Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Saling Ketus


__ADS_3

Bimo yang sudah sampai mansion, benar saja dalam waktu kurang satu menit empat puluh detik, Bimo sampai dan tersenyum pada wajah kakek An. Dimana saat ini An, meminta Bimo duduk tepat di bangku seperti biasa.


"Kek, aku datang tidak terlambat kan, jika aku mandi sebentar apa ..?"


"Cuci tangan saja dulu, sebab ada yang ingin kakek bicarakan padamu setelah makan. Tentunya dengan ada tamu yang kakek ingin memberi kesempatan."


Bimo pun duduk, lalu bertanya karena tak mengerti apa yang dibicarakan kakeknya itu.


"Apa maksud kakek, apa soal keturunan dan pernikahan Bimo lagi."


"Duduk dulu Bim, kakek mau kamu berkata jujur. Bagaimana perasaanmu dengan Alexa, sudah setahun kamu memperlakukan Alexa bak asisten pribadimu, yang mengatur kamu di rumah."


"Hah .. soal itu Bimo akan melepas Alexa, meski sedikit sulit banyak berkas yang benar benar Bimo sendiri tak mengerti. Tunggu ... apa kakek ingin membicarakan hal lain juga?"


Prak ...


Prak ..

__ADS_1


Tepung tangan Ansara, membuat Bimo menoleh ke arah kiri. Dimana Kyle berjalan memapah Emily masuk ke mansion ini.


"Apa maksud kakek, kakek membiarkan mereka kembali injak mansion ini?"


"Biarkanlah mereka ada, meski kamu tidak akan anggap mereka ada. Kakek izinkan mereka tinggal, karena kesehatan Emily yang tidak baik, lagi pula Kyle akan membantu mengurus asisten rumah tangga pekerjaan lain selama Alexa pergi sepekan. Anggap saja kau membantu Emily sembuh dari sakitnya Bimo."


"Kenapa harus Bimo Kakek?"


"Karena kau dokter Ajaib. Jadi kesempatan mereka, lagi pula siapa lagi yang kau percayakan mengatur obat untuk kakek jika tidak ada Alexa. Maka Kyle gantinya .."


"Biar seperti biasa saja, suster Shasa akan Bimo kirim kembali ke mansion, untuk Alexa yang akan pergi selamanya pun itu terserah dia. Saat ini Bimo tidak ingin urus obat obat an kakek, pada orang yang telah licik dan jahat. Sekali aku tidak percaya pada mereka, aku tidak mau kek. Dan kalian berdua, Kyle dan bibi jangan pernah injak kamar kakek, ataupun lantai satu dan atas lainnya. Kalian hanya ada dibagian bawah saja."


"Baiklah, akhiri perselisihan ini. Ayo kita makan bersama, mansion ini terlalu besar untuk di isi hanya kakek dan Bimo. Dan kalian hanya di izinkan tinggal, kakek akan memberikan pekerjaan pada Kyle, sampai Emily sembuh kalian berdua harus tinggal ditempat yang lebih baik dari mansion ini."


Semua pun terdiam, bahkan mood Bimo yang makan malam merasa tidak tenang, ingin bertanya tapi gengsi. Dimana kakek bilang Alexa akan pergi sepekan, hal itu membuat Bimo sedikit penasaran akan kemana wanita itu?!


Berbeda dengan Alexa yang sakit hati akan kata kata Bimo, hal ini semoga ia pergi akan membuat hatinya bisa melumpuhkan dan memudarkan isi hatinya pada Bimo yang begitu dalam.

__ADS_1


Ehm ..


"Alexa sebelum kamu pergi, hubungi Shasa untuk tinggal di kamar tamu sebelah kamar kamu, bukankah kamarmu berhadapan dengan kamar kakek. Hal itu agar mudah mengecek kondisi kakek." ujar Bimo, membuat hati Alexa tidak mood makan.


Frak .. sendok tergeletak keras.


'Astaga itu sama saja Shasa diberi kesempatan untuk melihat Bimo jika tengah malam ia memakai boxer. Haruskan aku jadi pergi?' batin Alexa yang bimbang, ia tidak suka ada wanita lain hadir.


"Hey .. kau dengar aku tidak Alexa?" tanya Bimo.


Hal itu membuat Kakek An, menatap Alexa lalu menoleh ke arah Bimo, seolah mereka berdua mempunyai konflik asmara yang tidak selesai, melupakan Kyle dan Emily yang kaku melihat tingkah pasangan suami istri yang akan batal itu.


"Haruskah aku yang menelpon Shasa?" tanya kembali Alexa.


"Harus .. dan itu perintah Ku!" tajam Bimo menunjuk, membuat mata Alexa ikut tajam menatap Bimo yang membuatnya jengkel berkepanjangan karena Bimo tidak peka padanya.


TBC.

__ADS_1


Hello All, kira kira masih mau crazy Up lagi gak nih?!


__ADS_2