Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Saatnya Pulang


__ADS_3

Alexa yang ingin keluar, setelah merapihkan pakaian kakek An! ia berdiri di balik pintu klinik ruangan vvip, menatap Bimo dengan suster yang ia benci dari jarak lima meter dari pandangannya. Entah kenapa perasaannya pada Bimo mulai tidak baik baik saja saat bersama dengan wanita lain.


'Apa aku perlu minta bantuan kakek An! jika asisten Bimo pria semua. Lantas jika pria di klinik ini, Bruder. Aih .. sudah di zaman apa ini, memang masih bisa perawat semua laki laki.' cibirnya, membuat tatapan panas.


"Ehm .. kamu cemburu Alexa, jika Ners di klinik ini, pria semua. Kakek akan bicarakan pada Bimo setelah ia sampai mansion."


"Suara itu .. ?" menoleh Alexa.


"Eh, tidak perlu berlebihan kek. Itu .. tidak ada yang seperti itu, Alexa tidak berbicara seperti itu pun."


Tawa sang kakek pecah, ketika ia sudah bisa berdiri. Dan akan pulang, dimana saat itu terlihat asisten pria datang membawakan tas keperluan kakek An!


"Tuan, mobil sudah disiapkan."


"Baiklah, aku ingin bertemu Bimo dulu, bisa kau panggilkan."


"Maaf Tuan, Tuan muda Bimo tadi menitipkan pesan, saat berada di koridor depan. Ia ada keperluan mendesak, akan ke rumah Tuan Astra. Putrinya sakit, meminta bantuan." 


Mendengar penjelasan bodyguard sang kakek, Alexa merasa bersalah dan semakin jauh saja. Terlihat juga tuan An, menatap Alexa diam dengan wajah menekuk ketika sang pujaan tidak terlihat di depan matanya.

__ADS_1


Hingga beberapa jam perjalanan pulang, nampak sekali terlihat oleh An, wajah cucunya itu berbeda.


"Sudah sejauh mana hubungan kalian dengan Bimo, apa datar saja. Kalian berdua sudah resmi menikah .. apa kalian tidak berencana bulan madu?"


"Ah, kakek kenapa bicara seperti itu .. a-alexa hanya .." gugup.


"Kegiatan Bimo akan padat, jadi kakek akan bicara ketika nanti makan malam, untuk membuat kalian berdua bisa liburan. Kakek sudah meminta bodyguard membeli tiket ke swiss. Anggap saja hadiah kakek sembuh."


Eh! Bulan madu, rasanya canggung apalagi hubungan aku dan Bimo, tidak layak dianggap pasangan suami istri, sikap ku yang terlalu percaya pada mama Emily. Itu membuat bayangan mimpi buruk, entah apakah aku dan mas Bimo akan baik baik saja kedepannya. 


"Kenapa diam, kamu tidak senang Alexa ..?"


"Hahaha .. dasar anak lugu, Tuan Astra pernah menjalin bisnis pada property dan tambahg kakek! Putrinya usianya sama seperti mu, setau kakek dia punya kelainan kulit tidak bisa terkena sinar matahari. Dulu sempat tuan Astra meminta menikahkan cucu kakek .. tapi mereka tahunya cucu kakek kamu dan Kyle. Ah! Anak itu dan Emily bagaimana nasibnya dia tanpa kehidupan mewah?" terdiam Ansara, matanya menuju jalanan raya tanpa macet.


Mendengar hal itu, tentunya Alexa was was. Apakah putri tuan Astra itu cantik, apalagi jika kenyataan tahu mas Bimo adalah pewaris tahta kakek An. Apakah mas Bimo akan jatuh cinta pada gadis berkelainan kulit itu. 


'Sudahlah Alexa, pikirkan perasaan keaadaan yang lain, mas Bimo aku titipkan saja pada Tuhan, jika hubungan ini akan semakin baik atau ..' batin.


"Kek, sebenarnya mama Emily, dan Kyle. Telah membuat kesalahan besar, ia dua kali mencelakai kakek. Jadi mas Bimo mengusir mereka yang Alexa juga sesali karena mereka banyak berbohong. Bagaimanapun mereka pasti baik baik saja, bukankah aset mama Emily banyak seperti perhiasan dan tas bermerk untuk sambung hidupnya bertahun tahun." cetus Alexa.

__ADS_1


"Sepertinya tas berharga masih tertinggal di kamarnya, andai saja mereka mau berubah sikap. Mansion ini terlalu besar untuk kita tinggali, besar tapi kesepian. Ayo .. kita sudah sampai rumah halaman terbaik kita, kita masuk Alexa!" ajak sang kakek, dimana bodyguard membuka pintu mobil, membawa kakek An, berjalan dengan penuh kehati hatian.


Alexa melihat ponselnya, benar saja tidak ada sedikitpun pesan atau panggilan mas Bimo menghubunginya. Dulu Alexa terlihat acuh, cuek dan memandang mas Bimo sebelah mata. Dia perhatian dan ada, tapi Alexa tidak pernah memperdulikannnya. Dan kini seolah bagai karma, dirinya merasa rindu ingin mas Bimo segera cepat pulang, tapi ia sadar diri dirinya saat ini.


Andai aku memperlakukan kamu yang perhatian dulu, membalas sikap baikmu dengan ocehan lembut dan sikap yang santun, mungkin aku tidak akan canggung mengirim pesan. 'Pulanglah mas Bimo, aku merindukanmu.' itulah hati Alexa yang saat ini benar benar tidak karuan.


Alexa pun masuk mengekor langkah sang kakek, ia memastikan kamar kakek bersih dan aman, lalu meminta kakek berbaring.


"Kakek lapar? Alexa buatkan pizza mau?"


"Boleh, kakek juga ingin berjalan jalan ke ruangan buku, jika berbaring rasanya sakit bertambah. Hahaaaa…" senyum Alexa dan kakek saat itu.


Dimana An, tahu jika perasaan anak malang itu rindu memendam.


"Anak anak sekarang lebih suka menyembunyikan kerinduan, andai rumah ini penuh tawa suara anak anak kecil. Aku ingin sekali dipanggil kakek buyut." Lirih Ansara, membuat Alexa terdiam saat menutup pintu kamar sang kakek, dimana si kakek berbicara sendiri berjalan ke ruangan lain.


'Anak anak kecil, apa maksud kakek? apa dia akan adopsi anak anak panti untuk meramaikan mansion ini?' lirih Alexa ambigu.


TBC.

__ADS_1


Terimakasih sudah ikutin Bimo, next semoga bab lanjutan lolos review ya all.


__ADS_2