Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Menyembuhkan Pasien


__ADS_3

Saat Bimo kembali masuk, tidak ada yang menyangka si kakek tertawa, namun kali ini dokter Shasa memanggil, membuat empat mata pasang ke arah Bimo yang tadinya tertawa merenggut.


"Dokter .. maaf! ada pasien darurat, di bangsal 4."


Mendengar hal itu, Bimo meletakkan sesuatu di meja sang kakek, meminta Alexa menjaga sang kakek lebih dulu.


"Maaf Kek! Bimo harus pergi."


Melihat Bimo keluar, dimana Shasa mengekor dengan jalan tak biasa, membuat perasaan Alexa kesal yang memendam. Entah hanya dirinya saja yang berasa gundah, ketika melihat suster mengekor kemanapun Shasa pergi.


'Dia itu suster! Alexa, jadi jangan meracau pikiran aneh. Hubungan ini juga sedikit rumit dan canggung setelah kenyataan dia pewaris kakek. Apa aku harus melepasnya saja, sebab hubungan pernikahan ini masih rahasia dan jalan di tempat. Semakin jauh saja, setelah Bimo sibuk.' batin Alexa, ia memotong buah dan kembali mengajak kakek An, berbincang.


Bimo di ruang bangsal 4. Menatap dua orang menangis, dimana saat itu pasien meminta pertolongan agar sang dokter membantunya.


"Dokter, tolong ibu saya! sejak kemarin kening ibu saya memar, entah kenapa biru dan lebam di bagian ekor leher pundak juga. Lalu saat ini, saat saya tanya ibu saya tidak bisa bicara, bibirnya miring dan matanya mendelik seolah sulit berbicara! Hiks.." tangis wanita paruh baya itu.


"Bawa pasien ke UGD!" ujar Bimo, dimana ia meminta keluarga pasien berdoa, dan Bimo akan mengecek pasien lebih dulu.


Dan dalam beberapa saat, dua suster lain mengecek mengatur posisi pasien agar lebih mudah berbaring. Dimana setelahnya Bimo meminta dua suster lain mengambil herbal yang ia minta saat itu juga, meninggalkan Bimo seorang diri dengan pasien di batasi tirai medis berbunga tulip. Shasa sang suster tahu betapa tampannya dokter yang ia rasa berbeda, dimana dokter melakukan tindakan dengan beberapa ahli. Tapi dokter ini hanya seorang mengecek dengan alasan konsentrasi seorang diri di saat ia mengecek beberapa luka.


"Sus, lakukan seperti biasa!"


"Baik dokter!"


Shasa menyalakan beberapa lilin dan dupa, di titik tembok utara, lalu menutup tirai rapat. Dimana beberapa spot menaburkan herbal yang dinyalakan beberapa aroma lily. Dan Shasa pun menunggu dibalik pintu, sambil memerhatikan dua suster lain, mengambil yang di minta Bimo untuk tidak masuk ke ruang tindakan, sampai dokter Bimo keluar atau memerintah.

__ADS_1


Sang pasien menatap aneh, merasa metode yang ia lihat adalah seperti perdukunan di acara tv yang ia lihat, meski ia sendiri ingin teriak tapi tidak bisa, ingin kabur ketakutan menjadi tumbal tapi kakinya beku dan sakit luar biasa.


"Tenang bu! saya dokter Bimo, saya akan menyembuhkan titik penyakit yang ibu alami untuk segera pulih. Metode yang ibu lihat memang sedikit tidak biasa, tapi saya melakukan semuanya dengan metode herbal. Agar pasien tidak ketergantungan obat yang membuat menyesal dan kesulitan ketika membutuhkan obat itu habis tak tersedia lagi, ibu bisa mudah membuat resep lanjutan, seperti sedang bersantai." jelas Bimo, dimana ia tahu pasien cukup syok atas apa yang ia perlihatkan baru saja.


Bagaimana tidak heran, jika pasien masuk ruang Ugd biasanya ramai penuh alat medis tajam, namun ini hanya tiga suster pembantu, dua pergi. Satu berjaga apalagi aroma yang sangat pekat, namun akhirnya benar benar harumnya tidak seperti rumah sakit, dimana asap dingin bak embun mengelilingi, saat sang dokter mengecek matanya dan mencengkram denyut nadinya.


Loading ...


Memindai ...


Selesai ...


Pengenalan Pasien Status ...


Memindai ...


Loading ...


Selesai ...


Sakit : Memar Tak Biasa


Umur : 47 tahun.


Pengenalan proses ...

__ADS_1


Ding ...


Ding ...


Selesai ...


Status : Di Pukul Oleh Menantu, ketika merampas Emas Beliau Berat perhiasan 59gram. Di saat Sang Anak tidak ada di rumah, menyebabkan punggung leher dua kali terjatuh di atas kloset, dan Mendapat pukulan berkali kali sebatang kayu jati, yang menyebabkan struk langka.


Ding ...


Mata Bimo berhasil menembus sebabnya penyakit sang pasien, membuat Bimo mengusapkan beberapa tumbukan herbal kening dan tengkuk punggung leher pasien, yang di gips setelah mendapat baluran herbal yang Bimo buat.


"Saya akan menyuntik untuk baal, tangan yang bengkok dan beberapa titik tubuh wajah anda yang kaku Bu! jadi bertahanlah. Saya tahu, setelah ini anda bisa melaporkan menantu durhaka anda ke penjara!"


Deg.


Tatapan pasien, membuat ia percaya bagaimana bisa sang dokter tahu. Sementara ia baru pertama kali berobat, dimana pasien itu terharu tangisan, dan memejamkan mata mengedipkan mata, seolah berterimakasih dan meminta maaf ia salah sangka. Setelah Bimo berikan 1 suntikan beberapa saat.


Bimo memanggil beberapa suster di luar, sehingga membuat tatapan kaget.


"Sus .. bantu saya rekam luka pasien, lalu hubungi polisi. Sisanya saya yang urus!"


"Baik dokter."


Bimo keluar, ia berpindah ke meja lain. Menumbuk beberapa daun dan bunga, lalu oil ajaib untuk ia campurkan sebagai ramuan tak biasa, dimana campuran obat mirip yang ia buat untuk sang kakek.

__ADS_1


'Anda benar benar dokter hebat selain tampan.' batin Shasa yang sedang melilitkan kain kasa, kepada pasien sesekali matanya tak bisa berhenti terpesona pada dokter Bimo.


TBC.


__ADS_2