Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Dua Bulan Waktuku


__ADS_3

"Kakek, maafkan Alexa. Alexa bersalah dan akan menerima hukuman apapun itu, aku mohon kakek jangan asing juga, seperti mas Bimo. Alexa benar benar rapuh dan bingung saat ini, Alexa delima kakek." tangis pecah.


"Jangan menangis, ceritakan apa yang kamu lakukan."


"Setelah mengantar makan siang, mas Bimo tetap saja acuh, Alexa harus rela jika Alexa hanya bagian keluarga, dan Mas Bimo tidak membutuhkan istri dan penerus, tapi saat itu Emily dan Kyle di klinik. Lantas sehari mereka disana, sejak saat itu mereka memohon untuk kembali, tapi Alexa menolak. Hingga mereka tinggal di rumah tua belakang mansion ini."


"Siapa yang izinkan mereka tinggal disana hah .. ?"


"Kakek maaf! Alexa bersalah, sebab Alexa ingin meminta izin, tapi kakek belum ada waktu yang tepat. Maka dari itu, Alexa memohon maafkan Alexa kek. Alexa tidak tahu harus bagaimana, setelah ini Alexa akan dihukum seperti apa, Alexa pasrah. Bahkan Alexa bingung meminta izin pada mas Bimo seperti apa."


Ansara menghela nafas, ia meminta Alexa keluar dari kamarnya. Sehingga saat ini Alexa tahu ia harus keluar dan tidak akan melihat kakek lagi, karena marah besar padanya.


"Maafkan Alexa kek, Alexa membantu mereka karena mama Emily sakit parah, dan bakti nya telah merawat Alexa sejak bayi. Sejak itulah .."


"Pergi dari kamar kakek sekarang! kakek izinkan mereka tinggal dirumah tua itu, tapi soal kembali ingin bekerja di mansion ini, atau masuk kembali pada keluarga ini. Berbicara lah kamu padanya .. dan rebut hati Bimo, jangan sampai kalian berpisah dan mengurus pembatalan nikah. Rumah ini terlalu besar jika tidak ada pewaris."


"Jadi kakek maafin Alexa kek. Makasih kakek."


"Hah, anak bodoh! kamu harus rebut Bimo, jika ada kandidat yang Bimo sukai, kakek tidak ikut campur. Anggap ini satu kesempatanmu Alexa, dua bulan untuk kalian bisa bulan madu, dan memulainya. Jika tidak, maka kalian hempas dari mansion ini bersama Emily dan putrinya."


Deg.

__ADS_1


Terkejut Alexa, rasanya kakinya berdiri saja sudah lemas, sebab kakek An, membuat jiwa Alexa kembali down, setelah disanjung lalu di dorong ke sebuah jurang.


'Aku pasti akan mengambil hati mas Bimo kembali seperti dulu kek, itu pasti.' batin Alexa karena dirinya benar benar mencintai suaminya yang pernah ia sia sia kan.


Dan diwaktu jam menjelang malam, setelah Alexa mengantar makanan malam ke arah rumah tua, hal itu mengejutkannya ketika sebuah mobil datang, hal itu membuat Alexa mendekat dan tahu apa yang harus ia lakukan. Sebab asisten lain menunduk pada Bimo yang keluar dari pintu mobil, berbeda dengan Alexa yang hanya senyum dan mencoba meraih tas jas Bimo saat itu yang terlepas.


"Mas Bimo, mari saya bawakan. Saya akan menyiapkan air hangat, pasti perjalanan cukup lelah bukan."


Alexa berbicara mengekor langkah Bimo, namun tak sepatah kata pun keluar dari mulut Bimo, tak sadar jika Kakek An, mengintai sikap Bimo pada Alexa yang ia jodohkan dahulu, sebab Ansara tahu sakit hati sang cucu yang menyebabkannya kini berubah, apalagi setelah menjadi pewaris, ia benar benar terlihat mirip seperti putranya yang telah tiada.


Sampai dikamar Bimo, Bimo mengulurkan tangannya. Bahkan Alexa membukakan arloji dari tangan Bimo, hingga Bimo yang duduk pun Alexa membuka sepatu dan kaos kaki, terlihat sekali kancing tiga belah terbuka, membuat Alexa menelan saliva.


"Kau lihat apa, sedang berfantasi?"


"Hah, tidak. Aku segera melihat air apa sudah siap, tunggu disini ya mas Bimo." elak Alexa yang harus sadar diri, sebab melihat Bimo berkeringat rasanya benar benar gatal saat ini, apalagi tantangan kakek An, diberi waktu dua bulan.


"Tunggu ..." ujar Bimo, mendekat Alexa.


"Kenapa, apa mau makan sekarang?"


"Tolong lepaskan kemeja dan gesperku sekarang sesak ..gerah kamu tau ..!"

__ADS_1


"Hah .. gesper .."


"Hmmm .. ini tugas barumu, kenapa tidak mahu?"


"Oh, mau .. aku akan menurut selalu mas Bimo. Biar aku buka pelan ya."


Alexa sedikit gugup, sehingga tangan gemetarnya yang membuka gesper, otaknya berbeda dengan apa yang ia lihat, apalagi benjolan di bawah pusara Bimo, terlihat menonjol membuat Alexa berfikir ..


'Membuat anak ... segera! agar posisinya naik pangkat.' astaga apa yang aku pikirkan.


"Seperti ini, gespernya dibuka. Apa kau tidak tahu cara membuka gesper pria?" kecam Bimo, yang memegang tangan Alexa, lalu mengenai milik Bimo tergesek tak sengaja.


"Ah .." erang Bimo.


"Maaf mas Bimo." melepas tangan Alexa.


"Biar aku saja membuka gesper, lihat air nya apa sudah pas. Gara gara ini milikku ternodai, kau tahu saat pria terpegang sensitifnya?" bisik Bimo, membuat Alexa diam.


"Maaf mas Bimo, aku janji tidak akan mengulangi kesalahan seperti tadi." masih mode berdiri memejamkan mata, membelakangi Bimo.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2