Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Dibantu Bimo


__ADS_3

"Alexa ... ?" lirih Kyle yang sedikit malu.


Bukan tanpa alasan, saat itu Alexa juga terkejut ketika ada Kyle di klinik mas Bimo.


"Kyle, kamu kenapa bisa sampai disini?" tanya nya dengan penuh tatapan tidak biasa.


"Alexa bantu aku! kamu pasti sudah hidup bahagia kan dengan Bimo? aku mohon, bantu agar kami bisa tinggal di mansion lagi. Kami janji akan turuti semuanya, bersih bersih asal kami punya tempat tinggal yang layak, juga makan sehari hari. Mama Emily tidak sehat, kamu harus bantu kami Alexa!" penuh harap.


Kyle memohon pada tangan Alexa yang saat ini membawa lunchbox, entah atas dasar apa lagi, Alexa yang prihatin kondisi Kyle, ia juga tidak bisa berkutik karena posisinya benar benar tidak kuat.


"Tenanglah kak! aku akan coba semampu ku! lantas kakak di depan kamar vvip ini, kenapa bisa?"


"Bimo di dalam mengecek kondisi mama Emily! kamar ini ia yang sediakan, kami sudah menunggu Bimo berhari hari, syukurlah ketemu juga dengannya."


"Kenapa kakak bisa tahu Klinik Bimo disini?"


"Panjang Alexa .. nanti kakak akan ceritakan kenapa kami tahu, dan kami kesini pun penuh perjuangan." ujar Kyle dengan isak tangis.


Sementara di ruang perawatan! Nampak Bimo menyalakan senter kecil, mencoba mengecek pupil mata Emily, dimana paru paru di tempelkan satu alat bulat yang tersambung selang. Bimo dengan bantuan system ia dapat tahu keadaan pasien sebenarnya dan sudah separah apa.

__ADS_1


Ding ...


Ding ...


Loading ...


Pengecekan Pasien Dengan Bantuan System ...


Loading ...


Nama : Emily 46 tahun.


Warna rambut : Merah keputihan.


Obat Herbal Yang Ampuh : Kelelawar berusia 8 bulan dengan gingseng dan campuran Cengkeh alami, Jahe untuk pengobatan herbal yang bisa dicampurkan dalam bentuk minuman.


Ding ...


Pengecekan Selesai.

__ADS_1


Bimo kembali terdiam, ketika obat tak biasa untuk sang bibi adalah herbal yang langka, lagi pula kelelawar berusia 8 bulan, yang paling tak biasa adalah ia harus cari di daerah pegunungan yang gersang, dari goa sarang lah yang sehat dan alami di alam bebas untuk campuran obat yang ia buat kelak.


'Astaga racikan obat kali ini tak biasa, separah itukah obatnya harus aku cari.' batin Bimo, yang kali ini menatap Emily.


"Bi-mo apakah keadaan ku parah? andai bibi memohon, lebih baik cabut saja nyawa ini ketimbang malu dan menyusahkan kamu Bim."


"Bimo apa ada racun mematikan agar bibi cepat pergi dari bumi ini, sungguh bibi sangat malu dan menyesal. Huhuhu ..." tangisan Emily membuat Bimo melepas sarung tangan medis.


"Sudahlah bi! bibi akan sembuh, Bimo pasti akan menemukan herbal yang ampuh agar bibi sehat! Bimo harus tinggalkan bibi dan tempat ini kalian bisa tinggal bersama Kyle. Tapi Bimo minta jangan buat onar! Bimo akan kembali untuk meneliti obat agar penyakit itu pergi tak kembali."


"Hah .. benarkah aku akan sembuh?"


"Sembuh itu pasti, anggap saja kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. Dan ini tidak gratis, bibi harus katakan dimana Roby menantumu yang paling anda sayangi Bi!" senyum Bimo, sebelum ia pamit.


Hal itu membuat Emily terasa sesak, mengingat nama Roby yang pernah ia sanjung. Ternyata tega membuat ia trauma dan berusaha ke Klinik ini, jika bukan karena Kyle meyakinkan ini adalah Klinik Bimo, ia tidak ingin datang memohon pada Bimo, ibarat dirinya menjilat ludah sendiri. Sebab perlakuannya pada Bimo dahulu sangat fatal, dan kali ini berani datang karena finansial mereka benar seperti gembel, apalagi kesehatannya sangat tidak baik.


Tap ...


Tap ...

__ADS_1


Langkah Bimo kembali, hal itu membuat Emily terkejut saat Bayangan Bimo terlihat menyeramkan memegang sesuatu.


TBC.


__ADS_2