
"Bukan ... mari kita kembali ke topik Roby, apa Uncle sudah ada ide untuk meminta orang suruhan membawanya ke markas?" ujar Bimo, yang tidak ingin masalah asmaranya di kulik.
Brian nampak tertawa, dan bicara jika kali ini, orang suruhannya sedang mengikuti Emily dan Kyle yang sedang memijit orang bule. Hal itu membuat Bimo terkejut mengapa bibi nya yang selama ini ia anggap mertua, bisa sampai memijit bule di Bali.
"Paman serius, seorang bibi Emily mau mengasari tangannya?"
"Sepertinya mereka sedang kesulitan, apa lagi selain kesulitan bukan? atau Roby kabur meninggalkan mereka berdua tanpa uang sepeserpun."
"Mmmmmh!! bisa benar, baiklah Bimo akan tunggu kabar paman, kalau begitu paman istirahatlah, pulang lebih awal! terimakasih sudah selalu sibuk membantu semuanya, bukankah besok kita harus ke kalimantan. Bimo akan menyeleksi staff yang curang, berusaha memilih yang terbaik. Satu perusahaan bisa kecolongan, pasti ada orang dalam yang di suap! maka dari itu, Bimo harus merubahnya." senyum Bimo, dan pamit setelah makan siang selesai.
"Benar anak muda, tapi jangan lupakan soal asmara. Bukankah kamu perlu menuntaskan hasrat, ingat Alexa itu cantik baik dan penurut, sampai kapan kamu gantung dia?"
"Paman sepertinya peduli sekali padanya, apa ...?"
"Ya! peduli karena kakek perlu keturunan keluarga Ansara. Usiamu sudah berapa anak muda! kakek ingin cicit, tepuk Brian, lalu mengambil arloji dimeja, dan ia pamit lebih dulu pada Bimo dengan tatapan senyuman aneh seolah menertawakan.
Sssstt!!
__ADS_1
'Tidak kakek, tidak Paman. Selalu bicara keturunan.' gerutunya.
Hingga saat ini, Bimo yang kembali ke klinik, bermaksud mengambil beberapa berkas yang harus ia ambil, guna meneliti herbal racikan yang harus ia buat untuk persediaan. Terlebih lagi, Bimo juga sudah mendaftar bpom, maka alat medis kesehatan yang ia dirikan di sebelah Klinik, pasti akan menguntungkan selain menolong banyak orang.
Beberapa saat kemudian, sesampai di klinik. Suster Shasa menoleh, ia memberitahu jika tadi ada yang datang, hal itu membuat Bimo paham, jika Alexa memang benar benar sengaja menemuinya.
"Bagaimana kondisi Klinik?"
"Aman dokter, ah iya saya mau beri buku bulanan, penghasilan naik 60 % sesuai dengan kelengkapan data kunjungan, pasien vvip yang sudah saya data."
"Baiklah, terimakasih Shasa. Terimakasih, atas kerja kerasnya ya! dan pastikan, dinas bergantian jaga malam, Klinik ini 24 jam, jadi harus bergantian para dokter, suster cepat tanggap melayani."
Bimo yang sudah hilang dari pandangan Shasa, ia hanya cukup mengagumi ketampanan, dan kebaikan pria seperti Bimo, sebab untuk menggapainya tidak mampu Shasa raih, jadi sebatas kagum mirip army yang mengidolakan sebagai fans berat.
Terlebih ia mendengar, wanita yang datang itu sebenarnya istri dokter Bimo, yang dirahasiakan meski sedikit aneh, tapi Shasa tidak ingin ikut campur lebih jauh. Apalagi pasien vvip yang disebut putri salju, super duper kaya yang setara jika di sandingkan, dan mungkin serasi jika disanding dengan dokter Bimo, yang dia itu kagum mengejar cinta hati pak dokter.
Di Mansion :
__ADS_1
Terlihat beberapa meja makan sudah ditata oleh Alexa, nampak sekali lampu dimatikan seolah menunggu kedatangan Bimo.
"Kek, apa tidak masalah jika seperti ini, Alexa rasa berlebihan."
"Kamu pantas mendapatkan hak kamu Alexa, jika kamu ikut datar seperti Bimo, apakah kalian masih bisa dianggap pasangan suami istri?" ujar An, yang membuat Alexa penuh gugup.
"Kakek akan ke kamar, sebentar lagi perawat kakek datang! jadi nikmatilah makan malam kalian berdua, kakek tidak mau dengar kalian harus berhasil, berhasil membuat keturunan! dan memulai nya!"
Deg.
Terdiam Alexa, dimana kakek An, pergi ke anak tangga ditemani perawat, bahkan Asisten meminta makanan sehat untuk dibawa ke kamar tuan An.
Tap ...
Tap ...
Langkah kaki Bimo terhenti, sebab tidak biasanya jam setengah sembilan malam begini, lampu sudah padam di mansion. Sehingga langkah Bimo terperosok cahaya lilin yang menjulang seperti barisan petunjuk jalan.
__ADS_1
TBC.