
Melihat dari jendela, sang kakak dan mamanya pergi membawa tas begitu saja. Membuat Alexa tidak tega, namun ia tidak bisa berbuat apa apa sebab dirinya berat karena Kakek Ansara belum terbangun, terlebih Alexa ingin sang kakek bicara, kebenarannya jika ia memang cucu angkat, Alexa ingin tahu dirinya dari keluarga seperti apa, bagaimanapun tinggal di mansion membuat Alexa seperti asing setelah tahu dirinya cucu angkat.
"Kau sedih aku usir mereka?" ujar Bimo yang tiba saja datang.
Alexa menghapus air matanya, lalu menoleh dari balik jendela.
"Euum .. soal itu a-ku tidak punya kuasa, lagi pula kesalahan fatal mereka tidak bisa mudah di maafkan begitu saja."
"Lalu kenapa kamu menangis?"
Bimo mendekat, sehingga nampak pria jangkung itu kini melekat menatap bola mata Alexa yang indah saat ini juga. Entah kenapa perasaan Alexa merasa berdebar, entah kenapa perasaan asing dahulu membuat Alexa gundah jika dekat. Bahkan saat ia berada di kantor ingin melihat peresmian Klinik baru keluarga Ansara, entah kenapa Alexa sedikit kecewa karena mas Bimo meminta dirinya pulang.
"Kenapa diam ..?"
"Klinik .. bagaimana apakah berjalan dengan lancar?"
"Ya lancar tanpa hambatan, harusnya kamu ada disana. Maaf aku meminta kamu pulang."
"Bukankah sudah ada yang lain, lagi pula aku akan bersiap. Apa boleh menjenguk kakek di ..?"
"Kakek sedang pemindahan ke klinik baruku! Kamu bisa kapan saja datang, terlebih aku akan selalu berada disana meracik obat khusus."
"Asisten kamu butuh semacam asisten atau suster .. apa kamu sudah mencarinya?"
"Sudah .. aku tugaskan suster Shasa sekaligus membantuku merawat kakek! Jadi jangan pikirkan hal bodoh! Emily itu bibiku, dia bukan ibu kandungmu. Jangan lagi berbaik hati, jelas jelas mereka membuat kehidupanmu suram. Apa mereka adil memperlakukanmu selama ini, jadi pikirkanlah yang lain?"
Deg.
Alexa terdiam, ketika lontaran Bimo membuatnya sadar. Bimo pun meraih rompinya dan segera pergi, dimana Alexa terdiam begitu saja. Entah apa kali ini pikiran Alexa serba salah, sebab ia statusnya masih istrinya mas Bimo, sebab Bimo tak ingin hubungan ini berpisah dan memulai kembali dari awal dan alami tanpa memaksa, tapi Alexa jadi bingung untuk memulai dari mana ia bisa membantu kegiatan Bimo, rasa canggung dan malu karena perlakuan cueknya, terlebih fitnah sang mama dan perlakuan lain yang ia sering lihat, tapi Alexa hanya diam saja.
'Kamu tidak tahu, bagaimana rasanya jadi aku Bimo. Ini bagai kehidupan yang menjadi tamparan bagiku, untuk bisa memperlakukan sesama dan tidak cuek melihat orang seperti mu tertindas.' batin Alexa, tidak sadar Bimo sudah melangkah jauh.
__ADS_1
"Mas Bimo .. tunggu! Apa mau makan siang, biar aku buatkan. Kamu mau apa biar aku buatkan dan bawakan?"
Melihat Alexa mengejarnya, hal itu membuat Bimo nakal berhenti dan berbisik lebih dekat ke wajah Alexa.
'Aku ingin mandi di bath up, apa kamu mau?' bisik Bimo membuat mata Alexa membola.
"A-apaaa .. ma-mandi di bath up?" diam dan kaku, bahkan ucapannya terbata bata.
"Hahaha aku bercanda, apa yang kamu masak akan aku makan, jadi jangan cemas! Setelah ini aku akan ke memeriksa kakek, jadi tunggulah di mansion, beristirahat sesuka hatimu. Jika aku perlu pasti aku akan menelepon mu istriku."
Dep.
'Eh, istriku ..?'
Alexa di buat tersipu, sebab kali ini mata dan perkataan mas Bimo amat lembut, hal itu membuat Alexa merasa berdebar tak karuan.
'A-ku kenapa seperti ini, kenapa mas Bimo manis aku jadi ..?" Mencoba memutar pikiran, sebab Alexa benar benar dibuat tidak karuan detik ini juga.
Dalam beberapa puluh menit, tangan lihai Alexa benar benar indah dan teratur. 'Aku berharap rasanya enak, mas Bimo suka dan cocok di lidahnya. Ini pertama kalinya aku masak untuk seseorang seumur hidup, aku sudah lama tidak masak seperti ini.' batin Alexa berderu.
Hal itu pun, membuat Alexa membawa troly kecil, dimana makanan berat, buah buahan, minuman dan segelas Wine ia tuangkan. Kini Alexa menghiasnya di meja makan kamar khusus mas Bimo, dimana kamar utama yang sebelumnya kosong, terlihat indah dan membuat Alexa nampak melongo kamar mas Bimo bak disulap persis kamar sultan.
Cccccrr !!
Wine penfold, Alexa menuangkan minuman bersoda itu di samping beberapa makanan berat, hal itu membuat Alexa sedikit gerah, bahkan kali ini mengintip Bimo yang masih mandi, bahkan dari celah pintu terlihat dari pintu transparan Alexa melihat tubuh mas Bimo bak atletis dan gagah.
'Astaga, kenapa aku mengintip suamiku mandi. Perasaan apa seperti ini, baiknya aku ke kamar ku saja dan mandi bergegas. Bisa bisa kacau jika aku berdiri disini.' gumamnya membuat Alexa pergi dari kamar Bimo.
Alexa pun pergi, sebab tubuhnya juga sudah lengket. Persiapan makan untuk mas Bimo terlihat sudah sempurna, jadi ia tinggalkan saja sementara waktu.
Bimo yang selesai mandi, ia memakai handuk saja menatap rasa lapar jadi tersenyum, melihat beberapa makanan dan minuman sudah tertata indah di meja makannya. Bimo mengambil Wine, ia cium sebentar dan bersandar di balkon dengan segelas Wine.
__ADS_1
"Entah kenapa .. Alexa terlihat sedih, apa aku salah mengusir Kyle dan Bibi Emily?" ujar Bimo, entah bicara pada siapa, sambil menggoyangkan gelas berisi Wine.
Tling!
Sistem pun datang tanpa di undang, hal itu membuat Bimo melirik sedikit kaget.
"Astaga, kemana saja. Apa ada tugas yang harus aku kerjakan?"
"Tuan .. Rancangan herbal gingseng merah, di atas kompor batu jamrud, apakah anda sudah temukan resep itu. Konon kondisi penyakit Stroke langka, dan beberapa penyakit lainnya bisa diatasi dengan cepat, hal ini sudah pasti akan mengembangkan Klinik Baru anda, sebagai dokter Ajaib di luar nalar. Bahkan kemampuan anda ini tidak biasa."
"Kau memang Sistem yang keren, akan aku coba saat ini, aku akan bersiap untuk mengecek beberapa tes obat yang sudah aku catat di ruangan ku!"
Bimo meletakkan gelas yang hampir kosong, bergegas ketika Sistem meminta Bimo segera meracik ramuan tak biasa. Hal itu membuat Bimo lupa akan lapar, bahkan melupakan makanan yang telah dibuat Alexa tadi.
Loading ..
Sistem Tuan .. Menuju Klinik Keluarga Ansara.
Satu ..
Dua ..
Tiga ..
Tling!
Bimo sudah berpakaian rapih, dimana di ruang ganti baju ia menghilang, sudah berada di depan klinik terbesar. Bahkan kemampuan hilangnya dalam sekejap, membuat Bimo seolah pria yang bisa mengalahkan sulap mancanegara.
"Baiklah, kita mulai saat ini! kakek harus segera sembuh, dan klinik ini dalam jangka enam bulan harus berkembang pesat mengalahi rumah sakit di negeri ini." lirih Bimo, ia segera melangkah masuk ke dalam Klinik barunya.
TBC.
__ADS_1