
Bimo di pagi hari merasa kesal akan sikap Alexa yang akan pergi, entah kenapa rasa khawatirnya itu karena dua orang yang pernah menindasnya pernah hampir membuat kakek di racun, entah kenapa kakek mengizinkan mereka tinggal di mansion ini.
Bimo yang keluar ingin menemui kakek, tiba saja dikejutkan dengan Alexa yang keluar dari pintu kamarnya, mendorong koper. Hal itu membuat Alexa merasa lucu sebab bukan tanpa alasan ia segera meraih jegal koper Alexa.
'Kau tidak jelaskan pada Kakek saat dulu kakek hampir di bius mati? kenapa bisa dua orang itu tinggal di mansion ini?" tegas nya.
"Mas Bimo, ayolah. Kakek yang memutuskannya. Aku benar benar rumit, bukankah setiap orang berhak punya kesempatan. Lagi pula mereka pernah berjasa merawat aku sejak kecil, kesehatan mama Emily benar benar tidak baik. Untuk apa masih mencurigai, aku yakin kakek sudah tahu dan memikirkan semua ini. Karena bagaimanapun mereka anak angkat kakek."
Deg.
"Sudah pandai bicara ya, baiklah tapi jika terjadi sesuatu karena kau pergi, terjadi sesuatu pada kakek. Kau orang pertama yang aku tuduh, karena telah membawa mereka kemari. Masih ingat perkataan terakhir ku saat kau antar Emily."
Perkataan Bimo membuat Alexa semakin tertancap duri, bahkan ia semakin merasa hilang kesadaran diri untuk melangkah pergi, rasa kesal dan khawatirnya pada Kakek semakin bimbang untuk pergi, apalagi Bimo mengatakan itu dengan ketus dan penuh amarah, benar benar hidup asmara yang rumit.
"Haruskah aku pergi, sementara aku benar benar menyedihkan ... Huhuhu .. " isak tangis Alexa ia duduk menutupi wajahnya.
__ADS_1
Dimana kakek An tiba tiba datang!
"Pergilah, jangan pikirkan soal Bimo. Anak itu semakin keras hatinya, karena sesuatu yang lahir dan wajar amarah terpendamnya kali ini menguasai di saat ia punya kekuasaan. Kakek tidak masalah, jika pun Emily kembali membuat siasat, artinya kakek yang sengaja mendorong dekat dengan kematian. Bukankah itu takdir. Lagi pula usia kakek sudah tua, semakin panjang umur membuat kakek semakin pedih dan merana." jelasnya.
"Kek, jangan buat Alexa seperti ini. Alexa sebaiknya tidak jadi pergi, nanti saja akan Alexa pikirkan, ayo kakek ke kamar. Alexa akan memberikan obat untuk kakek saat ini. Pagi ini apa kakek sudah sarapan?"
"Ehm ... dasar gadis tidak punya pendirian, lebih baik kamu bersiap untuk nanti malam, buat meja makan yang super cantik di kamar Bimo, ini perintah."
"Kek, apa yang kakek rencanakan?" tanya Alexa.
"Hanya dengan itu hubungan kalian akan baik, jadi pikirkanlah!" ujar Kakek yang kembali duduk setelah di papah oleh Alexa ke kamar untuk beristirahat.
Alexa kesal lagi lagi, sebab kakek An, selalu mengatakan ingin melihat junior Bimo sebagai pewaris penerus. Dan tidak pernah rela Bimo menikahi wanita yang belum pasti, namun bukan tanpa alasan saat ini Alexa semakin rumit kedepannya, jika ide kakek nanti malam akan berakhir tidak baik.
Alexa pun setelah memastikan kakek tidur, setelah minum obat. Ia segera merapihkan beberapa koper yang berada di depan ke kamarnya lagi, lalu meraih ponsel untuk meminta seseorang mencari alamat bibi Any, mungkin dengan begitu ia tetap bisa menjaga kakek sesuai mas Bimo yang khawatir, ketimbang ia menerima sanksi lebih berat lagi.
__ADS_1
'Kau tidak jadi pergi Alexa?' bisik Kyle yang baru saja membersihkan dapur, dimana Alexa turun ke arah dapur ingin memasak bubur.
"Kyle, a-ku sepertinya tidak jadi pergi. Entahlah rumit sekali oh .. aku penat Kyle."
"Aku tahu aku dan mama pernah berniat jahat pada keluarga ini, tapi mama ku sedang menelpon seseorang untuk memastikan alamat Roby. Dengan begitu mungkin hubungan kalian akan baik, dan kami bukan lagi orang yang licik dan berniat membunuh pewaris apalagi mama tau, jika menyingkirkan kakek sama saja tidak tahu diri sebagai anak angkat."
"Kenapa kalian bicara begitu, kalian merasa tersindir kata kata mas Bimo semalam bukan?" ujar Alexa yang mengambil gelas.
"Kami semua sadar, apalagi mama sakit keras. Kami janji setelah mama sembuh kami akan pergi, tapi percayalah kami tidak sejahat itu, semua karena kami hanya terpengaruh dan mungkin gelapnya uang yang bukan hak kami, kami selalu hamburkan sikap kami berubah semena mena. Setelah beberapa bulan kami dikhianati Roby, di terlantarkan. Ditindas orang itu membuat kami sadar, jika Karma orang jahat sedang berlangsung. Maka kami ingin berubah selagi ada kesempatan, tidak peduli mereka tetap anggap kami sama."
Pernyataan Kyle, membuat hati Alexa lega. Namun saat Alexa ingin berkata ... tiba saja seseorang datang membuat pandangan Alexa kesal dan panas.
Ting ..
"Pagi semua, maaf saya terlambat. Apa nona Alexa sudah akan mau pergi?" tanya Shasa yang membawa koper kecil masih memakai pakaian suster sangat ketat senyum ke arahnya.
__ADS_1
TBC