
"Untuk apa Alexa meminta izin, hah! sebenarnya apa yang ingin dia katakan lagi, apa soal pembatalan pernikahan. Atau .. dia juga ingin berkencan?" lirih Bimo entah bicara pada siapa.
Bimo pun saat ini, berjalan jalan ke arah yang tak terduga, dimana ia melihat seorang pria turun dari mobil, sehingga melajukan langkah untuk mencari tahu siapa yang ia temui. Bukan tanpa alasan, Bimo yang sudah melangkah puluhan kaki terkejut saat Roby turun dari mobil, lalu kembali masuk ke dalam mobil mewah Lux, yang membuat Bimo kehilangan jejak karena ia turun dengan lift.
Ada pun yang Bimo sesali adalah nampak tangan dan arloji berjas biru, namun saat Bimo sampai di lokasi pria yang kemungkinan berbicara dengan Roby sudah menghilang sama hal dengan Roby si pencuci tangan yang hampir saja ia tangkap akan tetapi sudah pergi dengan mobil dengan kecepatan tinggi, andai lokasi ia di gedung tidak jauh dan bisa ia tapaki dengan lebih cepat tanpa menuruni anak tangga bahkan lift, mungkin Roby dan pria misteri itu berhasil ia tangkap basah.
'Cih, berarti jelas jika disini ada sampah yang harus aku singkirkan.' lirih Bimo, ia kembali naik ke atas.
Dimana saat itu ia pun makan siang, melupakan pesan dari Alexa yang sejak tadi bunyi. Bimo kembali makan siang dengan lancar, tanpa membuka chat Alexa saat ini. Sebab bukan tanpa alasan, Bimo selalu mementingkan bisnis ketimbang percintaan, sejak ia patah hati seolah jatuh cinta dahulu pada Alexa sudah gugur karena penghianatan dan kekejaman sikap.
"Bim, bagaimana sudah beres yang kamu perlukan disini?" tanya Brian di ruangan private.
__ADS_1
"Beres paman, ah! paman bisakah paman tahu ciri ciri pria berlengan biru terang, dengan arloji ini. Kebetulan tadi sempat minta cctv di ruangan belakang, aku melihat jelas ada Roby! sayang tidak kelihatan begitu jelas disini karena terlalu jauh."
"Kau yakin Bimo, ingat jangan salah orang. Apa yang ada dipikiran otakmu saat ini, sehingga paman harus mencari ciri ciri ini."
"Dia sampah yang bersekongkol dengan Roby, jika pria itu belum tertangkap. Maka akan ada Roby .. Roby lain yang mengambil hartaku tanpa ketahuan, sungguh miris. Aku memberikan mereka gaji, tunjangan besar dan sepadan. Tapi kenapa mereka masih gila melakukan korupsi dan hal kotor semacam ini?" kesal Bimo.
"Gaya hidup. Jadi paman akan segera lakukan ciri ciri ini, paman akan segera ke ruangan staff! bodyguard! dan kau Bimo, coba pantau loker karyawan terkecil, bisa saja mereka menyamar kan?"
Senyum Bimo ia pergi dari pandangan Brian, dimana saat itu Bimo tidak seratus persen percaya juga pada Brian. Bimo mengikuti langkah Brian diam diam, dimana ia merasa Brian si paman tua itu melakukan siasat, bisa saja kan Roby dan Brian bersekongkol. Jika tidak pun, setidaknya rasa penasaran kecurigaannya pada sang paman yang tidak sedarah itu bisa lega. Sebab yang sedarah saja serakah terlihat, apalagi yang tidak sedarah.
Bimo diam diam mengikuti Brian dari anak tangga, dimana ia membuka sepatu dan menonaktifkan ponselnya menjadi silent, sehingga rencananya melihat paman Brian menginterogasi orang misterius yang ia curiga sekongkol dengan Roby dapat segera diketahui sebelum ia pulang ke ibu kota.
__ADS_1
"Kita lihat, apa paman ada di pihak aku, atau Roby yang sama sama serakah. Sebab dengan cara seperti ini aku bisa tahu, apa yang paman lakukan mengelola perusahaan ayahku. Aku hanya ingin keadilan, orang yang bersama ku selalu tidak bermuka dua." lirih Bimo.
Tap ...
Tap ...
Langkah Bimo terhenti, ketika sistem berbunyi tiba tiba, hal itu membuat Bimo menekan ponselnya untuk tidak bunyi di saat ia terlalu dekat jaraknya dengan paman Brian.
Kreeeek ...
TBC.
__ADS_1