Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Resah Alexa


__ADS_3

Bimo terdiam, bahkan menatap sekeliling karena hal privasi. Suster Shasha yang telah mengganti obat infus, ia segera pamit keluar dan menutup pintu rapat. Setelah dirasa aman, tak ada orang lain. Maka Bimo senyum sambil berkata.


'Alexa baik baik saja, hanya saja Bimo harus berusaha keras untuk menaklukan hatinya Kek! Tipe Alexa sepertinya mudah Bimo bimbing, sebab pilihan kakek wanita penurut dan baik, hanya saja mudah berbelas kasih pada orang yang salah, sepertinya Bimo bisa atasi.' bisiknya.


'Tetaplah bersabar, Alexa anak itu amat malang. Jaga dia, bimbing dia! Lalu bagaimana dengan yang lain ..?'


Menanyakan yang lain, Bimo terdiam entah harus bicara apa. Sebab itu Bimo mengecek nadi dan darah jantung sang kakek agar ia katakan kejujuran sang kakek tidak anfal.


"Soal itu maafkan Bimo kek! Bimo sudah memberi kesempatan, tapi ada hal yang fatal yang tidak bisa mereka tinggal di mansion. Tapi jika mereka kesulitan, Bimo sudah mengatur orang untuk menjaga Bibi Emily dan pasangan manja dari jarak jauh." Jelas Bimo.


Ansara menderu nafas, menatap langit langit rumah sakit. Ia berharap Bimo memiliki jiwa pemaaf, meski saat ini ingin bertanya kesulitan apa yang di lakukan Bimo saat ia kritis. Dan kesalahan apa yang dilakukan Emily, Kyle dan menantu nya itu.


"Kek .. boleh Bimo tanya sesuatu?"


Bimo senyum, meletakkan beberapa alat medis, lalu ia selipkan di kantong dan tempelkan di sekitar lehernya itu, memegang erat sang kakek dengan intens.

__ADS_1


"Jika kakek bisa jawab, akan kakek jawab. Jadi apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Paman Brian .. siapa dia, apa dia baik. Meski Bimo janggal, tapi selama ini dia bantu perusahaan kakek dan yang lain terhadap Bimo. Ah! maaf jika pertanyaan Bimo membuat kakek resah."


"Ah! soal itu, dia tidak jauh beda dengan Emily. Jadi kau memutuskan untuk membuka klinik ini, kakek Harap jangan 100 persen percayakan semua aset yang sudah ada! kau harus terus bisa handle semua perusahaan, meksi akan melelahkan untukmu!"


Mendengar hal itu, Bimo terdiam hingga nampak lah seseorang datang, membuat mata Bimo dan kakek menoleh karena dari raut sang kakek, Bimo melihat beliau begitu sayang padanya.


"Sore .. Kakek! Alexa datang." senyumnya, membuat pembicaraan dua pria terdiam, langkah Bimo mundur seolah mempersilahkan Alexa mendekati Kakek An, dimana mirip seperti dokter memberi ruang untuk pasien dan keluarga pasien.


"Kek, maaf jika selama ini! Huhu .. Hiks Alexa minta maaf atas segala hal yang telah membuat malu, apalagi kenyataannya Alexa adalah orang lain .. dan .." menangis.


"Ssst! bagaimanapun kamu adalah cucu kakek, yang menjadi menantu. Kakek yang minta maaf selama ini merahasiakan semuanya! menukar identitas kamu dengan Bimo, sebab banyak hal yang harus kakek selidiki. Dunia yang kita pijak saat ini, lemah hukum selain keadilan dan meletakkan mereka yang Kakek cari berada dalam penjara menebus dosa dan penyesalan! Menjadi orang baik tidak mudah." racau kakek An.


Deg.

__ADS_1


Alexa terdiam, apalagi menoleh sudah tidak ada Bimo di sampingnya. Sebab itu Alexa juga mencerna perkataan kakek An, rahasia besar apa yang mereka umpat tersimpan rapat rapat.


"Alexa mengerti ucapan kakek, tapi jika kakek perlu bantuan kakek bilang sama Alexa ya! mulai saat ini Alexa akan rawat dampingi kakek kemanapun." senyumnya.


"Bukankah kamu mengurus tugas Bimo, jangan urusi kakek! kakek ada Brian, dan juga suster Shasha nak. Ketimbang kamu mengurus kakek, kamu rela Bimo di lirik wanita lain?" goda kakek An.


Hal itu membuat Alexa terdiam malu merona, apalagi mendengar kata kata kakek An, tidak bisa Alexa diam saja ketika ada wanita yang mendekat dengan Bimo.


"Alexa .. kok diam? kamu sakit?" tanya Kakek, membuat mata Alexa malu bagai orang linglung.


"Eehm .. soal apa ya kek? tadi kakek tanya apa?"


Hahaha .. tawa renyah kakek An, tertawa dan melirik Bimo yang baru saja kembali ke ruangannya. Hal itu membuat tatapan Bimo ikut bingung, sebab kakeknya tertawa, tapi tidak dengan Alexa yang datar bagai orang resah.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2