Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Mengusir atau Bertahan


__ADS_3

Di luar, Robi dibuat kejang ketika melihat mertuanya pingsan, bahkan kerap berkata pada Kyle, atas apa yang malam ini ia lihat dan dengar hanya mimpi, atau kehaluannya saja.


"Kyle, paman Ceo sedang bercanda kan. Hahaha, mana mungkin semua ini miliknya?"


"Robi diam lah! mama ku sedang syok, aku juga tidak mengerti kenapa mama bisa sesak nafas begini, padahal mama ga punya riwayat asma." jelas Kyle, pada suaminya.


Dimana Emily saat itu berada di kamar sedang di cek oleh dokter, karena Alexa langsung menelepon meminta bantuan. Sehingga nampak sekali setelah selesai, Emily melirik Alexa saat itu juga.


"Alexa, mama tidak sangka semua ini terjadi, orang yang mama benci hadir, mama bersalah dan tidak rela jika si Bimo itu mewarisi milik kakek. Bantu mama, untuk hancurkan Bimo!"


"Mah cukup! aku juga sudah tahu semuanya, aku bukan anak kandung mama, hanya Kyle yang mama sayangi. Lagi pula, Bimo memang sudah sah cucu kakek An, aku yang cucu angkat kan. Kenapa mama bohongi Alexa, tidak terus terang hingga sejauh ini. Asal mama tahu, Alexa benar benar kecewa. Bahkan mama tahu, kemarin Alexa mencoba bertemu Klien, untuk menjual perusahaan kakek diam diam, semua karena hutang mama. Mama lupa, tiga pria yang datang Lusa lalu, menagih uang 2 triliun, hanya satu cara jual mansion ini, atau salah satu perusahaan kakek."


Deg, terdiam Emily. Benar, memang Alexa bukan anaknya. "Kamu bicara apa Alexa, kamu tahu berita itu dari mana?"


"Udahlah mah, yang jelas. Kita terusir dari sini, sudah pasti. Apalagi kalau paman Brian sampai tahu, jika klien mengadu, Alexa pernah  menggadai mansion ini, untuk biaya glamor mama. Sekarang, kita terlilit banyak hutang. Jika sampai pada telinga mereka, kita sudah pasti terusir."


"Kamu bisa dekati Bimo, baiki dia saja. Tapi setelah dia percaya, kamu ambil beberapa harta dari suami mu Alexa, ayolah! kamu bantu mama!"


Emily seolah memohon, namun Alexa melepas tangan sang mama dan berkata." Mah, cukup kelicikan mama seperti ini, Alexa tidak akan jahat pada mas Bimo, meski Alexa juga akan diceraikan karena ulah mama. Jadi berhentilah ocehan mama yang tidak masuk akal, selain itu hanya minta maaf yang bisa kita buat agar tidak terusir tanpa apapun."


Mendengar hal itu, Emily kesal terhadap Alexa yang sering membangkang padanya, namun ia merasa tidak terima sebagai anak Ansara, akan tetapi Bimo yang mendapat keuntungannya.


Alexa pergi meninggalkan sang mama di kamar, dimana Kyle dan Robi nampak tajam melihatnya akan keluar, bukan tanpa alasan kakak dan iparnya itu masuk mendekati sang mama.


Perlahan langkah Alexa yang akan turun dari anak tangga, terlihat seseorang berdiri dan memanggilnya.


"Alexa! bisa kita bicara di dalam?"


"Paman Brian, masih disini. A-aku .."


"Sebentar saja, ada yang paman ingin bicarakan hal penting!" 

__ADS_1


Alexa menatap ruangan pribadi sang kakek, dimana itu adalah ruangan kerja sang kakek saat ia sehat. Tepat di sebelah kamar kakek An, yang mana Alexa berdiri kaku, bahkan keringat dingin menyeruak. Sudah pasti karena Alexa takut, jika paman itu mengetahui rencana Alexa beberapa hari lalu, apalagi jika masih ada Bimo, entahlah mungkin Alexa ingin pergi jauh saja.


Sampailah di rungan kerja sang Kakek, dimana Bimo senyum menatapnya.


"Ada apa ya paman, kenapa Alexa di panggil ke sini?"


"Duduklah Alexa, paman hanya ingin tahu perihal klien Baskoro, apakah benar kamu memberi penawaran ini .. ?" sebuah berkas penting.


Deg.


Itu adalah penawaran kerjasama, dimana Alexa ingin meminjam uang dan menggadaikan sertifikat mansion An, namun memang saat itu hanya fc an saja, tanpa jelas Alexa melihat pasti.


"Paman, maafkan Alexa! sebab Alexa benar benar mendesak, dimana Alexa butuh uang. Tapi, semua tidak jadi karena banyak berkas yang kurang komplite. Maaf, jika Alexa sudah lancang." 


"Lihatlah di samping kamu Alexa, maaf lah pada pria di sampingmu. Mansion ini, perusahaan kantor itu sudah tertera milik Bimo Setiawan, mengapa kakek tidak memberitahu, kamu bisa tanyakan langsung. Yang jelas, masalah intern yang membuat kakek Ansara merahasiakan semua ini."


"Bimo, aku minta maaf. Aku berniat menggadaikan dengan alasan pengobatan kakek, tapi nyatanya aku terlilit hutang. Mama ku dan Kyle banyak membuat tagihan, sehingga beberapa hari lalu kami di ancam, jika tidak membayarnya .."


"Aku lunaskan hutang mama mertuaku sekali ini saja, dengan catatan ..."


Wajah Alexa mendongak, kala jemari Bimo mengangkat dagunya. "Syarat .. apakah kamu akan usir kami Bimo, sebab kenyataannya kamilah bersalah selama ini padamu, a-aku hanya istri bodoh. Aku akan mengemas untuk pergi saat ini juga."


"Hey! istri cantikku, kamu bisa tetap di rumah ini. Asalkan kamu bekerja denganku mengurus kebutuhanku kerja, dan persiapan apapun di saat aku pergi kemanapun yang berhubungan dengan bisnis."


Deg.


"Bimo kamu serius ..?"


"Hmmm... serius masa bohong, lagi pula .." mencoba mendekat.


"Ehm .. Hey anak muda, kalian bisa tidak jaraknya tidak sedekat itu, lupa masih ada paman tua disini?" sorot Brian, membuat Bimo tertawa meminta maaf karena melupakan keberadaannya.

__ADS_1


"Paman aku berterimakasih, kau adalah pria yang tegas. Maka aku berharap kedepannya kita tetap selalu saling mendukung, terimakasih sudah menjaga Kakek dan keluarga ini, apalagi perusahaan selalu berjalan dengan baik."


"Tak masalah, pergi lah ke kantor besok! akan aku kenalkan bos sesungguhnya pada karyawan dan staff lain, kedepannya kau akan lelah Bimo, siapkan mental dan "


"Baiklah, semua sudah Bimo tanda tangani. Tapi jangan lupa, paman harus bantu aku untuk membuka klinik pengobatan alternatif."


"Tentu, pastinya klinik semewah rumah sakit di ibu kota. Paman akan siapkan segera. Kalau begitu paman pamit, dan Alexa masalahmu dan keluargamu yang lain, kamu selesaikan dengan pria di depanmu ini. Paman permisi tidak bisa ikut campur ke ranah pribadi, selain kantor dan perusahaan paman akan bantu handle." Brian pamit, dimana kali ini mungkin Brian akan menjadi tangan kanan Bimo, ketika kakek tidak aktif lagi mengurus bisnisnya.


"Bimo, masalah pencurian, dan perlakuan kasar. Aku minta maaf, aku malu jika masih tetap tinggal disini!"


"Aku tidak sekejam yang kamu pikirkan Alexa, ayo kita temui yang lain!"


Eh .. yang lain?! lirih Alexa, yang ia kira Bimo akan marah seperti pria pada umumnya.


Dan saat Alexa sudah keluar, terlihat yang lain sedang duduk di sofa dengan wajah yang suram, dimana melihat Alexa dan Bimo turun saat itu juga.


"Kau sedang menipu kami kan Miskin?" teriak Robi, seolah tidak percaya kebenaran Bimo.


"Jaga ucapan mu kakak ipar, atau kau tidak ingin menginjak mansion ini lagi, jika mau bertemu istrimu. Atau jabatan supir mu, sudah tidak dibutuhkan lagi. Lagi pula, aku perlu membersihkan orang orang toxic di mansion milikku, termasuk pembantu dan pekerja dan security juga." senyum lebar terlihat nampak, bahkan Bimo duduk di sofa dengan melebarkan kedua tangan, dan satu kakinya saat duduk di angkat menyilang.


Hal itu membuat security Paijo dan satu lagi terlihat ketar ketir, yang pernah menyinggung Bimo, terancam di pecat.


"Alexa, aku pekerjakan sebagai asisten khusus ku. Ehm .. bentuk hutang mama mertuaku sebesar 2 triliun, kalian bisa lihat. Semua aset atas namaku, jika kakek sadar pun, itu tidak akan merubah kenyataannya. Mama mertuaku adalah bibi angkat ku, apa bibi tahu jika bibi hanya anak angkat kakek, karena ayahku meninggal sepuluh tahun silam, dan kakek adopsi bibi yang sebatang kara. Terlepas dari itu, aku minta maaf semuanya akan di beberkan. Jika kalian masih ingin tinggal di sini, kalian harus jadi pekerja pengganti irt dan satpam yang aku pecat. Bagaimana Robi, kau mau jadi satpam, Kyle memasak di dapur, dan mama uuupps .. bibiku bersih bersih, bagaimana ..?"


"Kau kurang ajar sekali Bimo." Lirih Emily, namun Bimo hanya senyum dan pergi.


"Mama, mas Bimo benar. Dan komunikasi kita tidak akan senyaman dahulu, yang jelas Alexa ingin merawat kakek disini, jadi Alexa terima tawaran untuk mengurus keperluan mas Bimo dan menjaga kakek, tanpa bayaran pun yang penting kita masih bisa makan dan tidak kehujanan. Semua terserah mama, dan kakak ingin menerima tawaran mas Bimo mengganti pekerja yang di pecat atau pergi dari sini tanpa sepeserpun .."  jelas Alexa dan berlalu.


Hal itu membuat lemas Emily, Kyle dan Robi. Setelah Bimo pergi saat itu juga, dimana Alexa setelahnya mengekor langkah Bimo.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2