Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Keluargaku Berubah


__ADS_3

Kepergian Bimo, saat itu membuat Alexa berfikir jika Bimo benar benar mencuri, dimana ia rawat dan sembunyikan. Bimo malah pergi, tanpa menunggunya!


'Bimo, kau membuatku cemas. Dimana kau saat ini, bahkan luka lukamu itu belum sembuh sepenuhnya! apa karena mansion terlihat menyeramkan, sehingga kamu kabur tanpa menunggu ku.' batin Alexa, ada rasa cemas saat Bimo siuman kabur dari rumah kecilnya, yang sengaja ia rawat sembunyi dari sang keluarga.


Sudah sepekan juga, Alexa meratapi sang kakek yang terbaring di rumah sakit dan kini dibawa pulang dengan bantuan alat medis. Apalagi saat ini ia sering bulak balik, ke berbagai rumah sakit, dan kantor polisi. Apakah Bimo sudah ditemukan, namun hasilnya adalah mengecewakan bagi Alexa untuk bisa menahan pencuri di jeruji besi.


Alexa yang meninggalkan sang kakek di kamarnya, dengan banyak alat infus dan alat medis kedokteran lengkap, membuat ia harus mempercayakan pada suster, untuk menjaga kakek An, dan juga memberi kabar jika kakeknya ada perubahan.


Hingga sampailah di kantor polisi, nampak sekali Alexa menunggu keputusan kepolisian.


"Pak apa tidak ada kabar tentang Bimo?"


"Untuk saat ini belum, sesuai perintah iklan besar besaran. Kami segera menangkapnya bu Alexa."


"Baiklah, penjarakan dia dengan cepat begitu ketemu. Agar tidak ada korban lagi pak!"


"Baik bu Alexa. Dan bagaimanapun jika tersangka Bimo ditemukan, dia akan dipenjara dengan pasal 367. Belum dengan kasus penggelapan barang narkotika. Apalagi data ini nama anda yang buat, aneh deh ibu ini." cetus petugas itu.


"Narkotika, saya tidak membuat laporan barang haram, kalau begitu saya permisi. Jika bukan karena mama, saya tidak ingin sempatkan kemari." sombong Alexa, karena kesal akan kasus Bimo.


Terlihat kesal sang polisi saat Alexa meraih tasnya dan berlalu begitu saja. Dimana Alexa sudah pergi dengan tangan kosong. Kabar apapun tak ia temukan, sehingga Alexa memutar cara, ia segera menuju ke tempat rumah lama, berharap dirumah keluarga Bimo dari sang paman Bimo ada disana, namun setelah sampai sana pun, ia tak tahu lagi karena rumah tua itu sudah kosong sejak dua tahun lalu, sehingga para tetangga pun tak ada yang tahu dimana keberadaan keluarga Bimo tinggal.


'Bimo, kamu harus aku temukan. Agar kamu tidak menjadikan keluarga lain tumbal, kamu harus masuk penjara karena mencuri.' batin Alexa.


Tling.

__ADS_1


Saat Alexa menangis, tiba saja notif pesan dari dokter Farhan. Dimana saat itu ia mengatakan tidak bisa lagi menjadi dokter keluarga An, dimana ia harus pindah luar kota dalam waktu tidak bisa di tentukan.


Tentu saja ini membuat Alexa kesal, mencari dokter pengganti untuk sang kakek yang terbaring di rumah dengan penyakit serius, struk dan komplikasi yang sulit cepat sembuh, andai sang kakek siuman pun, seluruh badannya akan sulit bergerak, dan tak bisa berbicara.


Alexa pun pulang, dimana saat ini ia menemui sang mama dan berkata.


"Mama, dokter Farhan sudah tidak bisa lagi merawat kakek, apakah mama tidak cari dokter lain untuk kesembuhan kakek?" tanya Alexa, saat itu Emily sedang asik maskeran dengan penutup mata memakai timun.


Alexa terus saja berbicara membuat sang mama kesal dan melotot.


"Alexa dengar mama ya! mama yang suruh dokter Farhan untuk tidak merawat kakek An lagi, bagaimana pun dia udah tua. Dari pada harus membayar mahal, mending buat shoping. Kalau kamu mau sewa dokter, pake uang kamu sendiri. Kerja dan urus saja kakek kamu. Kalau kamu tidak bisa buat kakak ipar mu jadi manager di kantor, jadi buat saja kakek cepat mati."


"Mama, jahat sekali."


Hah, tak percaya bagi Alexa saat ini, sehingga ia benar benar tidak yakin kenapa sang mama pilih kasih pada dirinya dan sang kakak bernama Kyle, jelas sang kakek bicara jika ia adalah saudara sekandung, anehnya perlakuan mama padanya berbeda sekali.


"Hahaha .. itu sudah takdirmu, dasarnya kau itu memang ditakdirkan kesepian karena membantah pada mama."


"Kyle! Ayo ikut mama ke kamar, biarkan Alexa bicara semaunya." ujar Emily, yang hampir saja Kyle bicara sesungguhnya, namun di tepis untuk tutup mulut.


Alexa pun kembali ke kamar kakek An, dimana ia meratapi kekesalan dan kekecewaannya pada dirinya yang tak bisa berbuat apa apa.


"Kakek ayo sembuh, bagaimanapun Alexa akan buat kakek sembuh, hanya karena Alexa tidak bisa membuat Robi masuk ke kantor, mama berubah sikap pada Alexa." tangis Alexa pecah saat ini.


Alexa mengeluarkan ponselnya, dimana layar itu terpampang foto Bimo, pria yang selalu membuat dirinya bahagia dan aman di mansion, adalah Bimo dan sang Kakek, namun keberadaan mereka kini memprihatinkan, Bimo di bawa ke kantor polisi dan mungkin sudah kecewa berat padanya, sehingga Alexa benar benar harus merubah kenyataan.

__ADS_1


'Bimo, maaf tapi kenyataannya kamu mencuri, dan aku bingung untuk percaya pada siapa, karena dia keluargaku. Tidak mungkin mereka berbohong jika kamu memang pencurinya. Apalagi setelah aku temukan, kamu malah pergi.' batin Alexa menatap foto Bimo.


Setelah beberapa saat, kini Alexa pergi keluar meninggalkan kakek An, dimana saat ini ia telah membersihkan beberapa bagian Tubuh sang kakek, dimana tangan dan kaki serta wajah, telah Alexa basuh dengan lap bersih sedikit basah.


Alexa juga membuka jendela, dimana tirai sedikit ia buka, agar sang kakek mendapat pencahayaan yang pas. Memeriksa beberapa monitor, dan sebagian obat obatan sang kakek.


"Kakek, Alexa akan merawat kakek. Tapi maaf, jika beberapa jam Alexa tidak ada di samping kakek, Alexa akan mencoba mencari pekerjaan paruh waktu setelah mengurus kantor, semua agar obat obatan kakek tercukupi. Apalagi kondisi perusahaan benar benar tidak baik semenjak kakek sakit." isak tangis Alexa, lalu meraih tasnya.


Hingga dimana Alexa keluar, ia mengunci pintu kamar sang kakek. Bahkan tak ada lagi yang ia percaya, namun melirik jam yang hampir siang, Alexa berusaha sekali bertahan, dimana kata kata sabar adalah buah manis dari kepahitan hari ini, jika esok masih sama, maka ada hari esok lainnya yang mungkin Alexa akan bahagia pada waktunya.


"Mau kemana kamu Alexa?" tanya Kyle.


"Aku ada urusan kak, Kak boleh enggak aku nitip kakek, tolong bantuin jaga kakek di dalam, Kakak hanya menunggu saja. Alexa janji ga akan lama."


"Ah, males deh. Sorry!"


"Hahaha .. udah tua, itu mah mending tinggal tunggu papan lisan aja, gue sih dibayar satu jam sejuta pun ogah buat bantu nungguin kakek bau tanah yang bentar lagi mau mati, capek capek. Mending gue ke salon, dari pada nungguin orang sakit."


Deg.


Ada rasa tak percaya bagi Alexa, tidak sang mama .. dan tidak juga sang Kakak, benar benar mulutnya tajam, tak punya perasaan bersikap tega, hanya karena satu alasan yang belum Alexa penuhi. Sehingga kasar sikap mereka, membuat Alexa bingung apakah Bimo benar mencuri atau di fitnah oleh keluarganya sendiri.


"Baiklah, Alexa akan jaga kakek, Alexa tidak akan pernah minta bantuan siapapun."


"Yap, jangan harap kamu tidak buat kakak ipar mu masuk jadi manager di kantor kakek, maka sikap kami akan seperti ini Alexa. Jadi cepat pergi temui paman Brian ya. Bye .." teriak Kyle, saat itu membuat Alexa memijit kening.

__ADS_1


'Lagi lagi karena Robi harus jadi manager, kenapa tidak kakak saja, kenapa harus lewat aku?' batin Alexa bingung.


TBC.


__ADS_2