Menantu Kecil Seperti Dewa

Menantu Kecil Seperti Dewa
Mengajak Ke Bar


__ADS_3

Tidak ada yang tahu, ketika paman memperalat keluarga ku! atau bahkan paman dalang dibalik kematian ayahku, tidak mungkin ia bisa dikejar massa padahal setiap harinya bermain game, judi game yang pasti ada seseorang yang melapor sehingga ayahku tertuduh dan panik karena dianggap penipu, perampok dan dikejar pastinya ia akan berlarian dengan ketakutan. Gemuruh batin Bimo, hal ini membuat tatapan tidak percaya pada orang terdekat sang kakek.


Hingga nampak sekali Bimo yang saat ini berada dalam pesawat, ia benar benar melihat jendela disampingnya. Landas menuju kota emas, adalah hal pertama kalinya Bimo melihat kekayaan sang ayah yang diwariskan, bahkan di gedung rahasia aset cash berbentuk logam mulia yang bertumpuk, bahkan uang dollar dan kekayaan Bimo mencapai ribuan triliun, sungguh dengan semua ini Bimo sudah tidak perlu capek capek untuk turun bekerja.


Tujuan Bimo adalah melihat perusahaan pusat, dan membangun sistem dari jarak jauh, tentunya ia akan menciptakan robot kekuatan sinar AL yang mungkin bisa ia gunakan untuk ia pantau dari manapun, tentunya dengan alat sistem itu mempermudah Bimo bekerja dari rumah, atau pun tempat hiburan sekali pun.


Beberapa jam kemudian, Bimo pun segera melangkah menuju gedung emas, dimana beberapa orang dengan pakaian serba hitam berjas rapih, sedang menunjukkan sebuah ruangan aset miliader. Pelayan itu pun memberikan kunci, dan mempersilahkan Bimo masuk, dimana saat itu sebuah brangkas raksasa memperlihatkan kode 31M0 kunci harta Bimo yang tersimpan rapat.


Cling ...


Sinar emas membuat mata Bimo senyum, bahkan tumpukan dollar membuat Bimo tak biasa untuk meraba harta peninggalan ayahnya dan aset yang telah berputar semakin banyak.

__ADS_1


"Terimakasih atas kerja kerasmu, tolong jangan sampai milikku di ambil selain aku sendiri! bahkan berkurang satu pun, kau akan tanggung resikonya." ujar Bimo kepada asisten juru kunci penyimpanan harta.


"Baik Tuan."


Setelah pertemuan perusahaan Pom bensin 7 dan 9 selesai, Bimo yang mengatur staff di bagian tambang emas, ia pun meminta para pekerjanya bersungguh sungguh, bahkan setiap gerakannya akan sering di pantau olehnya.


Tepukan tangan, staff dan pekerja lainnya membuat Bimo senang, karena cukup handle, jadi Bimo bisa secepatnya pulang ke ibu kota.


"Memindahkan dollar dan emas 50%, bagaimanapun Bimo ingin bersenang senang paman. Sekaligus banyak yang harus Bimo lakukan untuk perbaikan perusahaan, Bimo rasa perusahaan perlu di cat ulang, yang rapuh segera diganti. Demi kenyamanan dan keselamatan."


"Ide yang bagus, sekali sekali mampir saja ke Star Light Bar! tempat bar bergengsi dengan nuansa eropa, ada ruangan private. Refleksi diri, jangan pelit untuk diri sendiri Bim." menepuk Brian, ia berjalan lebih dulu.

__ADS_1


Hal itu membuat Bimo jenuh, ketika paman Brian ingin mengujinya lagi.


"Aku pasti akan datang paman! aku normal. Hanya saja jika ada wanita yang lebih cantik dan segel, aku pastikan untuk mengencaninya."


"Baik, paman tunggu!" Brian melambai, meninggalkan Bimo lebih dulu.


Seolah menantang Bimo, yang saat ini Bimo juga seolah berpura pura manis, mungkin ia akan datang ke bar bergengsi, demi menyelidiki misinya. Yakni mencari tahu dalang kematian sang ayah! entah kenapa Bimo merasa ada yang aneh, dari wajah paman Brian seolah sedang menutupi bangkai.


Bimo pun yang duduk, di ruangan kebesaran kantor emas, ia melihat jendela raksasa, dimana pekerja dan staff sedang bekerja mencari pundi pundi untuk sumber dayanya yang tak habis habis.


Namun entah kenapa, saat ini Bimo merasa lucu ketika sebuah pesan tampil begitu saja pada benda pipihnya.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2