Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Hati Yang Aneh


__ADS_3

Bimo bukan tanpa alasan, yang kini berada dalam gedung tinggi, dimana secangkir kopi Brian memberikan satu gelas putih mirip warna keramik, untuknya minum di siang hari. Bukan tanpa alasan Brian pun menoleh saat Bimo sejajar melihat pemandangan di atap rooftop perusahaan.


"Pernah kau bermimpi bisa menguasai kekayaan An. Pernah bermimpi kamu ternyata cucu aslinya?"


"Kenapa paman bicara seperti itu, apa paman iri?" melirik Bimo.


"Menurutmu?"


"Hmm .. tanpa mengurangi rasa hormatku paman, sebenarnya bagaimana paman sendiri bisa tidak tahu, jika aku disembunyikan kakek An rapat rapat?"


"Hah, kamu salah Bimo. Paman sudah tahu, karena kesepakatan paman pada An, adalah mendapat 20% saham yang didirikan, selain itu mendiang ayahmu lah yang membawa paman pada kakek mu. Jadi untuk apa paman iri, justru selama 20 tahun paman harus berpura pura bodoh, untuk tetap membuat dirimu berada dalam asuhan supir. Awalnya paman suka melihat kamu disana, karena paman bisa menikmati seperti bos. Tapi bos yang utama sudah datang tepat disamping paman."


"Hahaha, paman lalu aku jadi tertarik kisah paman dengan ayahku. Apakah sedekat itu paman pada mendiang ayahku, lalu jika dekat dimana paman saat itu yang mana ayahku tewas oleh masa?"


Deg.

__ADS_1


Brian terdiam, ia meletakkan secangkir kopi dan mencoba mencari alasan untuk Bimo tidak mengungkitnya, namun Brian berharap masalah dirinya dengan Hero tidak pernah terkuak.


"Paman sedang perjalanan singapore, dan paman tahu setelah kakek mu memberi kabar dia tewas tak jauh dari gudang gamers."


"Seperti apa gudang gamers paman?"


"Untuk apa kamu tahu, bukankah kamu pernah bertarung disana. Hey Bimo! langkah gerak gerik kamu keadaan sulit pun, paman tahu. Hanya saja itu gambaran untuk hidupmu jauh lebih baik, ketibang kamu tidak mengalami kesulitan. Kamu akan bergantung pada orang, bahkan asisten wanita di Klinik."


Isssh!!


"Kita akan meeting, bersiaplah! setelah meeting selesai kita akan ke kalimantan usaha tambang mendiang ayahmu, sudah lama kakek menggeluti perusahaan awal, dimana uang 1000 triliun ia dapatkan dari gamers ia inves ke saham tambang emas. Jadi dana yang kamu dapat 5000 triliun, adalah dana setelah dikelola kakekmu dan paman. Sehingga banyak anak perusahaan tidak hanya satu sumur kamu bergantung untuk menghasilkan pundi pundi lainnya."


Bimo sendiri nampak bingung, sebab masih banyak yang ingin ia gali soal masa lalu ayahnya dan sang kakek. Terlebih ia harus punya bibi Emily dan Paman Brian, yang Bimo ingin usut identitas mereka dari mana. Bahkan Alexa sekalipun, hanya saja saat ini kemarahannya pada Alexa entah kenapa tanpa sebab, melihat dirinya sama seperti wajah yang menyakiti tak menghargai ketulusannya dahulu.


"Sudah siap untuk bertemu klien besar?" tanya Brian.

__ADS_1


"Tentu .. siap untuk mengenalkan diriku siapa sebenarnya, sudah seharusnya bukan paman. Setelah ini aku pastikan semua terpantau, meski di mansion, Klinik sekalipun aku lihat, mereka akan bekerja dalam pengawasanku."


"Terlalu percaya diri, jika gagal kembali lah pada Alexa, sepertinya anak itu sangat menyesal dan ingin merebut hatimu."


"Paman jangan bicara hal lain selain perusahaan."


"Untuk apa paman bicara asal, memang tidak lihat di ruangan mu selalu ada sepucuk surat, bunga hitam pekat dengan mawar merah, disematkan diatas lunchbox. Apa selama ini kiriman surprise tidak kamu lihat dan makan Bimo ...?" melirik Brian, yang melihat Bimo seperti batu.


"Apa maksud paman, jangan berlebihan. Alexa tidak seperti itu, lagi pula dia akan bebas. Tetap menjadi cucu angkat kakek adalah terbaik untuk saat ini."


"Ahahaha, dasar hati seperti batu. Jika benar lakukanlah tapi setelah menyesal, gadis itu pasti sudah di lamar."


Bimo merasa lucu kala paman Brian seolah meledeknya, hingga ia berusaha tak menghiraukan perkataan Brian soal Alexa yang menaruh hal spesial, hal itu membuat ia kesal yang akan terbang ke Kalimantan.


'Astaga kenapa aku ini, fokus Bimo. Cinta pada Alexa pasti sudah mati, aku hanya penasaran saja. Ya! pasti karena penasaran saja soal ucapan paman gila ini.' gerutu Bimo yang seolah berusaha santai di depan Brian.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2