
Alexa sudah diluar kamar, sangat aneh saat ia menempelkan telapak tangannya di atas perut, bahkan detak jantung benar benar membuat Alexa gila tak beraturan, bahkan kali ini ia merasa syok ketika kembali mengambilkan handuk untuk keperluan mas Bimo, yang sedang berendam air hangat di dalam sana.
Air kucuran mampu membuat Alexa ingin nakal lebih dahulu, apakah harus ia membuka pakaian juga, sebab dengan cara itu ia tahu apakah mas Bimo benar benar tidak tertarik lagi padanya, tapi jika mendapat penolakan bukankah akan membuat masalah baru.
'Oh ..astaga, ayolah Alexa mari pikirkan agar mas Bimo seperti dahulu lagi, manis dan perhatian. Aku tidak suka dengan kemewahan uang mas Bimo yang tidak akan habis 7 turunan, akan tetapi dia jarang berada di sisiku bahkan acuh dan cuek yang membuat aku sulit tidur.' batinnya entah bicara pada siapa.
Sssstt!!
"Ternyata Pria lebih sulit untuk wanita taklukan, kenapa Mas Bimo sekejam itu padaku, apa saat itu aku juga terlalu kejam acuh padanya." pikir Alexa, dimana ia merapihkan pakaian kotor Bimo, untuk ia loundry.
Wajar di mansion besar ini, mempunyai asisten pencuci baju khusus, dimana loundry berkelas tak perlu keluar rumah, bahkan dari koki masak, juru masak. Juru kebersihan, bahkan pelayan yang lengkap, hanya saja anggota keluarga mansion ini sedikit untuk Bimo dan kakek An sebagai pemilik.
Alexa yang menata kasur Bimo, meja dan rak buku, tak sengaja melihat album keluarga dimana Alexa penasaran.
"Apa ini foto Bimo kecil, Astaga .. aku merasa aneh, kenapa dari delapan orang di foto ini hanya ada Bimo seorang dengan kakek An. Lalu mereka semua kemana? jangan bilang ada konflik besar yang menyedihkan, sampai sampai kakek An merahasiakan Bimo sebagai cucunya, bahkan sejak tragedi Bimo adalah cucu asli mansion ini, aku merasa ingin tahu lebih banyak, kenapa juga kakek An, menjodohkan denganku."
__ADS_1
Ada begitu banyak pikiran dan pertanyaan Alexa, hingga ia punya akal untuk mencari informasi penting membantu Bimo, setidaknya satu langkah mengambil hati Bimo, yang mungkin saja Bimo sendiri sibuk sedang mencari identitas keluarga mereka, sampai sampai abai dengan percintaan bahkan pernikahan saja, Alexa tidak ingin sampai batal.
Eheeem ..
Merasa Bimo keluar dari kamar mandi, Alexa segera bergegas menyiapkan makan malam dan wine favorite Bimo, sebab akhir akhir ini Bimo selalu minum segelas atau dua gelas minuman beralkohol.
Alexa pun menyudahi fantasinya yang harus membuat anak dengan Bimo, sebab untuk meraih Bimo untuk memaksanya, memohon permintaan Bimo seperti sikapnya yang dulu, terasa aneh. Alexa ingin Bimo dan dirinya membuat anak karena cinta, dan memang mereka ditakdirkan bersama, sebab Alexa tahu diri cinta yang pudar tidak bisa dipaksakan selain takdir cinta mereka tumbuh kembali.
"Kau masih di kamarku?" tanya Bimo.
Ucapan Alexa, membuat Bimo duduk menikmati makan malam, hanya dengan lilitan baju handuk, diatas lutut yang amat pendek dan belahan tutup botol terlihat jelas, apalagi rambut basah dan jenjang leher Bimo yang basah kali ini membuat mata Alexa terganggu.
"Baiklah kamu mau menungguku makan malam selesai, kalau begitu keringkan bahu dan rambutku, aku makan kamu keringkan dibalik punggungku Alexa, ayo cepat!"
Eh ..
__ADS_1
Apa ini, apa Bimo sedang merayu ku. Bisa bisa aku kembali berfantasi, belum lama miliknya tergesek tanganku. Sekarang aku mengeringkan bahu mas Bimo, oh tidak ini membuatku gerah dan tidak tahan, aku harus menolong diriku sendiri, menahan untuk tidak menyentuh lebih jauh mas Bimo, sebab membuka pakaian handuknya sehingga polosan saja membuat Alexa kembali menelan saliva.
Membuka baju handuk, hingga tersisa kolor saja, itu membuat Alexa berdegub kencang tak karuan.
"Jangan melihat ke arah lain, ingat Alexa kamu bekerja menjadi asisten ku, karena kamu masih status istriku, hanya saja setelah pembatalan nikah, kamu akan aku kirim ke bagian lain. Jadi jangan bermimpi lebih, karena tidak ada Bimo yang dahulu di kamar ini. Sudah cukup jadi bagian keluarga saja tidak terusir sudah beruntung bagimu bukan?" tegas Bimo, seolah membuat penekanan agar Alexa tahu diri.
"I-iya mas Bimo. A- aku .."
Bimo menoleh ke atas, dimana wajah Alexa menunduk ke arah mata Bimo, dengan setengah telanjang Bimo, dimana kedua tangan Alexa mengeringkan bahu Bimo terpleset tangannya karena berdebar melihat Bimo yang tampan, hingga ke depan memutar tutup botol Bimo tak sengaja, hal itu membuat Bimo menahan rasa geli, karena itu sama saja membangkitkan gairah dirinya.
"Kau ini bisa keringkan bahu tidak sih? kenapa yang lain." teriak Bimo ia berdiri, dimana saat ini tatapan mata Bimo dan Alexa saling dekat dan sejajar.
"Apa yang harus aku lakukan, agar aku bisa mendapat maaf. Jika aku katakan aku telah jatuh cinta yang sesungguhnya padamu mas Bimo?" lontaran Alexa membuat Alis Bimo naik satu.
TBC.
__ADS_1