau harus sampai cucuku, kakek tidak mau dengar. Kakek tidak akan minum obat dan makan jika kau tidak segera pulang malam ini! ]
Tuuuth ...
Percakapan dimatikan, hal itu membuat Bimo memutar pikiran dan memerintah supirnya untuk segera sampai dengan selamat dan cepat.
"Hey, 30 menit sampai mansion. Apapun yang terjadi, kalau begitu 20 menit lebih sampai dari sekarang!" titah Bimo pada supirnya.
__ADS_1
"Astaga Tuan, perjalanan memakan 1,5 jam. Kecuali dengan helikopter." ujar supir.
"Apapun itu, lakukan cepat! lima menit dari sekarang!" Bimo tegas.
"Baik Tuan." dengan gercap supir berjalan dengan sibuk meminta seseorang segera menurunkan Heli di atap gedung.
Hal itu membuat Brian dari sudut lain tertawa, kegilaan Bimo yang menampilkan wajahnya untuk dikenal dialah pemilik sesungguhnya patut diacungkan jempol, apalagi saat ini Helikopter pribadi yang ia minta, segera terwujud untuk sampai atap mansion nya itu.
"Kenapa cepat pulang Bim?" tanya Brian mendekat.
"Sepertinya paman saja makan makan, kakek ingin aku segera pulang. Good luck paman, sampai besok."
"Oke.. have fun juga Bos muda." senyum Brian.
Dimana Bimo pamit pergi namun Brian memotret Bimo diam diam ke arah lift, bahkan dengan begitu Bimo sendiri melihat gerak gerik Brian dari alat sistem tersembunyi, jika sebenarnya paman tua itu lah yang sedang Bimo selidiki.
TBC.
__ADS_1