
Bimo yang kini berada dalam perjalanan, masih memeriksa data entry dari uncle Brian, pasalnya siang nanti ia harus ke pom bahan bakar, terkait Roby yang menggelapkan dana mencapai puluhan miliar, apalagi terdengar kabar, ratusan pegawai belum mendapatkan gajinya, sudah telat dua pekan.
[ Paman, apa tidak ada dana cadangan di pom 7, sehingga mereka sebagian untuk dibayarkan lebih dulu? ] Pesan Bimo saat itu juga.
[ Tidak ada dana tersisa satupun, hanya ada dana pemasukan bahan bakar selama beberapa hari, yang hanya tersisa mencapai puluhan juta! jika di ambil dari income pom lain, perlu persetujuan banyak pihak! maka dari itu, datanglah! kita selesaikan solusi lain, sebab banyak hal beberapa cabang bermasalah, Paman tidak bisa handle perusahaan seluruhnya. ] balas Brian, mengirim pesan.
Sambil menunggu pesan lain, Bimo yang sampai di klinik di sapa beberapa dokter residence. Sebelum mereka menjalani rutinitas mengecek pasien, dan menangani pasien. Sejak pagi ini, mereka selalu rutin rapat terkait beberapa masalah pasien yang kritis dan lanjutan.
Klinik Keluarga Ansara, benar benar berjalan dengan lancar. Terlihat suster yang tadinya tiga, kini sudah ada 30 puluhan suster dan dokter Spesialis bahkan ada 8 dokter Residence, yang membantu Klinik yang Bimo dirikan, kini bagai rumah sakit yang ramai dan antrian yang tiada henti setiap harinya.
"Dokter .. ada telepon dari pasien 7-1 katanya mereka menunggu, maaf!" suster Shasa.
"7- 1. Ah, dia adalah pasien yang mengidap kelainan kulit. Terimakasih suster Shaha. Jika saya minta saat saya tak ada, mohon perhatikan Klinik dan segala hal jika tidak ada saya, pastikan obat yang saya buat, stok jangan sampai kosong! jangan pernah masuk ke ruangan saya, saat saya tidak ada. Jika ada yang tersisa sedikit obat persedian, tolong untuk kabarkan sebab siang nanti saya tidak akan kembali ke Klinik."
"Baik dokter, saya laksanakan."
__ADS_1
Pasalnya, Bimo saat ini fokus meracik herbal, terkecuali ada pasien kritis seperti kecelakaan dan kelainan, maka ia akan turun tangan menangani.
Bimo yang sudah ada di ruangan kerjanya, ia kembali memastikan herbal yang ia buat, yang sudah terpajang di rak obat. Dimana ia juga sedang mendaftar izin obat obatan khusus yang dicampur beberapa herbal tanaman ampuh, maka dari itu ia meminta seseorang untuk mendaftarkan izin obat obatnya, agar tidak bermasalah kedepannya. Bahkan tes uji obatan telah di daftar sebagian, sehingga Bimo hanya menunggu saja seluruh Klinik yang ia dirikan sudah mendapat Izin, dan terdaftar.
'Selesai juga. .. ! pasien 7-1.' menghela nafas Bimo, setelah menginput seluruh bahan alami untuk obat jenis barunya, yakni beberapa luka bakar, gatal yang disebabkan jamur, kutu air, kurap sekalipun akan ampuh untuk diberikan pada pasien yang menderita. Bahkan dosis lain, dari kulit kelainan genetik atau bawaan lahir akan segera sembuh.
"Sistem, ayo bantu aku 1000 pcs lotion obat herbal, pastikan besok sudah selesai!" ujar Bimo, memerintah.
Ding ...
30 ...
40 ...
50 ...
__ADS_1
60 ...
70 ...
Penyelesaian obat herbal oles berhasil!!
Tling.
Proses Herbal Selesai, dosis rendah untuk penderita akut 3 x pemakaian, dan 1 x pemakaian untuk luka ringan pada pasien.
Selesai ... 100 % Sistem membantu membuatkan obat medis beberapa penyakit luar.
Bimo tersenyum, setelah sistem menatap beberapa bagian lotion, salep maka ia segera mengambil beberapa untuk ia bawa kepada keluarga Astra, pasien beberapa hari lalu ia periksa di rumah besar.
Bimo tak lupa mengunci pintu ruangannya, sebab tak seorang pun ruangan rahasia, ruangan racikan ia membuat obat dengan Sistem di ketahui orang lain, termasuk Alexa sekalipun, hanya ruangan luar kerjanya kemungkinan. Sebab ruangan kerja di kliniknya, ada pintu rahasia bagai pintu doraemon yang dilapisi rak buku herbal untuk membukanya. Disanalah Bimo membuat ratusan obat sendirian hingga larut malam bersama sistem.
__ADS_1
TBC.