
Robi meminta Kyle untuk membatalkan sang mama berobat, sebab dirinya takut bertemu Bimo. Bisa bisa rencananya batal, apalagi ia membawa mobil dan uang kantor diam diam, karena Bimo dan yang lain masih sibuk, jadi tidak akan sadar ia mencurinya.
"Sus .. kita ada yang tertinggal, mama saya tidak jadi kesini. Lain waktu saja ya!" lirih Kyle, membuat sang mama kebingungan.
"Kyle ada apa ini?" tanya Emily.
Ssssst!! "Mama, kita ke rumah sakit besar saja ya, di sini Roby merasa tidak aman." bisik nya, yang mana Kyle membawa sang mama, menenangkan.
Padahal Emily sudah tidak tahan atas sakit sesak dan batuk sejak kemarin ia menjadi pembantu di mansion. Tapi karena Roby dan Kyle bilang akan membawanya ke rumah sakit besar, jadi ia percaya saja. Jelas jelas ia sadar karena Klinik ini milik Bimo, tapi tidak dengan bibi Emily yang sama sekali tidak tahu.
"Kalian ini kenapa sih, mama tuh benar benar sakit. Sudah ga tahan, memang ada apa sih dengan kalian?"
"Klinik baru Bimo, apa mama percaya dia bakal obatin mama. Kalau dia kasih suntikan mati, macam mama suruh orang buat kakek An gimana?"
Emily nampak gusar, sebab pandangan Kyle seperti berbohong padanya saat ini.
"Mama jadi curiga, sebab Bimo bukan orang yang dendam an loh, meski mama ga suka dia pewaris kakek. Kamu yakin itu alasannya?"
Kyle terdiam menatap Roby.
"Katakan sama mama, Jangan seperti ini sikap kalian berdua." sentak Emily kesal sambil terbatuk batuk.
"Sebenarnya Roby ambil mobil mewah ini dari kantor paman Brian, saat antar ke bandara. Lalu ambil beberapa uang berangkas. Jadi Roby ketakutan kalau sampai Bimo tahu, kita kemari pakai aset kantor. Terus hubungi paman Brian, dan kirim para bodyguardnya itu loh."
Deg.
"Astaga, kalian membuat mama tambah sesak." ujar Emily yang makin lemas.
***
Sementara Alexa, yang tidak melihat mobil dimana Keluarganya pergi ke arah jalur lain, hal itu membuat Alexa tampak biasa saja, sebab ia datang ke klinik baru Bimo, dengan membawa banyak makanan yang ia buat tadi.
__ADS_1
Tlith!
[ Waktumu sepuluh menit, cari tahu agar akunmu pulih! ] pesan sistem.
Alexa tampak bingung, kala akan baru tiba. Terlihat jelas, wajah raut Bimo tak bersahabat.
"Kenapa, apa ada masalah?"
"Akunku di Hack, seseorang merebut herbal yang di kirim pick up, lokasinya sangat jauh sekitar 100km .." ujar Bimo, syok saat Alexa sudah ada di ruangannya.
"Aku coba hubungi teman hackerku ya? Siapa tahu bisa membantu." jelas Alexa, yang ingin membantu Bimo.
"Siapa teman mu itu, pria ..?" telisik Bimo, membuat mata Alexa nampak manyun.
"Bukan, teman kuliahku yang jurusan IT! namanya Sinta."
Ooooow!!
Hingga beberapa saat Alexa menghubungi rekannya itu, sehingga Bimo nampak melirik lirik entah kenapa sistem pergi di saat Alexa ada, bagus saja saat ia meracik herbal dan berbicara dengan Sistem, ia memakai earphone, sehingga kala Alexa datang tiba tiba mengejutkan ia bisa beralasan dengan bilang dirinya sedang menelepon seseorang.
"Ini semoga berhasil ya, aku harus pulang!"
"Kamu sudah bertemu kakek sebelum kesini?"
"Sudah, sebelum aku antar makanan untukmu, aku sudah menjenguk kakek. Tetapi tak lama suster Sha .."
"Iya suster 24 jam akan mengawasi kakek, kamu tenang saja! Aku percaya padanya karena paman Brian yang merekomendasikan, dan bilang jika Suster itu bisa dipercaya, bahkan paman Brian mengenal dekat."
"Oh. Begitu ya .. baiklah."
Senyuman Alexa sedikit palsu, sebab dirinya entah mengapa melihat Shasa baik karena ia berusaha ingin mendekati Bimo, apa dia tidak tahu jika Bimo saat ini masih suamiku meski .. 'Aach .. pikiran apa sih ini, benar benar menggangu deh.'
__ADS_1
"Alexa kok diam ..?"
"Tidak apa .. kalau gitu aku pamit ya! Selamat bertugas DOKTER BIMO ... Jangan lupa makan ya!' lembut Alexa menyapa.
"Baiklah terimakasih dan maaf, aku sudah merepotkan mu."
Bimo pun membalas senyuman, dimana ia kini meraih alat kedokteran, yang ia lilitkan ke lehar. Setelah Alexa pamit, Bimo kembali ke ruangan sang kakek, untuk meracik hasil obat tahap pertamanya, dimana akan ia suntikan ke dalam infusan.
Setelah Alexa pergi, Bimo benar benar memeriksa kakek An, orang yang ia sayangi sebagai tetua yang menyayanginya, ternyata ia adalah keluarga aslinya, tak pernah Bimo memimpikan kehidupan kaya sebagai pewaris unlimited. Hanya satu, Bimo ingin tetap mendirikan Kliniknya saat ini agar jaya dan lancar berkembang pesat, dimana kelebihan Bimo saat ini menjadi dokter tak biasa.
"Kakek, cepatlah siuman! Seperti kemarin kakek menggerakkan beberapa jari dan membuka mata, meski sulit untuk bicara! Setidaknya herbal racikan Bimo, berhasil dan akan Bimo kembangkan untuk menyembuhkan banyak orang. Terutama orang yang tidak mampu, misi Bimo membuat Klinik rasa terimakasih Bimo pada kakek." senyumnya dan pergi ke ruan lain.
Di sisi lain, setelah meninggalkan klinik, Alexa pulang sendiri. Bimo, langsung menghentikan taksi yang dilihatnya di jalan untuk mengantarkan dirinya pulang, sebab Sistem mulai hilang begitu saja, padahal sebelumnya ia hilang bagai telepati saat menuju Klinik. Tapi kini, ia pulang ke mansion tak membawa mobil dan supir, hanya satu jalan yakni taksi saja.
'Jika tahu aku ditinggalkan oleh Sistem, harusnya tadi aku bareng dengan Alexa.' batin Bimo.
Sore ini Bimo bertemu dengan Sistem untuk memulihkan layar Sistem yang sedikit bermasalah, maka dari itu mungkin Sistem sedikit menghilang tanpa pamit padanya, lalu malamnya dia menghabiskan begitu banyak waktu di klinik mengoprek komputer Ip name yang di retas, berkat bantuan teman Alexa yang meminta bantuan, maka Bimo setelah pulih, maka ia bisa tenang meracik dan melihat banyak resep obat yang harus ia segerakan untuk kejayaan Klinik barunya selalu ramai pengunjung.
Nampak sekali di mansion, tidak ada siapa siapa. Bahkan saat ini melewati kamar Alexa, lampu kamarnya sudah padam. Namun tidak beberapa lama, terlihat notif panggilan dari suster Shasa.
[ Ya hallo? ada apa Sus? ]
[ Malam dokter, begini Tuan Bimo. Tuan An, sudah siuman. Anda harus segera lekas ke klinik! ]
[ Baiklah, saya akan segera menuju kesana. Tolong cek perkembangan Kakek, sampai saya tiba! ]
[ Baik dok. ]
Telepon pun berakhir, dimana kali ini Bimo harus kembali lagi ke klinik, rasa bahagianya mendengar kakek siuman, dan sudah bisa membuka mata. Membuat Bimo lega, jika awal dari racikan obat yang ia buat, sudah berhasil untuk resep penyakit Stroke langka yang mirip dengan sang kakek.
"Terimakasih, karena Kakek sudah siuman. Ini adalah awal kakek akan kembali sehat, aku bersyukur atas anugerah mu Tuhan." lirihnya, ia segera meraih kunci mobil dan menuju Klinik Keluarga Ansara.
__ADS_1
Dimana Bimo optimis, mengembangkan Klinik dengan menyembuhkan cara yang tak biasa di klinik barunya. DOKTER AJAIB, BIMO SETIAWAN. [ Baru Di Mulai .. ]
TBC.