
Bimo sedikit memijit keningnya, di sini ia tidak fokus meracik obat. Namun sistem membantu Bimo, menyelesaikan obat yang harus ia kirim 1000 pcs ke negera sebelah, maka Bimo lebih tertarik sibuk mencari klien yang bekerja sama pada Klinik nya semakin besar, terlebih kemampuan Bimo adalah mengobati orang sakit dengan metode herbal yang tak biasa, dari sinilah Bimo merasa jika kemampuan dirinya lebih baik, dicari dan dibutuhkan karena keahliannya.
Bimo melihat lagi foto keluarga yang ia simpan dan satu satunya Kakek An, simpan. Dirinya merasa bingung, mengapa foto mendiang ayahnya memegang tangan seorang gadis kecil, hal inilah yang membuat Bimo semakin penasaran.
'Aku harus cari tahu soal ayahku pergi, dan gadis ini .. bisa saja tahu? kenapa aku tanya Kakek, kakek tidak pernah menjawab.' batin.
Bimo beberapa jam memastikan herbal obat yang salah satunya, bisa menyembuhkan Emily. Benar hidup dalam dendam rasanya tidak enak, bahkan Bimo sendiri saja ingin pulang malas, akan tetapi melihat percobaan pembunuhan yang dilakukan Emily dan Kyle saat itu pada sang kakek, rasanya tidak bisa melupakan dan mengizinkan mereka tinggal lebih lama, maka dari itu Bimo akan meracik sendiri agar Emily sang bibi, yang dulu pernah jadi mertuanya itu segera sembuh dan tak lagi tinggal di mansion.
"Sistem .. " lirih Bimo.
"Ya Tuan, apa ada yang saya bisa lakukan?"
"Apa ada obat untuk menghilangkan rasa sakit disini! rasanya pencapaianku menjadi sia sia, sebab aku sepi .." menunjuk hati.
Sistem .. Mencerna!!
Eye contact Sistem dan mata Bimo saling berhadapan, Sistem menyala pada bola mata robotnya, ia memulihkan pencernaan yang Tuan nya alami saat ini.
__ADS_1
Loading ...
Proses ...
Pemindaian .. Selesai.
"Transfer hati kebaikan sudah berhasil di pindai, Tuan berhentilah menyiksa diri. Jadilah pemaaf, sehingga Tuan bahagia. Kaya tapi menyiksa diri, tidak membuat hidup anda bahagia. Itulah yang sia sia ..."
Ding ...
Hal itulah yang membuat Bimo merasa diam, ia jauh lebih tenang saat Sistem mentransfer kekuatan hati.
Beberapa jam pun berlalu, Bimo segera meraih jas dokternya. Setelah beberapa saat ia mengontrol pasien di ruangan khusus yang telah diperiksanya ia segera akan pergi, sebab sisanya akan ada dokter ahli yang membantu Bimo di Klinik keluarga ini.
Hal yang membuat Bimo yakin, adalah ia harus membuka lembaran baru, yakni persoalan asmara yang mungkin kakek inginkan, sebab mungkin akan lebih berwarna jika ia hidup tidak terus menerus mencari pundi saja, meski tinggal 20 % lagi seluruh pundinya akan menghasilkan uang untuknya, jadi Bimo rehat sepuluh tahun lebih pun, ia tidak akan jatuh miskin.
"Suster Shasa .. kenapa kamu disini?" tanya Bimo, yang melihat kembali suster kepercayaannya, kembali ke Klinik bukan di mansion.
__ADS_1
"Maaf dokter! tapi nona Alexa ada disana, dan ia bilang tidak pergi. Jadi saya kembali pada pekerjaan saya saja."
"Ah, begitu. Baiklah, kalau begitu lakukan tugasmu seperti biasa saja, saya akan keluar. Tolong pastikan Klinik ini aman, jika ada kendala hubungi saya jika benar benar mendesak tidak bisa ditangani."
"Baik dokter, lagi pula di Klinik ini banyak dokter ahli yang berdedikasi tinggi, dan kompeten kepercayaan dokter Bimo. Permisi."
Bimo pun mengangguk saat suster memperlihatkan gerik tak enak, ia kembali pergi menuju perusahaan Pom 7, dimana paman Brian sedang menunggunya. Namun ada yang aneh, saat itu Angel menelpon nya berkali kali, meski Bimo abai, tetap saja menelpon lagi.
"Pom 7, seperti biasa! 20 menit sampai, cari jalan yang tidak macet!" ujar Bimo pada supir, dimana Bimo men silent ponselnya.
"Baik Tuan."
Di perjalanan, ada yang aneh membuat mata Bimo tertuju pada pria sedikit gondrong, entah mengapa ia mirip dengan seseorang.
"Berhenti disini .. pak!" perintah dadakan Bimo.
Striiithh!!
__ADS_1
TBC.