Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Alexa Ketakutan


__ADS_3

"Kau tahu kan, mengapa aku harus mempermalukan ku dua kali, Kyle. Aku bahkan sudah bilang, Bimo tidak akan datang. Bahkan kotak lunchbox yang aku bawakan saja, tidak disentuh. Bagaimana bisa aku berpura pura, setelah perlakuan pria itu manis dan cuek akhir akhir ini, aku tahu jatuh cinta itu seperti apa. Ini adalah hukuman, jadi ada baiknya kalian pergi dari mansion ini! jangan membuat hidupku semakin rumit."


"Alexa aku mohon, mama sangat sakit parah. Setidaknya kamu memohon sampai mama sembuh, aku yakin kamu bicara saja dengan kakek An. Kakek An, lebih menyayangi kamu Alexa."


"Kyle kau membuat hidupku sulit, aku tidak punya kuasa disini. Kau ini benar benar, aku rasa di gubuk belakang mansion ini kalian segera berpikir cepat pergi kemana, bahkan makanan saja aku diam diam dari kakek. Sebab belum ada waktu yang pas untuk membicarakan kalian tinggal disini, kau tahu posisiku sama. Terasingkan ketika aku berbuat salah, jadi aku mohon sebelum mas Bimo kembali kalian jangan berada di luar, bahkan jangan lagi tinggal di sini."


"Alexa kamu jangan pelit, kami bahkan tidak punya uang, apalagi untuk tinggal. Kamu tega pada kami, kami janji akan melakukan tugas pembantu di mansion demi dapat uang."


"Kyle kenyataannya berbeda, semua akan aku coba bicara pada kakek. Kalian tahu kan, kalian di usir membawa uang banyak kan, apa kalian berencana mencuri di mansion?"


"Ciih!! Alexa kami tidak terpikir untuk hidup gelandangan kedua kalinya, percayalah kali ini. Mama berharap kamu membantu kami Alexa, sebagaimana mama pernah merawat kamu dari bayi, meski mama tidak melahirkan kamu." sambar Emily, yang terbaring lemah di bangku kayu tua.

__ADS_1


Alexa benar benar rapuh, ia sebenarnya ingin ke atas mansion tertinggi, meminta bantuan pada sang kakek. Akan tetapi, demi rasa baktinya pernah dirawat sejak bayi, maka Alexa akan berusaha sebaik mungkin, sebagaimana jika Bimo murka ia akan terusir.


Sebab kali ini Alexa menyembunyikan keberadaan Kyle dan Emily di rumah tua kecil tepat dibelakang mansion, sama seperti dia dulu menyembunyikan Bimo yang masuk jurang dahulu untuk penyembuhan diam diam, benar benar dilema bagi Alexa saat ini.


"Meski aku akan terusir karena membantu kalian, aku akan coba. Setidaknya jika aku terusir dengan kalian, itu sudah jawaban jika Bimo yang sekarang adalah pria batu yang tidak mudah digoyahkan. Tapi ketika aku terusir, hiduplah kalian bersama jangan ikuti aku." ujar Alexa lalu kembali melangkah.


Deg.


Kyle dan emily benar benar terkejut, mereka kira Alexa akan hidup bahagia. Nyata dari raut wajah mereka, memang benar Alexa juga menyimpan rasa kesedihan dan sengsara hati mendalam.


"Mau bagaimana lagi, tidak ada yang tahu kedepannya seperti apa, semua ini karena Roby yang meraup uang Bimo, dengan ini kita juga tahu seperti apa Roby sebenarnya, setelah kita diterima dan mendapat gaji, Kyle bercerailah dari Roby, lakukan perintah Bimo dan kakek. Hanya itu cara kita bertahan hidup untuk tidak jadi gelandangan, sebab mama ingin mati saja jika Alexa tidak bantu kita."

__ADS_1


"Mah, ayolah. Aku yakin Alexa berhasil membantu kita, aku yakin kakek An berhati lembut, meski kita akan di injak injak oleh Bimo kelak. Tapi bagaimana bisa Bimo acuh pada Alexa, jangan bilang Alexa juga tidak disentuhnya, aku harus cari tahu, aku akan baik dan berusaha baik demi merebut posisi nyonya. Iya kan mama, kita bisa shoping lagi."


"Kyle, jangan bodoh. Jangan memulai lagi."


"Mama tenang saja, Kyle pasti akan lakukan demi mama, dan membenci Roby detik itu juga, karena dia kita jadi begini. Huhuhu." isak Kyle membuat Emily menggeleng kepala.


Tap ...


Tap ...


Langkan Alexa terhenti dikamar utama, dimana kakek An sedang duduk menatap jendela ke arah rumah tua, Alexa gugup apakah kakek An sudah tahu apa yang ia lakukan.

__ADS_1


"Mendekat lah Alexa, ada yang ingin kamu sampaikan dan jelaskan pada kakek?" ujar Ansara, ia memutar kursi roda dan menatap tajam ke arah Alexa saat ini.


TBC.


__ADS_2