
'Sepertinya, tampilan ini akan membuat aku tahu siapa keluarga istriku, dan kepribadian Alexa yang sesungguhnya. Alexa kamu terlihat mirip ibumu yang kejam, perangai mu hanya baik di depanku membuat tipu daya. Aku kembali untuk membuat kalian menyesal.' lirih batin Bimo.
Dan saat Bimo sedang asik asiknya merubah tampilan, dan berkaca pada cermin kecil. Bimo lagi lagi terkejut, akan seseorang dari belakang yang masuk membuka gerbang rumah, sehingga refleknya ia sembunyikan cermin di tas dokter.
Krek.
"Anda siapa ya? kenapa diam disini?"
Bimo menoleh, ia senyum ingin menyambut Alexa, namun hampir saja lupa membuat kecurigaan, sehingga nampak Bimo menahan hingga waktunya tiba.
"Perkenalkan sa-ya .. "
"Dokter .. apa anda dokter baru kakek, sebab saya minta rekomendasi dari dokter Farhan." ujar Alexa yang dengan mata berbinar, membuat Bimo fokus.
"Ya benar, saya dokter Bi .. nama saya dokter Beno Handers."
"Be-no .. Handers, silahkan masuk dokter. Tunggu, tapi ini jam sepuluh lewat loh."
"Itu karena saya dokter keluarga. Kapanpun Tuan An butuh, saya segera tiba di rumah ini."
"Dokter satu lagi, saya minta maaf dan bantuannya." terdiam Alexa di ujung pintu.
"Ya, ada apa nona saya akan bantu jika itu saya sanggupi."
Alexa nampak mengeluarkan sesuatu dari tas, sehingga terlihatlah ia mengeluarkan dompet dan beberapa lembar pecahan uang dua puluh ribuan dan sepuluh ribu beserta logamnya.
"Maaf, tapi karena keluarga saya sedang kesulitan ekonomi. Saya hanya bisa membayar di muka uang ini, tolong diterima dulu! sebab saya sedang menarik uang di kantor kakek, tidaklah mudah. Itu karena tangan kanan kakek sedang ke Eropa. Begitu dia kembali saya akan membayar anda!" jelas Alexa.
Gleuk.
Bimo yang kini menyamar nampak tidak tega, bagaimana mungkin rumah semewah ini kesulitan ekonomi, sungguh miris. Tapi lagi lagi kemungkinan Bimo keluarga ini adalah tipe pelit, sudahlah yang penting Misinya berhasil yang Bimo harapkan saat ini.
Apalagi Bimo saat ini punya kekuatan super, bisa menganalisa dalam layar transparan mirip komputer yang hanya ia sendiri bisa melihatnya, dengan mendetek tatapan mata saja bisa keluar lah sebuah informasi dan data data yang ia lihat dari sorot matanya selama beberapa menit. Belum lagi merubah tampilannya dengan telunjuk jari.
"Dokter kenapa diam?" tanya Alexa, yang saat ini Bimo masih terdiam menatap telapak tangannya.
"Sepuluh .. Empat puluh .. Delapan .. Ribu .. Lima ratus. Nona .. Ah! begini saja, saya ikhlas membantu kakek anda, soal tagihan anda jangan cemas, saya akan merawat kakek anda selama tiga bulan free biaya, asalkan akses ke kamar kakek anda, saya tidak di persulit. Setelah tiga bulan anda boleh mencicilnya dan berhak tau tagihan seluruhnya tanpa cicilan."
__ADS_1
"Ah, syarat yang tidak memberatkan. Baiklah saya setuju."
Alexa nampak ingin berjabat, tapi Bimo enggan dan memilih cuek. Sehingga Alexa kembali menarik tangannya dan segera pamit, agar dokter baru memeriksa sang kakek.
Menuju lantai satu, kamar utama paling ujung di sebelah kanan, nampak Alexa bingung karena sang dokter lebih dulu berjalan dan seolah tahu kamar keberadaan kakek.
"Dokter, apa anda sebelumnya pernah ke rumah ini. Kenapa anda seolah tahu keberadaan kamar kakek?"
Deg.
Bimo melupakannya, dan senyum seolah lupa lupa disengaja.
"Maaf refleks, sebab dokter sebelumnya sempat tunjukan jadi saya otodidak dan sok tahu, maaf jika saya lancang."
"Baiklah tidak masalah, jadi saya akan kasih kode akses anda ya dokter. Saya bisa cek situasi kamar kakek hanya dari depan saja dengan kode 130589. Silahkan dokter periksa keadaan kakek!"
"Terimakasih. Kode yang aneh misteri." lirih Bimo.
Nampak Alexa meminta dokter untuk mengecek keadaan kakek lebih dulu, hal itu membuat Bimo sedikit menggaruk kepala, karena apa yang harus ia lakukan. Sebab ia sendiri bukan seorang dokter, ah benar benar gila ide misinya kali ini, bisa bisanya Bimo melupakan hal seperti ini, apalagi ada Alexa yang memperhatikannya.
"Saya akan berusaha sebaik mungkin, tapi kenapa anda tidak sewa Nani perawat khusus?"
"Saya tidak punya uang sebanyak yang dokter pikirkan untuk saat ini, tapi jika kakek bangun dan sehat. Kakek akan membayar mahal. Saya mohon dokter awasi kakek dari orang rumah ini, saya mohon! sebab saya harus ke rumah paman untuk meminta kunci berangkas nya."
"Kenapa harus saya, saya tidak ingin ikut campur dalam..."
"Saya mohon dokter! anda pasti akan mengetahui sebenarnya, kakek sempat trauma sulit bicara sebelum ia dinyatakan struk dan kritis. Keluargaku ingin pengobatan ini terhenti karena saya tidak bisa menuruti kemauan terbesar mereka, tapi saya tidak mau .. saya mohon dokter!" menangis Alexa memohon.
Bimo sendiri nampak ingin sekali menghapus air mata Alexa, yang memohon padanya dengan wajah sendu, andai ia tidak sedang menyamar mungkin sudah ia kuatkan Alexa dalam dekapannya, tapi dinding misi dan dirinya telah bercerai mulai amarah muncul, jika ia dan Alexa hanya sebatas menolong dan misi An si pria tua ini mengatakan sesungguhnya. Sebab Bimo yakin, dia tahu banyak siapa keluarga Bimo sesungguhnya.
Sehingga Bimo nampak lah mendekati sang kakek, lalu memeriksa dengan mendetek denyut nadi tuan An. Meminta Alexa keluar dari ruangan tersebut, nampaklah dokter menatap seisi ruangan itu penuh dinding rahasia.
Deg.
Deg.
Deg.
__ADS_1
Identitas Terdetek ...
Pemindaian berhasil ...
Tuan An .. Usia 78 tahun ...
Seorang pria terkaya dan mempunyai sakit yang di sembunyikan ...
Pemindaian Data Di Transfer ...
30 .. %
60 .. %
90 ... %
Selesai ...
Bimo yang mengecek menutup mata, dimana jari telunjuknya mendetek kesehatan sang kakek, dengan layar transparan yang ia lihat begitu bisa sampai terlihat dimana kakek An sampai koma, namun saat diperlihatkan seorang baju cream membawa suntikan ke kamar ini, nampaknya aneh mencurigakan... Namun ... Tiba tiba saja layar transparan itu menghilang karena tidak fokus.
"Heh .. siapa Lo, bisa bisanya masuk kamar kakek? pencuri ya?" teriak Kyle, membuat dokter menoleh.
"Mama ... Mama .." teriak Kyle membuat orang jengkel pastinya.
"Ada apa sih Kyle kamu berisik aja." dan terdiam ketika ada orang asing, ada di mansion nya.
"Selamat malam nyonya, dan Nona maaf saya mengejutkan. Tapi saya sudah mendapat akses, sebagai pengganti dokter pribadi yang merawat Tuan An. Nama saya dokter Beno Handers."
"Heh dokter cupu, ga usah rawat kakek gue ya. Tampang lo aja cupu, emang bisa sembuhin kakek gue. Kalau enggak sembuh gue tuntut ya, sebagai dokter mall praktek."
Deg.
Sang dokter pun kini geram dalam batin, ia sendiri nampak menghela nafas, dimana ibu paruh baya memakai masker itu terlihat mendekat ke arah sang dokter, apalagi ucapan pedas Kyle.
'Mertua dan ipar ini terlihat menjengkelkan, padahal tadi baru saja terlihat orang yang mencurigakan pada kakek ini, apakah kakek An ini diracun untuk tidur selamanya.' batin Bimo saat ini.
TBC.
__ADS_1