
Esok harinya, hal seperti biasa Bimo melakukan beberapa racikan dan project obat obatan herbal. Ia melihat ke arah samping, dimana foto keluarga Bimo dan salah satunya adalah Ayahnya bernama Hero. Namun tidak ada yang tahu, siapa gadis kecil yang digenggam tangan oleh ayahnya di foto keluarga.
Semalam saat perbincangan ngeteh bareng bersama sang kakek, Bimo menanyakan siapa gadis kecil yang sering di genggam oleh ayahnya. Jawabannya adalah gadis yang baik, yang mana ia adalah teman masa kecil Bimo.
Bimo mengingat ingat, ia punya sahabat sejak kecil. Tapi entah mengapa Bimo jadi penasaran apa hubungannya foto keluarga yang masih menyimpan misteri. Lalu dua perempuan dan dua pria disamping Hero, sang kakek bicara ia telah wafat karena korban kebakaran di Pom 1. Saat adanya meeting mereka semua terjebak di satu ruangan, sehingga kakek pun hanya mempunyai anak bernama Hero si tukang game, bukan ahli bisnis. Dan istri kakek An, otomatis nenek kandung Bimo tewas karena sakit sering menangis yang mana ia tidak terima anak anaknya meninggal dalam keadaan tragis.
"Kebakaran yang mana bibi dan paman kandung Ku meninggal bersamaan, satu bulan kemudian di susul nenek. Sssst!! kenapa ini seperti sengaja ya." benak Bimo yang terdiam, rasanya ia tidak fokus berlama lama meracik obat.
Bimo pun segera meraih jasnya, lalu pergi dan menitipkan pada yang lain. Pintu ruangan Bimo yang ada papan namanya di geser dengan tanda ( Sedang Keluar ) hal itu pun Bimo pergi ke anak perusahaan lainnya, dengan mobil dan supir yang membawa Bimo kemanapun. Tak lupa memantau perusahaan lain dari tabletnya, apalagi Bimo bisa melihat pergerakan paman Brian sebagai tangan kanan perusahaan kakek.
'Kenapa aku curiga padamu paman Brian, sepertinya dengan bibi Emily. Aku bisa pantau dan cari informasi lebih lanjut, jika sasaranku tepat. Sudah pasti bibi dan paman angkat ini ketauan, tidak mungkin mereka tidak tahu kejadian itu.' batin Bimo bergumam.
Bimo yang masih di dalam mobil, ia melihat ke arah jendela dan melihat jalanan dengan alu lalang orang yang berjalan, dimana supir membawa Bimo melalui jalan alternatif seperti pasar induk. Pasar induk sendiri dibalik bangunan tinggi menjulang tetap rapih, namun ada mata yang membuat Bimo meminta supir berhenti saat itu.
"Tolong berhenti!"
__ADS_1
Supir pun berhenti, hal itu membuat Bimo turun dan bertanya pada wanita yang semakin ia benci, apakah ia masih naif.
"Kalian ingin kemana?" tanya Bimo, hal itu membuat Alexa menoleh.
"Mas Bimo .. ma-maaf. Ka- kami, maksudku aku mengantar bibi Emily karena ia semakin hari mimisan. Jadi .. aku berniat mengantarnya." jelas Alexa.
"Sejak kapan kau bersama Emily, apa kau tinggal bersamanya?"
"Bimo, jangan salahkan Alexa. Bibi dan Kyle tinggal di rumah tua belakang mansion, maaf. Tapi bibi minta jangan salahkan Alexa, karena bibi benar benar kebingungan."
Deg.
"Rumah tua .. belakang Mansion? Cih .. Alexa kau benar benar naif. Baiklah kita berjumpa nanti malam, silahkan tunggu aku di mansion. Setidaknya tidak gratis, dan bibi harus membayarnya." tegas Bimo.
Bimo pergi, meninggalkan tatapan Alexa dan Emily yang sangat kusut, hingga mobil Bimo pergi tak terlihat Emily bertanya pada Alexa.
__ADS_1
"Apa sikapnya seperti saat ini Alexa?"
"Lupakanlah mama! bagaimanapun aku masih menghormati mama yang telah merawat Aku sejak kecil, kita sudah terlambat. Semoga saja Kyle keterima bekerja, sehingga kedepannya kalian bisa lebih baik."
"Semua salah mama, andai mama tahu Bimo yang dibawa kakek An adalah cucu pewaris aslinya, mama tidak akan bersikap arogan dan bengis padanya. Andai kamu juga tidak bersikap acuh padanya, mungkin hidup kamu sudah bahagia Alexa."
"Sudahlah mah, ayo kita lupakan masalah itu. Saat ini antrian mama sebentar lagi, mama harus rutin cek up. Andai Alexa punya uang banyak, mungkin mama akan terus di rawat di rumah sakit besar, untuk saat ini Alexa akan mengalah tidak ingin mengejar Bimo, sebab ia sulit digapai."
Deg.
Pernyataan Alexa membuat Emily memikirkan sesuatu.
"Kau mau tahu alamat Roby, mungkin dengan tahu keberadaan dia, kamu bisa bawa dia pada Bimo. Hubungan kalian mungkin akan lebih baik satu langkah, setidaknya coba saja. Anggap saja permintaan maaf mama padamu sayang, maaf mama telah membedakan kamu dengan Kyle."
"Ayo mah, kita sudah hampir sampai. Setidaknya kita tidak tahu, apakah mas Bimo akan murka nanti malam." ajak Alexa menuju klinik.
__ADS_1
TBC.