
Di Klinik, Bimo tidak biasa kedatangan seseorang. Dimana itu adalah dua wanita yang cukup ia kenali, Bimo tersenyum niat hati untuk memberi pelajaran berharga, namun tertegun dengan langkah jalan yang sedikit di seret.
"Shasa pasien itu kenapa?"
"Dokter, sudah dua kali pertemuan pasien itu menunggu dokter Bimo disini, ia selalu tidur di samping loket .. katanya untuk meminta bantuan, sekaligus pengobatan. Katanya maaf! dia juga kenal dan tidak akan mempermasalahkan jika Dokter tahu."
"Baiklah biar saya datangi."
Terlihat langkah Bimo, dimana dirinya melihat beberapa perawat pria meminta pasien pulang, namun sang pasien bersikeras ingin tetap disini sampai ia menemukan orang yang ia rasa membantunya.
"Kalian jangan usir mamaku, kalian tidak tahu kan siapa kami. Jadi kerjakan saja tugas kalian semua." ujarnya.
"Maaf nona, namun bukan tanpa alasan. Sebaiknya tidak membawa tas gumpalan disini, dan tidur disini. Ini sama saja menggangu citra Klinik kami, tidak diperbolehkan pasien tinggal mengemper disini."
"Tapi kami tidak merugikan uang kalian kok .." ngototnya, dimana Bimo sudah dekat saat itu juga.
"Ada apa ini?"
__ADS_1
"Maaf dokter Bimo, kami minta maaf atas kelalaian kami sebab .."
"Baiklah saya mengerti .. tolong kalian bubar dan siapkan ruangan untuk dua pasien ini, agar tidak mengganggu antrian lain. Seharusnya jika seperti ini kalian cepat kabari saya, jangan tunggu ramai!"
"Maaf sekali lagi dokter Bimo, kami segera menyiapkannya."
Bimo menatap Kyle dan Emily yang saat itu menunduk mengenaskan, bukan tanpa alasan Bimo saat itu juga bertanya padanya.
"Apa yang kalian inginkan lagi? apakah uang yang dirampas tidak cukup?"
"Bimo .. eh .. kak Bimo, boleh kan saya bilang begitu, tolong mama Emily dia sakit parah, dan minta maaf! beri kami kesempatan, soal uang Roby kami tidak tahu menahu, dan kami juga disia siakan di jalanan. Tolong percaya aku kak!" isak tangis Kyle membuat Bimo tak percaya.
Bi .. Bi-bi ( Emily merasa malu, karena Bimo masih anggapnya bibi.)
Sebenarnya Emily juga tidak ingin menatap muka Bimo, karena rasa malunya pada Bimo yang sering menindasnya, namun perkataan Kyle dimana dirinya harus mau menurunkan egois dan malu karena sakit yang parah.
Beberapa jam setelah Bimo meracik herbal, dirinya masih melihat jam masih ada waktu untuk ke perusahaan lain mengecek audit karyawan yang bermasalah, sebab sudah banyak kehilangan uang yang membuat Bimo sedikit kesal, bukan tanpa alasan, Bimo ingin mengganti staff dan orang orang bermasalah pada perusahaannya, sudah mendapat gaji yang lumayan tapi masih saja korupsi, sehingga hal ini harus Bimo benahi.
__ADS_1
Tap ..
Tap ..
Langkah kaki Bimo pada ruangan vvip dimana disana sudah ada Kyle dan Emily yang terbaring, dia batuk batuk parah dan mengeluarkan darah kental pada mulutnya.
Uhuuk ...
Uhuuuk ...
"Mama bertahanlah, Kyle akan lakukan agar Bimo mau menyembuhkan mama, apapun itu akan Kyle lakukan."
"Benar .. akan lakukan apapun? bagaimana kamu membayarnya jika aku bisa menyembuhkan Emily?"
Kyle menoleh ketika Bimo sudah berdiri di hadapan nya, bahkan bukan tanpa alasan Kyle memohon dan akan bekerja apapun itu dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan fatal, bersikap baik tanpa mengenal orang itu seperti apa.
"Keluarlah! dokter akan memeriksa dan memastikan Emily sembuh."
__ADS_1
Hal itu membuat Kyle penuh rasa terimakasih, setelah berada diluar. Kyle menoleh dan menatap satu wanita berjalan ke arahnya dengan tatapan kaget.
TBC.