Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Tantangan Zack


__ADS_3

"Kemana saja, sudah lama menunggu! rupanya kau pergi ke rumah besar itu? sudah kaya, masih saja ke ruko merampas banyak emas. Huh!"


"Tuan Zack, ahaha. Anda sepertinya salah paham, bahkan saya di mansion besar itu hanya bekerja, tapi kenapa anda menyebut saya merampas emas. Bukankah kekalahan, atau anda sulit menerima jika saya mengalahkan anda malam itu … ? atau jangan bilang anda ini sudah miskin. Banyak yang bertarung, tapi anda tidak ada biaya lagi?" ujar Bimo.


"Jangan banyak omong! hanya saja, penasaran dengan pria asing seperti Mu. Saya ... Menantang kau ke club SUMO, detik ini juga!"


"Ah, apa ada keuntungannya tuan Zack, sebab banyak kerjaan yang harus saya lakukan. Ingat pepatah, waktu adalah uang bukan?" 


Kali ini Bimo dan Zack, saling bertatapan dalam waktu cukup lama, sehingga Zack tanpa basa basi lagi. Apalagi pengikut Zack, mengelilingi Bimo saat ini.


"Benar, saya kesal dengan kau yang bisa mengalahkan saya. Keuntungan di club SUMO ini tentunya fantastis, saya akan bebaskan kau kapan saja datang, dan menjadi anggota master rate 3, di akui keanggotaan."


"Ok! saya akan mengikuti anda, jangan perlu khawatir. Anak buah anda juga pasti mengekor membuntuti saya bukan? Kecuali jika anda ingkar, entah lah saya akan berbuat apa tuan Zack." 


Zack hanya senyum meringai, saat Bimo bicara padanya akan ingkar. Sehingga, tanpa alasan, hal ini membuat Bimo duduk di salah seorang pria, yang sudah pasti anak buah Zack, sebab Bimo biasa pergi bagai telepati, atau jika bosan naik bis. Mau tidak mau saat ini, ia harus menurut ketika anak buah Zack, membawanya ke club SUMO di bonceng sepeda motor.


Hingga beberapa saat kemudian, dimana nampaklah gerbang yang luas seperti lapangan bola. Berwarna crem kayu, terbuka begitu saja membuat tatapan intens Bimo kali ini. Dan saat banyaknya motor sudah masuk, terlihat juga gerbang itu tertutup lagi dengan sendirinya.


'Fantastis, apakah aku di keroyok?' batin Bimo.


'Tenang tuan Bimo, anda bisa memakai kelebihan anda. Sistem akan membantu anda, mendetek siapa saja mereka dan kelemahan mereka semua.' Sistem berbisik, membuat hati Bimo yang tadinya sedikit takut kembali tenang.


Tap.


Tap.


Langkah pria bernama Zack, kali ini mengitari banyak orang, dimana satu ruangan berskat tali garis tiga, terlihat Zack dari atas meminta Bimo naik ke atas panggung.


"Naiklah! Ini babak pertama anda harus berdiri disini, lawan anda akan datang! Tentunya jika mengalahkannya. Sudah pasti mendapat hadiah menarik, kau lihat motor besar yang kau naiki tadi, akan aku hadiahi sebagai tanda menang, dan group keanggotaan."


"Anda tidak berbohong kan tuan Zack, sebab ada banyak manusia bermuka dua, terkadang tidak menepati janji itu sudah biasa mereka lakukan, bak penjilat yang tidak suka kekalahan, dan mengalahkan orang lain dengan cara curang. Jika saya pergi tanpa bertarung bagaimana?" tanya Bimo.


"Hahaha, anda sepertinya humoris sekali tuan Bimo. Orang yang sudah berada disini tidak akan bisa pulang, batal pun nyawa anda belum tentu keluar dengan keadaan baik. Eeeum .. jika sudah berada disini pun, anda akan paham tuan Bimo! Permainan yang belum selesai, anda tidak akan keluar dengan keadaan anggota sempurna. Hahahaha …" tawa Zack, menertawai keadaan Bimo, yang menurutnya ketakutan.


Bimo jadi tahu banyak karakter orang, sehingga ia memawaspadai dan melihat sekeliling orang yang sedang menertawai nya dengan bertolak pinggang.


Hahahaha …


Suara tawa, dan sorak meledek Bimo saat ini. Bimo pun membuka mata, mencoba mengukir jari keatas diam diam, untuk mencari kelemahan Zack.

__ADS_1


Loading …


Memindai …


Proses …


Nama : Zack Barwone, lahir di Beizing dengan profesi ketua game yang tak terkalahkan, itu berkat satu alat perekam yang tidak terlihat, untuk memberitahu permainan tanpa di dengar orang lain, hal itu membuatnya menang selama dua dekade.


Ding.


Ding.


'Ah, jadi kelemahannya ada di kantong celananya, bentuknya hitam kecil. Sudah ku duga, dari permainan dia punya sedikit intrik culas.' batin Bimo.


Bimo berusaha mendekati Zack, untuk menendang salah satu kantong celana, sebab benda hitam itu jika terkena benturan sedikit, maka alatnya akan rusak dan tak berfungsi. Namun saat dua langkah Bimo ingin bertanya, seseorang datang dengan pakaian dalam putih lebar, bobotnya 220 kilo dan tinggi 182cm, diatas Bimo.


Dug… Dug … langkah kaki SUMO, membuat Bimo menelan saliva. Sebab tingginya lebih dari 18 cm darinya, membuat Bimo sedikit mendongak dan kecil bagai anak anak.


"Hahaha, selamat bersenang senang tuan Bimo, jika kau menang. Aku acungkan jempol!" Zack menertawai, dan duduk bak penonton, apalagi banyak orang ikut bersorak kala itu.


Teng.


Bimo nampak menghindar, dan sesekali melawan namun tetap saja berkali kali kalah. Hingga ia fokus, bertanya pada sistem yang hilang entah kemana, sebab ia tidak tahu harus memakai kekuatan apa. Jika jurus menghilang, maka akan terbongkar oleh banyak orang.


Fokus …


'Di sebelah kuping kiri, gigit dan patahkan melalui belalangnya, lalu hempaskan kepala SUMO itu kebawah, hingga membentur hidungnya ke ujung ring, itu akan membuat SUMO jatuh dalah hentakan sekali, dan anda menang Tuan.' sistem memberi tahu Bimo, sehingga Bimo waspada untuk melanjutkan aksi mengalahkan lawannya.


Satu ..


Dua  ..


Tiga .. 


Hiyaaaaaattt!!


Bugggggh!!


Kraaang!!

__ADS_1


Praaaakk!!


Bruuuuughhh!!


Jatuhnya Sumo, bagai gempa berkekuatan 6,2.


JeduaaaaaR!!


Sumo itu pun melotot terjatuh bagai kaku, hal itu membuat Bimo berdiri menoleh ke arah Zack, meski dengan wajah yang lebam dan berdarah darah. Apalagi terlihat penonton kaget, panik bercampur ketakutan pergi berhamburan sebagian.


Zack yang kesal, meminta Sumo lain datang, namun Bimo berhasil keluar Ring, menendang kantong celana yang berisi alat kecil kecurangan Zack, hal itu membuat Zack syok.


Tak lama beberapa anak buah datang dengan banyak pedang dan pistol mengarahkan ke arah Bimo, mereka ingin melawan Bimo, namun sekali hentakan Bimo dibantu Sistem.


Duaaaar!!


Jleeegeeuur!!


Sinar dari cahaya, dan kilat yang terbuka dari jendela besar, membuat petir yang menyatu ke arah jari Bimo, hingga mengeluarkan api, bahkan orang yang mengelilingi Bimo, mematung dan gosong.


Aksi Bimo, melawan banyak orang kalah dan gosong. Anak buah mereka semua mati, membuat Zack ketar ketir memohon pada Bimo.


"Anda boleh pergi, tolong jangan bunuh saya! Anda bisa pergi dengan motor yang tersedia diluar, saya janji tidak akan mengancam anda lagi master Bimo." 


Memohon Zack, seolah agar dirinya masih diberi kesempatan hidup.


Bimo pun senyum, ia berlalu pergi dibalik kobaran api ruangan yang menyala, membuatnya naik ke atas motor moge, dan membawanya pulang saat itu juga.


'King master, julukan yang keren. Thanks Zack, atas tantangan ini aku bisa bawa motor keren.' Bimo melirik ke arah Zack yang ketakutan, dimana kini Bimo pulang membawa keberuntungan.


Breeem ...


Breeem ...


Bimo pun pergi, dengan hati senang karena menang melawan tantangan Zack, si pria culas sombong.


TBC.


Hello All, dari bab awal hingga ke Lima, author sudah revisi ya dan bisa baca ulang. Delay Up, sebab tema ini author ikut sertakan lomba, semoga menjadi salah satunya di sukai.

__ADS_1


__ADS_2