Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Jangan Menolak


__ADS_3

"Selamat sore dokter Ajaib, akhirnya datang juga." 


Sambutan itu pada Bimo yang baru saja tiba, Astra saat itu menjamu Bimo ke dalam rumah besarnya. Bukan tanpa alasan, Bimo merasakan dirajakan, tamu spesial yang seperti di nanti sejak lama.


"Saya tidak lama pak Astra. Obat untuk putri anda, saya mengantarnya. Sekaligus arah jalan pulang." ujar Bimo, senyum.


Bukan tanpa alasan Astra, menahan Bimo untuk sedikit lama, ia memerintahkan nany, Irt menyiapkan jamuan setelah berbincang, bahkan kali ini Bimo di antar ke lantai satu, dimana kamar putrinya bernama Angel, untuk ikut melihat sang dokter memeriksa lanjutan penyakit putrinya.


"Semoga obat itu baik, apakah ada perubahan untuk putri saya bisa hidup seperti yang lain, seharian berpergian tanpa mengenal cuaca?" 


"Untuk itu, saya tidak yakin pak Astra! Keadaan kulit enzim putri anda sangatlah tipis, iritasi dan gatal itu adalah efek, putri anda tidak boleh berkeringat. Namun meski saya sudah meracik obat, membawakan untuk putri anda. Kemungkinan hanya bertahan beberapa jam saja, obat yang saya bawakan pereda untuk penyembuhan total masih tahap percobaan, bukankah ibu kota terlalu panas untuk putri anda tinggal pak, lihat saja ruangan kamar putri anda, AC 4 di setiap sudut, dengan full derajat kedinginan, tidak ada yang bisa tahan jika untuk seorang dokter sekalipun di ruangan ini."


"Hahaha, pak dokter bisa saja. Apakah ini tanda dokter ingin cepat keluar dari ruangan ini, kalau begitu silahkan cek kondisi putri saya!"


"EHM .. sedikit beku jika saya berlama di ruangan ini, Bagaimana keadaan anda nona?" Sapa Bimo, pada pasien yang ia buka tirai.

__ADS_1


"Jauh lebih baik, karena malaikat penyembuh saya hadir sore ini dokter." senyum Angel.


Nany pelayan membantu Bimo, untuk mengoleskan krim pada kulit Nonanya. Setelah Bimo cek keadaan, kontak mata degub jantung keadaan pasien semakin membaik.


"Nany! Tolong bantu saya, salep untuk malam merata pada seluruh kulit, dan lotion gunakan sebelum beraktifitas atau setelah mandi pagi, siang dan sore. Lotion herbal ini mencegah keringat dan rasa gatal, semua tertera disana pemakaiannya!"


"Baik pak dokter, lalu jika habis saya harus membeli di apotek terdekat apakah itu ada ..?"


"Untuk saat ini, hanya Klinik Ansara saja bu! Jadi sebelum habis, pastikan untuk menebusnya di sana, pastikan rutin. Semoga dalam beberapa bulan keadaan Nona Angel akan pulih seperti kulit tropis, yang sehat pada umumnya kita tinggal di musim panas." 


"Semoga dokter, sebab saya juga ingin normal."


"Kalau begitu. Saya …" terdiam Bimo.


"Makan malam sebentar! Anggap ini rasa terimakasih saya dokter Bimo, saya mohon jangan menolak!" 

__ADS_1


Bimo tidak bisa menolak permintaan tuan Astra, selain itu ia adalah rekan baik kakek An. Meski Bimo sendiri tidak begitu mengenal, hal ini membuat Bimo menatap jam. Sebab ia sudah mengirim pesan pada Alexa ia akan pulang cepat, namun karena tak enak ia harus pulang sedikit larut lagi.


"Baik pak Astra, saya akan makan malam."


"Ohoooho, kalau begitu mari kita ke ruangan makan keluarga! Saya akan memanggil putri saya untuk ikut turun, apa pak dokter tidak keberatan?"


"Tentu tidak ... " senyum Bimo. 


Hal itu membuat Bimo duduk, beberapa pelayan mundar mandir meletakkan makanan dan minuman, dimana Bimo mengirim pesan pada Alexa.


[ Alexa .. sampaikan pada kakek, aku menghubungi telepon genggam kamarnya tidak aktif, malam ini aku larut lagi. Sebab tidak bisa menolak permintaan tuan Astra keluarga pasien memintaku untuk makan sebentar, tolong perhatikan kakek dan pastikan obat sesudah makan. Sampaikan pada kakek, istirahat jangan tunggu aku! ] Pesan Bimo saat itu juga.


Deng …


Deng …

__ADS_1


Mata Bimo terpana, setelah memasukan ponsel ke saku jasnya, saat seseorang turun dari anak tangga menuju ke arahnya dengan tersenyum.


TBC.


__ADS_2