Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Misi 2 Keluarga An


__ADS_3

Di luar butik pria, tidak ada yang tahu jika Bimo saat ini sedang di ikuti oleh sebuah mobil hitam jeep, dimana itu adalah Zack dan anak buahnya sedang mengintai keberadaan tinggal Bimo saat ini, yang di luar ekspetasi mereka.


"Jadi bagaimana bos?"


"Kau awasi sampai pagi, jika sudah berhasil kondisi sepi. Ambil seluruh barang milik berharganya. Pria baru itu tidak bisa seenaknya menghabiskan hartaku, aku tidak suka kegagalan. Andai tadi tidak banyak penonton, aku sudah hajar dia!"


"Benar bos. Orang baru itu tidak tau diri, bisa bisanya mengalahkan bos." ujar sang kacung seolah menjadi kompor meleduk.


"Kau awasi, jika lengah kalian akan babak belur!" perintah Zack membuat mereka diam menunduk.


Zack pun menyuruh supir melaju, sementara dua anak buah dengan mobil sedan mengawasi Bimo yang masuk ke hotel mewah.


Bimo setelah mendapat lima paperbag, ia bermalam untuk seminggu ke depan, dengan menginap semalam lima juta lima ratus rupiah, hal itu tidak masalah bagi Bimo yang mengeluarkan uang sebanyak lima puluh lima juta rupiah. Sebab hasil bertarung ia sudah banyak untung, hanya saja Bimo saat ini memikirkan untuk tidak menetap di hotel yang menurutnya pemborosan.


"Ah, gila kamar 0589. Eh, kenapa angka itu mirip dengan tanggal pernikahanku dulu dengan Alexa. Begitu lucu, hanya kebetulan. Baiknya aku mandi dulu!"


Kartu akses pun terkunci rapat, Bimo meletakkan barang barangnya ke sembarang kasur. Dimana ia sudah melepas pakaian lusuh, dimana kamar mandi dengan pintu kaca transparan membuat Bimo seolah melepas lelah dan melunturkan keringatnya saat ini.


Beberapa saat kemudian, saat Bimo sedang mengeringkan kepalanya dengan handuk kecil, dan lilitan handuk besar di atas pinggang. System memberitahu Bimo keadaan di luar yang berbahaya.


"Tuan, untuk dua hari ini anda tidak di izinkan keluar! orang yang bertarung dengan anda, tidak menerima kekalahan. Maka dari itu, keluarlah lewat pintu belakang! jangan mengenakan taksi, dan jangan lupakan topi kacamata hitam, blazer tebal untuk pergi!" ujar System membuat Bimo terdiam.

__ADS_1


Gleuk.


"Eh, kenapa begitu. Sudah kalah, ingin merebut uang dan emasnya lagi?"


"Jadi jika aku keluar harus menyamar bagai pemain sirkus agar tak dikenali, kalau boleh tahu ada berapa orang yang mengintai ku?"


"Untuk saat ini, ada dua orang dengan mobil sedan berwarna hitam doop, nopol xx67 BX mohon anda berhati hati!" ujar System memberitahu Bimo.


"Terimakasih, kau System yang sudah menjadi mata, telinga, dan kesuksesan ku! aku harus berterimakasih padamu."


"Ingat tuan Bimo, misi Mu menjadi kaya akan ada imbalan untuk System kami, yakni mencari misteri Ansara." ujar System seolah memberi ingatan Bimo.


"Ah, ya benar. Kenapa juga kakek An, bisa menunjuk Ku sebagai menantu untuk cucunya, baiklah soal itu aku tidak lupa. Tenang saja! kali ini aku akan bersenang senang dan santai!"


"Home service! makan malam sudah tiba Tuan!"


Bimo yang tersadar, yang sedang meminum secangkir kopi, yang kini berdiri balkon, yang menatap keindahan kota malam penuh kerlap kerlip. Hal itu membuat ia menoleh untuk membuka pintu, dimana saat beberapa langkah ia melihat meja pelayan makanan, mengantar sampai pintu, tak Lupa Bimo memberi senyuman ramah dan uang tips, karena telah mengantar makanan.


"Terimakasih, Tuan! jika telah selesai, tuan bisa letakkan meja makan di depan pintu, saya akan mengambilnya lagi!" ujar pelayan hotel itu.


"Oke, thanks."

__ADS_1


Setelah beberapa saat Bimo makan malam, dimana nasi goreng seafood lengkap dengan desert dan minuman. Bimo menelpon pihak hotel bagian dapur, dimana nomor itu ada di buku kecil samping telepon gagang.


"Bawakan Wine, satu gelas lagi!" ujar Bimo, menutup telepon.


Bimo meneguk wine itu, dimana ia pernah melihat Anggur merah di kediaman keluarga An, setiap hari mantan mertuanya itu selalu membuka tutup botol Wine, Penfolds Grange Hermitage setiap akhir pekan malam. Kali ini, Bimo merasakan dirinya makan mewah, minum mewah di hotel berbintang meski hanya segelas dua gelas saja.


"Tuan, apa anda sedang memikirkan langkah lain?" tanya System membuat Bimo menatap.


"Karena anggur merah, terlihat kaya. Orang kaya kerap sekali membuat hidangan ini tanpa tertinggal, apakah kualitas orang kaya seperti itu. Aku tidak sabar, ketika Nyonya Emily yang sering menyuruhku, melihatku sudah bisa membeli sebotol Wine Penfolds Grange Hermitage ini."


"Apa anda ingat masa pahit?" tanya kembali System.


"Benar, saat itu aku mengenakan pakaian lusuh, sementara mereka mewah dan nyentrik. Banyak orang menyuruhku di tempat lelang, hanya karena Emily kesal mendapat menantu miskin sepertiku." ujar Bimo saat ingat mall pelelangan.


Bimo saat itu mengantar Emily seperti supir, dengan tampilan baju lusuh mirip tukang kebun yang kotor. Dimana Emily menawar Anggur Merah, minuman yang satu ini berasal dari Australia dan menjadi salah satu anggur merah termahal didunia. Anggur merah yang bernama ‘Penfolds Grange Hermitage‘ ini dilelang pada saat itu seharga 38.420 dollar AS (1botol). Jika dirupiah kan sekitar Rp. 534 juta, dimana harganya bikin Bimo melongo?


Sebab pelelangan itu menjelaskan, jika Anggur Merah jenis Penfolds Grange Hermitage ini dipercaya memiliki rasa yang sangat luar biasa, karena sudah disimpan sejak tahun 1951 di Australia, dibawa ke ibu kota tempat pelelangan lima tahun sekali di adakan, maka saat itu Bimo mengantar Emily sang mantan mertua, dimana ia baru menikah dengan istrinya satu minggu dan kali ini Bimo akan datang untuk menghadiahkan minuman mewah lebih mahal dari itu, sebagai hadiah karena dirinya bukan lagi menantunya.


"Baiklah, setelah ini aku akan istirahat. Semoga besok misi kedua berhasil. Selamat malam System mata dan telinga Bimo Setiawan. Aku berterimakasih padamu, dan tidak akan mengecewakan menjalankan misi dengan kekalahan, sebab aku benci tidak punya apa apa. Bukankah mempunyai banyak harta, aku bisa membeli mereka yang telah menghinaku bukan, bahkan mulut mereka yang tajam akan aku bungkam?" senyum miring Bimo saat itu.


"Benar tuan Bimo, tapi tetaplah rendah hati! jangan jauh dari langkah misi. Kesombongan tidak akan membuat anda lebih baik. Selamat malam!" bisik System pergi begitu saja, seolah layar komputer transparan dan suara lenyap begitu saja dari pandangan Bimo saat ini.

__ADS_1


Bimo pun segera menarik selimut setelah makan malam selesai, dimana esok adalah jadwal dirinya menemui Tuan An. Dan Bimo masih penasaran, kondisi kakek An yang terlihat baik, tapi koma secara fisik. Bukan tanpa alasan, Bimo akan menghadiahkan keluarga An itu, dengan minuman Wine termahal yang tidak pernah mereka minum sebelumnya.


TBC.


__ADS_2