
Bukan tanpa alasan, Emily di buat pingsan setengah mati. Dimana Kyle, mengipas sang mama masih dalam menatap diam, apalagi menghubungi suaminya sulit di hubungi. Sementara Alexa, yang sudah membuatkan teh hangat jahe, untuk sang mama yang masih bengong, tatapan kosong duduk di sofa, seolah tak percaya akan semua hal yang ia lihat beberapa jam lalu.
"Mah, Alexa ke kamar kakek dulu ya. Sebab .."
"Ya udah sana kamu pergi Alexa, kakak yakin suami miskin kamu itu sedang menipu kita, pasti ada orang yang bantu dia, buat syok mama kaya gini." ujar Kyle mengusir sang adik.
Sementara itu, terlihat di kamar kakek tak ada Bimo, Alexa jadi mencari cari keberadaan Bimo, sebab tasnya saja masih di kamar kakek. Artinya, Bimo belum pulang. Ada banyak yang ingin ia tanyakan, mengapa keluarga An, membuat Alexa sedikit memutar pikiran, semakin bingung dengan semua hal. Pertama, mama yang pilih kasih antara dirinya dan Kyle, kedua kenapa kakek menaruh orang kepercayaan, di kantor sang kakek, hanya paman Brian yang berhak mengatur segala mansion, dan perusahaan kakek. Padahal jelas jelas, Kyle dan dirinya adalah cucu sah sang kakek, terlebih sang mama saja, yakni putri dari kakek An, kenapa ia tidak bisa menginjak kantor, atau mengurus banyak hal, bagi keluarga ini.
'Semakin penat aku memikirkan, kenapa semuanya jadi aneh. Lalu mas Bimo kembali, dengan jubah dokter tanpa aku sadari. Jika benar mas Bimo bisa membeli hadiah untuk mama, artinya mas Bimo selama ini bukan pencuri, Ah! mau taro dimana wajahku ini, aku istri yang tidak tahu malu bukan?' batin Alexa, semakin bergerutu.
Di luar halaman belakang, Bimo masih tak percaya akan kata kata Sistem, dimana Bimo sedikit syok atas apa yang baru saja Sistem jelaskan lewat layar besar transparan, yang mana hanya ia saja yang bisa melihat, dan komunikasi dengan Sistem pun, hanya Bimo seorang.
"Tuan, anda bisa lihat dari ponsel yang diberikan Ansara, semua bukti sudah jelas disana. Terlebih sepertinya sebentar lagi akan kedatangan tamu besar, dimana dia mencari anda Tuan." ujar Sistem.
"Mencari ku, yang benar saja. Aku bukan orang penting, mana mungkin sih, dan layar tadi identitas masa laluku aku masih sulit percaya, bagaimana bisa ..." mencoba mengelak Bimo.
Namun Sistem pun menghilang, dimana ia merasa ada seseorang yang mendekat dan mengintip, sementara masih memerhatikan Bimo yang mengecek ponsel siemens c35 jadulnya itu, berubah jadi tampilan layar ponsel keren.
Klik.
Loading ...
Pemutaran Rekaman Video, di putar Mulai!!
Bimo nampak syok, dimana ia melihat sebuah pernyataan kakek Ansara, yang terlihat masih muda, rambut masih sedikit Hitam, tidak seperti saat ini jenggot dan rambutnya putih semua merata, dimana kali ini kakinya kaku, berdiri dengan pernyataan sang kakek yang mana Bimo anggap kakek penolongnya itu, kakek asli dari istrinya. Namun kenyataannya berbalik.
__ADS_1
[ Bimo, terimakasih sudah menjalankan Misi, kali ini jika kamu memutar video ini, artinya kamu sudah jadi pria hebat, entah jadi dokter, atau pengusaha terkenal. Hanya satu, yang harus kamu ketahui kenyataan sebenarnya. Maaf, kamu baru tahu hal ini, karena keadaan yang harus Kakek rahasiakan, Kamu adalah cucu pertama dan terakhir, Ayahmu meninggal karena di arak, di anggap penipu, maka kamu di rahasiakan sementara waktu. Selamat Bimo Setiawan, kakek mewarisi 5000 triliun untuk kamu teruskan semua bisnis kakek, dan maafkan kedua cucu angkat kakek yang sebenarnya, adalah Kyle dan Alexa, salah satu dari mereka pasti baik, dan maafkan kesalahan mereka! Emily bukan mertuamu Nak! dia adalah bibi angkat mu, kakek mengangkat Emily sebagai pelipur duka kakek atas kematian ayahmu satu satunya! jadilah pria hebat, yang berhati baik! ]
Video durasi 2 menit 50 detik, membuat tatapan mata Bimo membola, kenyataan yang tak pernah ia duga. Dirinya yang di anggap pria miskin, dan pesuruh di mansion An, nyatanya ia adalah pewaris sebenarnya, dan ia adalah satu satunya yang berhak tinggal dan memerintah.
'Astaga, apakah ini mimpi?' Bimo mencubit pipinya, namun amat sakit dan benar jika dirinya tidaklah mimpi.
Saat Bimo akan pulang, berusaha mengambil tas dokternya. Ia membalikan badan, namun terkejut saat disana sudah ada Alexa dengan mata yang berkaca kaca seolah habis menangis.
"Alexa .. kamu disini?"
"Apa video itu benar? maaf aku mencarimu, dan mendapati kamu memutar video itu. Jadi benar, aku cucu angkat kakek. Ah! aku merasa dunia sedang mempermainkan Ku, justru aku jadi tahu, kenapa paman Brian melarang ku masuk ke dalam perusahaan, apalagi kantor kakek yang aku pikir hanya karena aku perempuan. Jadi jelas, aku selama ini menumpang hidup di mansion mu Bimo. Aku harus bicara sama mama, aku harus pergi dari tempat ini."
Alexa membalik badan, lalu tangan Bimo meraihnya saat itu juga.
"Jangan pergi Alexa, aku tahu kamu Tidak sengaja melakukan itu padaku, tapi aku butuh kamu Alexa! tetaplah tinggal seperti biasanya!"
"Kamu masih istriku, meski hubungan kita tidak sejauh itu .. aku masih berharap kita melanjutkannya!"
"Bimo ..." terdiam Alexa, dengan kata kata Bimo yang memintanya tetap tinggal.
Bimo pun meremas jari Alexa, membawanya ke ruang tamu, hingga tatapan mereka tidak pernah lepas, entah kenapa hati Alexa semakin berdetak, tak pernah ia merasakan hal seperti ini.
Sampailah di ruang tamu, masih menatap Emily dan Kyle yang terkejut melihat Bimo menggandeng tangan Alexa saat itu juga.
"Alexa, kau dengan pria itu kenapa pegangan ..?" tanya mama.
__ADS_1
"Dia masih suamiku mama, dan kalian perlu tahu. Jika sebenarnya kitalah yang menumpang, bukan mas Bimo."
"Apa maksudmu Alexa .. kau ini ada di pihak siapa sih?" teriak Kyle.
Ting Nong!!
Nampak kaget, kala beberapa orang berjas hitam, dan rompi Biru datang membawa map, senyum mengeliling mereka saat ini. Hal itu membuat Alexa juga bingung, kenapa paman Brian datang.
"Paman, kenapa paman datang semalam ini?"
"Selamat malam tante Emily, Alexa dan Kyle. Kedatangan paman saat ini, sudah mendesak. Dan mendapat kabar jika kakek Ansara sudah sadar, namun perlu istirahat total efek obat bius dalam beberapa jam."
Jadi kakek udah sadar?! syok Kyle, dimana saat itu juga Robi baru tiba, dengan wajah lusuh ikut mendekat.
"Wooh! ramai sekali, paman Ceo anda disini?" sambar Robi.
"Karena semua berkumpul, jadi saya langsung saja! sesuai keputusan kakek Ansara enam jam lalu sudah sadar hubungi paman, maka saya beri jelaskan. Jika tanggal 23 - oktober - 2021 saat ini, hari ini saya mengatakan Jika kakek Ansara mewarisi saldo 5000 triliun kekayaannya dan usaha tambang serta minyak di negara Eropa, Kalimantan, Dan textile tas kulit di negara Newyork. Kapal di benua Eropa, dan perusahaan perumahan Elite, disini adalah Milik Bimo Setiawan sang pewaris, dimana ia adalah putra satu satunya anak dari Hero Setiawan, sang putra Ansara yang meninggal sepuluh tahun silam. Dan Bimo Setiawan adalah cucu sah Tuan Ansara."
Deg.
"Apa .. jadi dia selama ini, kakek menyembunyikan anak itu, dimana kakek bilang sudah meninggal. Jadi Bimo anak Hero .. Oh, sakit jantungku terasa ingin mati saja." lirih Emily.
"Mama ... " teriak Kyle meraih sang mama yang ingin pingsan lagi.
Alexa terdiam, masih menatap Bimo yang mungkin Bimo juga terasa seperti mimpi dan tak percaya, bahkan Robi sang ipar dibuat terkencing berdiri, mendengar kenyataan Bimo adalah pewaris yang hilang, cucu tuan Ansara yang hilang, ternyata ada di depan matanya selama ini, bahkan Robi kerap kali selalu menyinggungnya.
__ADS_1
"Tuan Bimo, selamat datang di dunia baru. Boleh kita ke ruangan kakek sekarang! saya adalah tangan kanan Kakek anda, yang jelas akan jadi tangan kanan setia anda juga, sampai kapanpun setia, dan adil turut membantu anda. Kapanpun anda butuh bantuan, saya 24 jam akan membantu." senyum Brian, membuat Bimo nampak membalas.
TBC.