Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Ponsel Dan Misi Misteri


__ADS_3

Bimo yang ingin sekali menyumpal mulut mantan mertuanya itu, ia benar benar bersabar dan mengepal tangan. Namun ia urungkan sampai waktunya tiba, sehingga ia berkata Dengan lembut.


"Maaf Nyonya, saya diperintahkan untuk merawat tuan An, atas perintah dari nona Alexa." ujarnya membuat terdiam.


Alexa ..


'Mama bagaimana mungkin dia punya uang untuk membayar dokter?' bisik Kyle.


'Tenanglah Kyle!'


"Kau dokter, hah. Benar benar terlihat tidak keren. Bagaimana bisa ada dokter ke kamar ini, kau tahu jika lancang akan sama seperti pria yang pernah tinggal disini, masuk bui!" ketus Emily, menghampiri.


"Benar kalau perlu tidak usah repot repot datang kemari, usaha anda akan sia sia. Kakek disana hanya sedang menunggu kematian saja, lebih baik dokter pulang saja!"


Jahatnya mulut berbisa dua wanita ini, membuat Bimo nampak teringat, saat ia masih tinggal. Dimana ia sering sekali di suruh suruh oleh mertuanya di mansion ini dan si mulut iparnya itu mirip kompor meleduk nan manja mengesalkan jiwa. Saat itu kerap kali Bimo yang baru saja pulang dari kuli cuci piring, ia dikejutkan dengan teriakan mertua yang memanggilnya.


Bimo .. cepat kau kemari!


Ada apa nyonya Emily?


Bawa air pencuci kaki ini ke kamar mandi, lalu bersihkan bak mandi dan siapkan air hangat!


Nampak sekali saat itu Bimo lakukan demi tidak melihat wanita yang jadi istrinya tidak tersakiti, ia sadar menikah dengan Alexa hanya menumpang hidup, makan dan tidur di mansion besar yang Bimo saat itu bukan siapa siapa di mata mertuanya, maka ia bertahan karena Alexa istri cantiknya, seperti baik hati. Namun kejadian beberapa waktu, membuat Bimo benci karena menuduh sebagai pencuri.


Tapi kali ini ia dengan identitas barunya, tidak akan mendapat hal sepele seperti itu lagi. Sebab kekecewaan dirinya pada Alexa yang merilis berita di sebuah iklan, dirinyalah pencuri berlian milik mertua, maka Bimo fokus pada misi Kakek dan melupakan arti sebuah cinta. Baginya pria menjadi kaya, sukses akan membuat semua yang menghina dirinya bungkam dan mendekati meminta bantuan, hingga mengemis padanya adalah hal yang menyenangkan bagi Bimo.


"Maaf nyonya, saya hanya melakukan tugas keadaan kakek ini yang terbaring."


"Hah, terserahlah. Yang jelas saya tidak akan menerima tagihan sepeserpun ya." ujar Emily, si wanita paruh baya itu, yang berhasil membuat Bimo kembali menoleh pada tuan An.


Eh, kenapa begitu?!


Alexa yang tiba saja datang, mendengar ocehan sang kakak dan mama, hal itu membuat tatapan Alexa geram.


"Mama, kakak. Ayo keluar dari kamar kakek! Jangan lagi mengacau, apapun yang terjadi. Aku bertanggung jawab, aku pastikan kakek akan sembuh tidak memakai uang kalian. Bukankah kalian ingin kak Robi jadi manager, maka bersabarlah! aku sedang berusaha, asalkan jangan ganggu kakek dan dokter di dalam!" lirih Alexa, membuat bungkam mama dan sang kakak.


Alexa mengusir keluarganya, dan menutup rapat pintu kamar Kakek An. Membiarkan sang dokter kembali mengecek keadaan sang kakek, meski sebenarnya ia belum membayar. Tapi dengan begitu, Alexa yakin jika dokter tampilan cupu itu bisa membuat kakek sembuh.

__ADS_1


Perdebatan di luar kamar, membuat Bimo nampak senyum miring. Bagi Bimo benar benar terlihat lucu, keluarga aneh yang tamak itu seolah sedang mempermainkannya.


Bukan tanpa alasan, Bimo kembali mengecek tuan An, denyut nadi yang masih bernafas, entah mengapa hal itu membuat Bimo refleks mencari identitas tuan An, dengan menatap fokus, menempelkan jari telunjuknya pada nadi pasien dan menatap fokus tatapan mata, yang berhasil Bimo buka mata tuan An, agar bisa tersambung pada kekuatan system matanya.


Gambaran dan huruf abjad bersamaan datang, di kepala dan tampilan layar transparan menyebutkan beberapa identitas An, yang membuat Bimo akan tahu keadaannya.


Tling.


Loading ...


Ansara .. pria berusia 72 tahun memiliki 10 tambang emas, 20 perusahaan minyak di amerika dan afrika yang tersembunyi. Saat ini sedang mencari ahli waris pemilik kekayaannya, hanya saja ponselnya terlempar ke dahan minyak leburan, membuat jejak sang waris hilang, dimana An berjanji akan mencari menantu si gila game tersebut, untuk menjadi penerus, bahkan jika dia memiliki anak dialah yang mewarisinya.


Pengenalan data sukses!


Dreeedt ...


Tampilan dari layar transparan itu membuat Bimo seolah menjadi banyak teka teki, dimana Bimo harus mengecek ke tempat rahasia, dengan permainan judi dan kontestan disana bergabung dalam situs game terbesar, apalagi game itu sedang marak dan menjadi ajang kontes yang bisa meraup miliaran rupiah setiap harinya.


Proses ...


10 .. %


30 .. %


70 .. %


99 .. %


Sukses ..


Berhasil! Lirih Bimo, yang kini mengenali identitas penyakit Tuan An.


"Hah, dia tidak sakit. Hanya trauma yang mengejutkan, yang bisa membuat nadi seseorang berhenti, mirip penyakit struk langka. Dia sehat, tapi aneh sekali kenapa dia memilih tidur seperti ini, membuat keluarga di mansion ini kalang kabut." lirih Bimo.


"Hey Kakek! bangunlah, apa kau tidak lelah berpura pura?" Bimo menggoyangkan badan kakek itu, hingga tak sengaja ia mendapat suara yang lantang.


"Bimo carilah ponsel seri siemens c 35 warna hitam dengan layar tampilan kuning, dibalik lukisan kamar ini sebab dia adalah peninggalan keluargamu. Lakukanlah petunjuk, datanglah pada sebuah mansion di balik ruko, disana terdapat kompetisi game dengan imbalan fantastis yang bisa kamu raih. Itu akan merubah hidupmu dan mengetahui siapa dirimu! kamu terlahir dan besar disana, oleh pria yang setiap harinya bertarung game super online setiap waktu."

__ADS_1


Teng.


Eh, Bimo masih saja melihat kakek An diam terbaring, namun entah kenapa suara itu lantang hanya ia dengar dengan sendirinya, nampak sesekali Bimo menatap intens, dibalik hiasan lukisan kamar tuan An. Bimo geser dan benar saja terdapat ponsel seri tersebut yang berhasil Bimo amankan untuk mencari tahu.


Tleth.


Suara ponsel berhasil Bimo nyalakan, dan ponsel itu ia masukan ke dalam tas dokternya, untuk segera pamit. Sebab terdengar suara pintu kamar terbuka.


Bimo nampak senyum, benar benar kembalinya menjadi dokter bagai detektif yang harus ia pecahkan, meski kini ia harus bersabar, menjalankan aksinya ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan.


"Dokter bagaimana keadaan kakek?" tanya Alexa hampiri.


"Masih seperti sama, besok saya akan kembali lagi. Kalau begitu permisi nona!"


"Eh, ya sama sama. Makasih dokter." tatapan dingin Bimo melewati Alexa begitu saja, meski saat itu Alexa merasa aroma pria itu terlihat tenang mirip Bimo yang entah ada dimana saat ini.


Bimo pun telah keluar dari mansion mewah tersebut, dimana mansion yang membuat Bimo ingin cepat cepat pergi dan tak tahan berada di dalam rumah itu. Hawa panas dan geram, mansion besar tapi seperti ruangan berapi, jika bukan karena misteri dan misinya. Bimo tidak mungkin capek capek datang lagi ke sana.


Tleth.


Bimo melempar ponsel tersebut dan meninggalkannya karena tidak ada apapun, namun lima langkah ponsel tersebut ada didepan Bimo, yang berhasil menarik perhatian Bimo, dan menoleh kebelakang.


'Eh! Bagaimana bisa ponsel itu berpindah?'


Sebab Bimo merasa dipermainkan karena seri tersebut tipe jadul tak ada apapun disana.


"Heh, ponsel tua ini aneh sekali. Kau kenapa ikuti aku sih?" kesal Bimo yang meraih ponsel tersebut dan berhasil menarik mata Bimo terkejut.


Dredt ... Pesan Message diterima!!


Sebuah pesan tampil bagai informasi, namun anehnya selang lima menit pesan itu tidak lagi muncul.


Bimo nampak sekali mencari data data penting di ponsel seri tersebut, dimana disana hanya sebuah nama dan nomor ponsel.


[ Jalan berlian sari nomor 123 blok 331, mansion Axio Bimantara. ] Kakek Ansara! isi pesan.


Axio Bimantara. "Eh, kenapa nama belakangnya mirip denganku? dan kenapa kakek Ansara seperti mirip kakek An ya?" lirih Bimo sedikit bingung, yang akan melaju ke sebuah mansion dibalik ruko, yang terdapat pesan nama dan alamat lengkap, yang harus Bimo datangi kali ini.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2