
"Jadi kamu mau keadaan seperti apa? bagaimanapun kita sudah renggang, dan tidak ada yang bisa di ubah! pada dasarnya kita akan jadi keluarga, hubungan kita sudah berakhir saat kamu membawa ku ke dalam polisi, saat itu terlalu sulit aku memahami. Ada baiknya, jadilah keluarga An. Kamu akan bebas mengatur kehidupanmu seperti wanita lainnya."
Deg.
Alexa menahan air mata yang jatuh, "Apa ini artinya aku ditolak? oleh suamiku yang benar benar tidak ingin aku kembali pada posisiku?"
"Posisi mu sudah kembali, kembali pada keluarga mansion An bukan. Rasanya aneh jika kita merajut asmara, sebab aku tidak yakin bisa seimbang menjadi suami yang baik. Kamu pasti akan mengerti kelak!"
"Apa artinya kamu akan menceraikan Ku?"
"Tidak ada kata seperti itu, jadi ada baiknya aku akan panggil kakek, kita akan makan bersama. Sebab, aku sudah berjanji untuk makan malam bersama bukan?"
Bimo berdiri tanpa menyuap makanan yang disediakan Alexa, disini terlihat Alexa lemas karena beginilah rasanya ketika cinta dan perhatian kita tulus diabaikan. Tapi memang sikap mas Bimo saat ini, seperti karmanya. Namun Alexa mengepal tangan kiri dan kanan, berusaha tegar dan senyum.
'Aku tidak akan membiarkan kamu jatuh pada wanita lain mas Bimo, aku memang salah! tapi aku tidak akan menyerah untuk membuatmu kembali seperti dulu.' batin Alexa dan duduk, ia mencoba kembali tegar dan tidak ingin menangis, bahkan riasan wajahnya ia segera kembali bubuhkan bedak dan lipstik agar terlihat fresh.
__ADS_1
Alexa pun meraih cardigan, untuk menutupi badannya yang terbuka, ia menunggu kedatangan kakek An yang saat ini Bimo sedang menyusulnya.
Sementara Bimo yang sudah di kamar kakek An. Sang kakek kecewa, sebab ia sudah mendengar ucapan Bimo menolak perhatian kecil Alexa untuk kembali intim.
"Kakek .. bagaimana keadaan kakek saat ini, kakek kita makan bersama! Bimo merasa aneh jika makan berdua saja."
"Kenapa kamu menolak Alexa, apa kamu berniat jatuh hati pada pasien mu itu?"
"Ah! kakek kenapa berfikir seperti itu, bukankah aku hanya aneh jika kakek ada, tapi Bimo hanya makan berdua saja, rasanya terlalu romantis yang dibuat, apa semua ini ide kakek?"
"Karena kakek ingin aku makan malam, lalu meraih Alexa dan membawanya ke ranjang. Lalu punya anak, dan terus seolah wanita hanya takdirnya melahirkan saja. Kakek ayolah! jangan terlalu kolot, aku tahu. Tapi Bimo merasa keadaan ini tidak baik jika di paksa, setelah Bimo melanjutkan kehidupan kedua, Bimo masih merasakan rasanya difitnah dan ketulusan Bimo istri yang Bimo percaya abai tidak peduli. Bimo perlu menata hati, biarkan air saja mengalir. Bimo harap kakek mengerti!"
"Lalu kamu ingin Alexa digantung?"
"Bimo akan membatalkan pernikahan kita kakek, lagi pula tidak banyak yang tahu bukan. Jika masih berjodoh perasaan itu pasti akan kembali, yang jelas keadaan perusahaan diambang tidak baik dengan banyak konflik orang yang terlalu serakah, jadi Bimo tidak ada waktu untuk bulan madu. Bimo tidak bisa menerima tiket bulan madu, karena perasaan itu seperti air tawar saat ini."
__ADS_1
Bimo memegang tangan kakek An, berlutut agar sang kakek tidak memikirkan hal lain yang berlebihan. Tidak sadar disana sudah ada Alexa yang mendengarkan ocehan dua pria, benar benar membuat Alexa bersedih karena sikapnya dahulu, mas Bimo hambar padanya.
"Mau makan Kek? Bimo jarang ada di rumah, bagaimana kita rencanakan Lusa, ke panti. Banyak anak anak untuk bisa kita adopsi agar mansion ini tidak sepi."
"Tetap saja kamu harus punya keturunan resmi Bimo! soal asmara, kakek tidak akan ikut campur lagi. 6 bulan, kakek akan terima tawaran teman kakek yang mempunyai cucu, mungkin saja kamu tertarik dan mau menikahi salah satunya dari mereka."
Aiiish!!
Mendengar hal itu Bimo malas, sebab kakeknya masih saja menuntut dirinya untuk mempunyai keturunan.
"Apa kau mengerti Bimo?" lantang An.
"Baiklah, kek! tidak perlu khawatir. Bimo masih normal kok, Bimo juga mau. Tapi hati yang tidak ada hasrat, bagaimana bisa Bimo tiba tiba membawa wanita ke ranjang. Bimo tidak seburuk itu kek! jadi kakek jangan khawatir ya! Bimo ingin kakek sehat selalu."
TBC.
__ADS_1