
Uhuuk …
Uhuuuk …
Bimo merasa serat dan gatal, dibagian tenggorkan. Akhir akhir ini ia merasa terbatuk padahal tidak minum, entah dasar dari apa masalahnya ia juga tidak tahu. Apalagi saat mengatakan pada tuan Astra, terkait penyakit sang putri, yakni putri satu satunya.
"Pelayan! Apa kalian tidak membersihkan rumah seisi disini dengan bersih, lihat tamu dokter kita terbatuk. Pasti ada debu yang masih menempel." Astra dengan arogannya memerintah, membuat mata Bimo membulat.
"Pak As, saya rasa terlalu berlebihan. Saya melihat semua ruangan fresh, bukan dari debu saya rasa. Mungkin ayah pernah bilang waktu saya masih usia belasan tahun, jika kita terbatuk tiba tiba itu pasti ada yang membicarakan. Dari itu saya jadi lucu, apakah mitos itu benar .. ?"
"Ooh! Ya benar, hahaha. Dulu saya juga begitu .. lalu bagaimana dengan hasil pemeriksaan putri saya Angel?"
"Perlu beberapa kali pertemuan, apa tidak ingin di rawat di klinik?"
"Saya akan membayar mahal, untuk seluruh klinik baru anda pak dokter. Tapi putri saya malu dan panic attack, jika dirinya dilihat banya mata orang melihat aneh saat kulitnya berubah."
Ehm. Bimo terdiam, sejenak ia memegang tabletnya, dan meminta izin untuk ke ruangan putrinya lagi.
"Boleh saya bertemu putri anda sekali lagi, sebab dengan mengecek kulit tangan dan pergelangan kaki, dengan pembatas tirai. Rasanya saya tidak tahu pasti, saya harus melihat secara keseluruhan secara kontak mata dengan apa yang dirasakan keluhan pasien."
Terdiam hening, dimana asisten pak Astra berbisik seolah kaget mungkin.
Apaa .. ?!
"Pak dokter bisa masuk, saya boleh minta satu nany yang mengurus putri saya mengantar dan menemani?" ujar Astra.
"Boleh, tapi saat saya mengecek! Tolong jangan berkata sepatah kata pun. Sebab saya harus konsen dan memastikan penyakit langka putri anda!"
Semua setuju, termasuk Astra yang protek terhadap dokter yang mengecek putrinya, apalagi tidak pernah menampilkan wajah putrinya sekalipun agar tidak dikenali, tapi karena bisikan tangan kanannya ia begitu syok, ketika tahu dokter di depannya ini adalah pewaris Ansara, dia cucu yang hilang selama ini.
Bimo pun menuju kamar utama, dimana nany diam dibelakangnya dengan berdiri menyamping. Terlebih saat Bimo kali ini membuka tirai … cahaya begitu masuk lewat jendela, membuat wajah Bimo saat itu silau, ketika Angel terbangun duduk.
"A-anda seorang dokter? Anda dokter yang tadi mengecek tangan saya yang gatal berwarna ungu ..?"
"Benar .. saya akan mematikan seluruh keluhan penyakit anda nona."
"Sudah tiga tahun aku sakit aneh dikulit seperti ini, baru kali ini papa mengizinkan anda mengecek saya dan anda pertama kali melihat wajah saya pak dokter."
"Benarkah, kalau begitu semoga dengan ini, nona segera sembuh. Protek seorang ayah pasti akan dirasakan semua pria yang akan menjadi suami dan ayah sekaligus."
Deg.
Ocehan Bimo kali ini melantur, pasien yang ia tangani benar benar mirip putri dongeng. Tapi entah kenapa, ia baru melihat sakit kulit gatal berwarna keunguan, hal itu membuat Bimo menyalakan laser dan nemeriksa mata Angel. Bahkan dirinya benar benar dibuat takjub, kulit pasien seputih susu itu harus tercoreng dengan penyakit gatal keunguaan.
"Apa disini sakit?" Menunjuk pergelangan tangan yang naik ke atas, karena luka memar gatal tanpa Bimo tidak jijik.
'Anda dokter yang tidak jijik memegang kulit saya, kenapa ada dokter tampan seperti ini?' batin Angel, diam saat diperiksa.
Bimo konsen terhadap beberapa catatan penting, dimana keluhan pasien yang ia campurkan adukan jika ini adalah penyakit langka dari sebuah kesalahan.
__ADS_1
Ding …
Ding …
Penyelesaian identitas pasien …
Nama … Angel Astramorgan
Usia … 25 tahun
Ding ..
Pengenalan Sistem pada pasien.
Terkontaminasi alergi seafood, dan sayuran daging! Penyebab genetik dalam kandungan mengkonsumsi makanan mentah yang membuat janin berbeda dan kehilangan enzim kulit. Pasien hanya boleh terkena sinar UV, selama 1 jam 40 detik, setiap hari harus memakai lotion khusus, cuaca yang pas untuk pasien seperti ini adalah hidup di negara salju, namun makanan harus yang sehat tidak boleh daging dan seafood.
Ding …
Ding …
Ramuan daun ci hujan, dengan bunga matahari adalah hal yang tepat untuk dibalur ke dalam lotion khusus. Sistem akan memberikan ramuan lotion khusus untuk anda buat tuan!
Penyelesaian selesai …
Bimo saat ini selesai mengindetifikasi penyakit pasien nya kali ini. Ia senyum dan meminta pada pasein untuk tidak terlalu khawatir.
"Ini pak dokter, Tr Bob. Lotion pemutih dan penghilang iritasi, nona selalu beli di toko ternama. Tapi bukannya membaik malah sering kebiruan seperti gatal habis dipukul, nona selalu saja takut keluar rumah."
"Tidak perlu khawatir, anda tidak perlu memberikan ini lagi. Saya akan membuat lotion khusus, untuk saat ini saya akan membuat beberapa herbal yang akan saya buat diklinik setelah dari sini."
"Baik pak dokter."
Bimo pun senyum sebentar lalu pamit, melupakan Angel yang senyum lebar akibat terpukai ketampanan Bimo. Bimo keluar dan bertemu pak Astra di balik pintu kamar putrinya.
"Bagaimana ..?"
"Sudah ketemu masalahnya, saya boleh bicara sebentar?"
"Mari ke ruangan saya dokter Bimo!"
Bimo kini duduk, dibuatkan teh oleh beberapa asisten. Hingga dimana Bimo meminta negara yang tepat untuk putrinya tinggal adalah kota dingin, bersalju yang tidak ada sinar matahari.
"Begitulah setelah saya cek, janin dalam kandungan di awal karena makanan tidak matang, dan saya akan membuat lotion khusus. Saya sudah minta pada nany putri anda untuk tidak membeli produk mahal kandungan yang tidak sehat 100 % banyak campuran kimia."
"Lantas obat apa yang putri saya minum saat ini?"
"Obat pereda gatal, sudah saya berikan pada Nany. Paling cepat besok pagi saya datang lagi."
"Apa dokter Bimo tidak mau makan malam, besok jika perlu. Sebagai rasa terimakasih saya karena anda sudah benar benar bagai dokter ajaib, tahu diagnosa penyakit putri saya. Sebab sudah puluhan dokter hanya datar datar saja mengecek tidak seperti anda. Lengkap, dan benar benar saya berterimakasih, jika putri saya bukan putri yang punya kelainan di berita rumor yang sudah tersebar." Astra sedih, hal itu membuat Bimo menyemangati.
__ADS_1
"Putri anda bukan kelainan, dia hanya perlu dijaga dan spesial. Kehidupan yang tidak murah, karena itu anda harus menghidupi putri anda sebagai putri mahal tuan Astra."
"Putri mahal, hahaha. Apakah saya bisa bertemu dengan Tuan Ansara?" ujar Astra, membuat Bimo mengkrenyit alis.
"Hahaha .. sudahlah, saya bercanda. Kalau begitu saya terimakasih, semoga anda cepat kembali. Karena saya ingin putri saya segera sembuh total."
"Baik kalau begitu permisi!"
Bimo pamit, dengan langkah serius, tanpa melihat di atas jendela. Putri cantik itu, meminta nany nya membuat siasat.
"Nany cari tahu dokter itu, apa dia sudah berkeluarga?"
"Untuk apa nona?"
"Aku rasa, aku jatuh cinta. Jadi ini namanya cinta pada pandangan pertama, menjengkelkan. Malu rasanya aku punya penyakit seperti ini."
"Tenang sayang, papa akan merestui dan bertemu dengan keluarga Ansara, pria tua itu berbohong pada papa, sudah sejak lama papa incar keluarga sepadan seperti kita, tidak papa sangka cucunya masih hidup ia sembunyikan."
"Benarkah papa, apa dia sudah menikah?"
"Harusnya belum, papa tidak mendengar berita itu, nanti papa akan hubungi Brian, bermaksud silaturhami, sebab tidak mudah bertemu dengan Ansara, dia orang sibuk yang jarang di ibu kota ini."
Mendengar hal itu, Nona Angel merasa berbunga, sebab cinta pada pandangan pertamanya pasti akan mudah ia raih jika di dukung sang papa.
Sementara Bimo, sudah larut malam dari perjalanan rumah pasien ke klinik hanya memakan 45 menit, dan kini ia di ruangan khusus. Meracik sebuah herbal untuk campuran lotion.
Cahaya itu menyerap herbal, dimana Sistem membuat bagai sulap, ruangan penuh cahaya diatas meja beberap bahan bahan sudah tercampur dalam kendi transparan. Hingga kental seputih susu dengan bintik bintik hijau bagai butiran yang ia campur.
"Jadi .. tapi bagaimana aku coba ya?"
Bimo membuka jendela, melihat sekeliling ruangan luar klinik. Terlihat binatang menggemaskan meraung raung.
Meooong ..
Bimo melihat kucing dengan kulit yang terbakar, Bimo ambil sebuah kayu dan bahan tisue, untuk ia oleskan pada kucing tersebut.
Ding …
Lotion khusus itu, ia oleskan dalam beberapa detik sebagai percobaan. Dan hasilnya begitu mengejutkan, ketika dalam itungan 15 detik saja setelah di oles secara merata.
Tling …
Kulit memar luka bakar, hilang dalam dekejap menjadi warna putih pucat. Kucing itu mengeong dan menunduk kepalanya, lalu kabur melihat Bimo yang senyum padanya.
"Sukses .. dokter ajaib ini, terimakasih Sistem kau membantu kerjaan ku menjadi mudah." lirih Bimo, lalu melihat jam di pergelangan tangannya.
Hingga ia melihat ponselnya, melihat sebuah pesan dari sang kakek yang membuat Bimo melihat jam, sudah larut malam dan merasa bersalah.
TBC.
__ADS_1