Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama
Bab 50


__ADS_3

Kini waktu menunjukan pukul 09.00 malam, Erisa masih duduk di ruang keluarga sembari menonton TV suasana di kediamannya dengan Rendi terasa sangat sunyi hanya terdengar suara dari TV. Tak lama kemudian Erisa mendengar pintu kamar terbuka dari arah kamar utama yang di tempati Rendi, sekilas Erisa menoleh ke arah Rendi yang keluar dari kamar.


Hendak bertanya namun Erisa tak berani jadi dirinya memilih diam saja, setelah di pastikan Rendi telah keluar dari rumah baru Erisa beranjak dan melangkahkan kaki ke arah ruang depan. Erisa mengintip dari balik jendela mobil Rendi keluar meninggalkan kediaman mereka, dirinya sudah bisa menebak pasti lagi-lagi Rendi akan pergi ke club untuk minum-minuman.


Entah mengapa Erisa merasa sangat bersalah, kehidupan Rendi yang dulu sangat taat agama kini berubah seratus delapan puluh derajat hanya karena Rendi kehilangan orang yang sangat di cintainya. Erisa pun memilih kembali ke ruang keluarga melanjutkan menonton TV sekalian menunggu Rendi pulang, beginilah kehidupan Erisa selama menikah dengan Rendi berdiam diri sendirian setiap hari.


Bahkan Erisa tak pernah lagi pergi ke sekolah TK yang di bangunnya dulu, sekarang Erisa percayakan dengan sahabatnya Aisyah. Dirinya lakukan semua itu karena ingin mengambil hati Rendi jadi memutuskan untuk berada di rumah selama dua puluh empat jam, namun kenyataannya sampai detik ini dirinya masih tak di anggap oleh Rendi sama sekali.


Erisa mulai terserang kantuk, demi menunggu Rendi pulang dirinya memutuskan ke dapur hendak membuat kopi agar rasa kantuknya hilang. Selesai menyeduh kopi latte segera dirinya bawa ke ruang keluarga bersamaan dengan cemilan yang di ambilnya dari kulkas barusan, Erisa kembali duduk di sofa ruang keluarga menikmati cemilan dan kopi latte yang masih hangat itu.


Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, terdengar bunyi dentingan jam dinding sangat keras karena saat ini tepat pukul 00.00 itu artinya saat ini sudah tengah malam. Namun belum ada juga tanda Rendi pulang, Erisa mulai khawatir segera beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kaki ke ruang depan ingin melihat apakah ada tanda-tanda Rendi pulang.

__ADS_1


Erisa mondar-mandir di ruang depan merasakan perasaannya saat ini sangat gelisah, seperti ada sesuatu yang terjadi namun entah apa yang jelas pikirannya saat ini mengarah ke Rendi. Detik berganti menit belum ada juga terdengar suara mobil Rendi, Erisa yang kelelahan mondar-mandir dan kembali terserang kantuk memilih berbaring di sofa ruang tamu itu hingga akhirnya terlelap.


Brum


Bunyi mobil jazz milik Rendi memasuki halaman kediamannya kemudian mobil langsung di masukan oleh Rendi ke garasi, setelah itu Rendi keluar dari mobil dalam keadaan mabuk bahkan dirinya berjalan menuju pintu utama begitu sepeloyongan. Rendi berpegangan di tiang teras agar bisa secepatnya tiba di pintu utama, setelah berada di depan pintu utama segera dirinya mengeluarkan anak kunci yang ada di saku celananya.


Setelah pintu terbuka Rendi masuk ke dalam rumah lalu menutup kembali pintu tersebut dengan sangat keras, membuat Erisa yang terlelap di sofa ruang tamu langsung terbangun. Erisa segera beranjak di lihatnya Rendi ternyata sudah pulang, Rendi yang hendak berjalan menuju kamar utama begitu kesusahan sampai berapa kali menabrak barang-barang yang ada di ruang tamu.


Tanpa di suruh Erisa segera mendekati Rendi hendak membantu Rendi agar bisa segera tiba di kamar utama, bau alkohol begitu menyeruak dari mulut Rendi bahkan kaos oblong yang di pakai Rendi basah akibat tertumpah minuman. Erisa sebenarnya tak tahan mencium bau alkohol itu, namun demi membantu Rendi dirinya tahan sejenak karena tak mungkin dirinya membiarkan Rendi berjalan sendirian dan terus menabrak semua barang.


Erisa yang mendengar Rendi menyebut nama Elisa bahkan dengan panggilan sayang hanya bisa diam dan berusaha menahan rasa sesak di dadanya, dirinya juga terus menopang tubuh Rendi yang sangat berat itu sampai akhirnya mereka berdua tiba di depan kamar utama. Erisa segera membuka perlahan pintu kamar utama itu, lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar sembari terus menopang tubuh Rendi.

__ADS_1


Masuk ke dalam kamar utama itu membuat rasa sesak di dada Erisa semakin menjadi saat dirinya melihat ke arah dinding bahkan di atas meja banyak foto kebersamaan Rendi dengan Elisa yang sepertinya sengaja di pasang oleh Rendi, Erisa menarik napasnya secara kasar dan di hembuskan secara perlahan berusaha untuk mengurangi rasa sesak di dadanya. Kemudian Erisa kembali melangkahkan kaki membantu Rendi untuk segera berbaring di atas ranjang, setelah di pastikan Rendi sudah berbaring dengan baik Erisa membantu melepas sepatu yang ada di kaki Rendi.


Lalu Erisa juga mengambil baju kaos yang lain di lemari pakaian Rendi untuk mengganti baju kaos yang basah di tubuh Rendi itu, saat dirinya hendak melepas baju kaos yang basah dari tubuh Rendi. Tiba-tiba Rendi memegang lengannya bahkan kedua bola mata mereka bertemu, membuat Erisa jadi salah tingkah.


"Elisa, aku sangat merindukanmu" kata Rendi langsung memeluk tubuh Erisa


Deg


Erisa terdiam mendapat pelukan Rendi, bahkan mungkin ini pelukan pertama kali yang dirinya dapat dari Rendi meski Rendi saat ini menganggap dirinya adalah Elisa. Erisa yang sangat mencintai Rendi akhirnya membalas pelukan itu, namun siapa sangka setelah berapa menit pelukan itu terjadi Rendi langsung menarik cadar yang menutupi wajah Erisa dan ******* bibir ranum milik Erisa dengan sangat rakus.


Erisa yang belum pernah ciuman dan memiliki pengalaman hanya diam mematung bahkan kedua bola matanya melotot saat Rendi berusaha memasukkan lidahnya ke dalam mulut Erisa, namun setelah berapa belas menit akhirnya Erisa pun bisa menyeimbangi lum*tan dari Rendi meski masih terasa kaku.

__ADS_1


Rendi yang mulai di kuasai hasrat yang sangat tinggi mulai membuka jilbab yang di pakai Erisa saat ini, Erisa tak menolak dan membiarkan Rendi melakukan apa saja yang hendak di lakukan Rendi toh mereka suami istri tentu halal untuk melakukan apapun. Setelah jilbab Erisa di lepas oleh Rendi, Rendi beralih menurunkan resleting gamis Erisa yang kebetulan ada di bagian depan.


Tanpa menunggu lama akhirnya Erisa dan Rendi pun akhirnya melakukan hubungan suami istri yang sempat tertunda di malam pertama waktu itu, malam ini menjadi saksi bisu percintaan Erisa dan Rendi yang merasakan nikmatnya surga dunia seperti layaknya pasangan suami istri lainnya entah yang ke berapa kali mereka melakukan hubungan suami istri sampai pada akhirnya mereka berdua tertidur tanpa sehelai benang yang melekat di tubuh mereka hanya tertutupi oleh selimut.


__ADS_2