Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama
hancurnya keluarga


__ADS_3

suatu tahun sebelumnya ada se buah keluarga yang bahagia di keluarga besar khan.sebuah pernikahan yang mewah dan kedua mempelai bernama Syahrul dan Rani.


"kita mulai acara pernikahannya."ucap pendeta.


"sodara Syahrul bersediakah kamu menjadi suami dari Rani dan selalu melindunginya baik susah,sedih,ataupun senang?".


syahrul"saya akan selalu bersama Rani,mencintai,menyayangi,melindungi dia sampai maut memisahkan kami."


Rani"saya akan selalu menjadi istri yang menyayangi,mencintai,dan saya akan selalu setia sampai maut memisahkan kami."


pendeta"baik pengungkapan janji telah terucapkan oleh kedua mempelai,sekarang kalian bercium lah biar tempat ini menjadi saksi cinta suci kalian."


prok...prok...prok...


suara tepukan tangan yang sangat ramai.


satu tahun berlalu.....


Rani sering menunggu suaminya untuk pulang.namun suaminya jarang sekali pulang,sampai malam sangat larut terdengar suara pintu...clek...


"dari mana aja kamu baru pulang jam segini?taukah kamu aku menunggu mu semalaman."


namun Syahrul hanya mengabaikan dan terus berjalan menuju kamarnya.


tap...tap...tap...


"apa kau mengabaikan perasaanku?dimana hatimu?bukankah kau akan selalu mencintaiku?."


"dengar kan aku baik baik aku lelah,capek,tolong mengerti lah sayang."


"kenapa kamu tak menjawab teleponku,kenapa malah mematikan ponselmu?kenapa!!!?."marah.


karna kemarahan Rani sampai dia tak sadarkan diri.


ngilu...ngiu...ngiu....


"dokter bagaimana keadaan istriku?."


"tenanglah dia hanya kelelahan dan satu lagi selamat untukmu.kau akan menjadi seorang ayah,dan tolong jaga kandungannya.saat ini usia kandungannya memasuki 3bulan."


Syahrul langsung terdiam dan merasa bahagi namun juga kebingungan.syahrul duduk disamping istrinya dan memegang tangannya.


"maaf aku telah melukaimu,seharurnya aku tak melakukan ini."menangis.


"sayang ke...kenapa aku berada disini,aaah aku ingin pulang."


"tidak bisa kondisimu lemah.dan dokter bilang besok kau boleh pulang tapi tidak hari ini."memeluk.


ke esokan harinya Rani bersiap untuk pulang tiba tiba hp Syahrul berdering dan Rani mengangkat.blym sempat Rani bicara tiba tiba terdengar......


"halo mas...mas...huhu apa kau tau aku hamil.huhuhu mas kenapa kamu diam aja?bagaimana ini aku ketakutan."


seperti tersambar petir di siang bolong Rani terdiam dan tetesan air mata mengiringi kehancuran Rani.


"ayo pulang,dengar apa yang dibilang dokter ok istriku.muuuuah".


Rani yang diam namun hatinya hancur tak pernah dia menyangka akan jadi seperti ini.


Rani memejamkan matanya dalam mobil agar dia yakin itu hanya mimpi.

__ADS_1


"sayang apakah kamu akan menemaniku hari ini?."


"maaf sayang aku ada mitik hari ini dan tidak bisa di batalkan.lain kali aku akan menemanimu sampai kamu senang,ok sayang."memeluk.


"baik lah tapi setelah selesai tolong cepat kembali yah sayang aku ketakutan."


"baik baik sayang apapun yang kamu ucapkan kita akan segera bertemu."


Rani lega mendengar ucapan Syahrul.


"syukurlah aku sempat menyalin nomber wanita itu saat dirumah sakit."bergumam.


Rani mencari tau latar belakang wanita yang selama ini mendekati suaminya.


"tolong bantu aku menyelidiki wanita yang bernama Irma!"


"baik nyonya saya akan menyelidikinya,segera."


Tut...Tut...


"aku harus tau siapa Irma itu".


hari hari berlalu Syahrul selalu berada bersama Rani sampai Rani lupa pada sosok wanita yang bernama Irma.


saat usia kandungan mencapai 9bulan Rani sangat bahagia menantikan calon bayi nya. namun lagi lagi kegelisahan Rani terpancar saat menunggu suami tercinta tak kunjung pulang.


kring...kring...telpon rumah berdering Rani pun penghampiri.tap...tap...tap...


"haloooo siapa ini?".


"ini aku Robi nyonya ingin memberi tau kan pada nyonya bahwa tuan sedang bersama Irma disebuah pameran komedi putar."


Rani tersentak dan hatinya menangis.


"tapi nyonya apa anda yakin ingin menyusul tuan ke mari?nyonya sedang mengandung besar.tolong jangan sekarang nyonya."


"aku mohon beritahu aku apakah Irma berbadan dua?."


"nyonya saya berat mengatakannya pada nyonya."


"katakanlah!!!!!!!."marah.


"i i i...iya nyonya dia sedang berbadan dua menurut informasi kandungan nya memesuki usia 8 bulan."


hening...


"nyonya...nyonya...apa anda mendengar saya?hallooo...nyonya..."


Tut...Tut...Tut ...


Rani yang marah langsung pergi menuju tempat yang diberikan padanya.


dia tak berpikir tentang kandungannya karna sangat marah pada wanita yang bernama Irma.


"kenapa!!!kenapa huhuhu....kalian tega merusak kebahagiaanku.apa salahku?."


Rani terus menangis dan melakukan mobilnya begitu cepat dia sangat tertekan dan sangat hancur.


"mas aku sangat berdosa pada nyonya Rani,selama ini dia sangat baik terhadap semua orang.aku seharusnya tak melakukan ini."

__ADS_1


"dengarkan aku Irma,aku mencintaimu dan ini salah kita berdua bukan hanya salah dirimu aku pun turut berdosa padanya."


tiba tiba Rani mengintip di salah satu permainan dan melihat suami dengan wanita lain tertawa bahagia di tempat komedi putar yang sangat indah.


"kenapa kamu seperti ini,kamu bahagia bersama orang lain dan kamu meninggalkan aku sendiri dengan keadaanku saat ini."menangis.


melihat mereka Rani tak tertahankan dan pergi untuk kembali pulang namun dalam perjalanan pulang Rani sangat merasakan sakit yang amat dalam perutnya.


saat dalam perjalanan Rani terus berusaha menahan sakit itu dan terus melaju sangat cepat.


"bibi...bibi...tolong bantu aku."


"ah nyonya...nyonya...apa yang terjadi pada nyonya?tolong panggilkan dokter."


"hallo dokter ini kediaman Khan,tolong datang secepatnya nyonya membutuhkan pertolongan anda."panik.


"baiklah saya akan segera datang."


"dimana tuan Khan?kenapa beliau tak berada bersama nyonya Rani kalian?"


"tolong telpon tuan Khan untuk segera pulang,ini darurat."


"baik dokter segera saya telpon tuan."


telpon Syahrul berdering(nanana...nanana...)


"haloo ada apa Bu?aku sedang sibuk."


"tuan...tuan...tolong pulang sekarang."


"ada apa dengan Rani?bicara yang jelas."khawatir.


"tuan nyonya sedang ada dirumah dan dokter meminta anda pulang untuk membantu membawa nyonya ke rumah sakit."


"apa!baiklah aku akan segera datang,tolong jangan sampai ada sesuatu terjadi pada keduanya."panik.


"mas kenapa dengan Rani?mengapa sangat khawatir?"


"dengar sayang aku harus pergi Rani akan segera melahirkan.jaga dirimu."


"oh ya baiklah mas,kau juga berhati hati jangan sampai kamu kenapa napa ok".


"baiklah kekasihku tersayang,muuuah."


"ya Tuhan tolong selamatkan Rani dan bayinya,dan tolong maafkan dosaku ini."


"sial macet pula,bagaimana ini,Rani sayang aku yakin tak akan terjadi apapun pada kalian."


beberapa jam kemudian.....


"dokter.. dokter...bagaimana Rani dan bayi ku?."


"tenanglah Rani saat ini menjalani operasi karna pendarahan yang sangat banyak."


"dokter tolong berusaha lah aku tak ingin keduanya meninggalkan aku.aku ingin masuk menemani istri ku."


"baiklah tapi jangan membuat kepanikan yang akan membuat dokter tak fokus dalam operasinya."


"baiklah dokter,aku hanya ingin berada disamping Rani agar dia bisa dengan tenang menjalaninya."

__ADS_1


tik...tik...tik...beberapa jam kemudian.....


bersambung.....


__ADS_2