
Ambulan yang membawa Elisa sudah tiba di rumah sakit bersamaan dengan mobil jazz milik Rendi telah terparkir di area parkiran rumah sakit, Rendi buru-buru mendekati brangkar yang membawa Elisa yang bersimbah darah itu dan bergegas mereka mendorong brangkar itu masuk ke dalam rumah sakit.
Saat melewati koridor rumah sakit yang penuh dengan orang berlalu lalang, ada seorang laki-laki yang melihat brangkar yang membawa Elisa itu. Laki-laki paruh baya itu menatap lekat ke arah wajah Elisa, dan begitu terkejut saat melihat wajah Elisa apalagi tubuh Elisa yang bersimbah darah itu.
Karena penasaran laki-laki paruh baya itu pun memutuskan mengikuti brangkar yang membawa Elisa sampai masuk ke ruang UGD, namun saat ada seseorang yang hendak keluar dari ruangan itu laki-laki paruh baya yang mengikuti brangkar Elisa tadi pun bersembunyi di balik dinding. dan tenyata Rendi yang keluar dari ruang UGD itu, Rendi terus mondar mandir di depan ruang UGD yang begitu ketakutan melihat sepertinya kecelakaan yang di alami Elisa begitu parah.
"Haii, anak muda. Kenapa kamu mondar mandir di depan ruang UGD dari tadi, apa yang terjadi" sapa Laki-laki paruh baya itu yang bersembunyi tadi memutuskan untuk keluar
Rendi pun menoleh ke arah Laki-laki paruh baya yang menyapanya barusan, kemudian Rendi duduk di kursi yang ada di depan ruang UGD.
"Istri saya kecelakaan, korban tabrak lari" jawab Rendi dengan raut wajah sedih sembari menghela napas panjang
"Sabar, ya" kata Laki-laki paruh baya itu menepuk pundak Rendi memberi kekuatan
Rendi pun menganggukkan kepala kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dirinya benar-benar tak ingin Elisa kenapa-napa apalagi penyebab kecelakaan Elisa bisa juga dirinya jadi ikut andil karena selama ini menutupi rahasia terbesar yang seharusnya Elisa berhak tau.
Krek
Terdengar bunyi pintu ruang terbuka Rendi pun buru-buru berdiri dan menghampiri Dokter.
"Bagaimana, Dok. Keadaan istri saya?" tanya Rendi dengan raut wajah yang sangat cemas
"Istri anda banyak kehabisan darah, jadi kita membutuhkan donor darah secepatnya jika tak mau nyawa istri anda kenapa-napa tapi rumah sakit kehabisan stok darah jadi anda harus menghubungi kerabatnya agar bisa mendonorkan darah secepatnya" jelas Dokter tersebut
"Apa? Bagaimana ini, istri saya yatim piatu bahkan saya tidak ada mengenal kerabatnya" kata Rendi begitu frustasi setelah mendengar penjelasan Dokter
"Maaf kalau boleh tau, golongan darah pasien apa, Dok?" tanya Laki-laki paruh baya yang tadi duduk di samping Rendi
"Golongan darah pasien B" jawab Dokter itu
__ADS_1
"Kebetulan sekali, Dok. Golongan darah saya B, saya bisa membantu mendonorkan darah saya" kata Laki-laki paruh baya itu
"Bapak, yakin?" tanya Rendi tak percaya bahwa laki-laki yang barusan menyapa datang seperti malaikat
"Yakin" jawab Laki-laki paruh baya itu dengan tegas
"Terima kasih sebelumnya, saya akan balas kebaikan Bapak dan saya akan berikan apapun yang Bapak pinta" kata Rendi mencium punggung tangan laki-laki paruh baya itu berapa kali
"Baiklah, silahkan Bapak ikut bersama suster ini. Ia akan periksa kesehatan Bapak terlebih dahulu, apakah bisa di donorkan untuk pasien" jelas Dokter tersebut
Setelah kepergian laki-laki paruh baya itu Erisa dan kedua orang tuanya pun akhirnya tiba di depan ruang UGD yang sedang menangani Elisa, Erisa yang tak sanggup melihat Rendi yang begitu terpukul atas musibah yang menimpa Elisa barusan memilih duduk jauh dari kedua orang tuanya.
"Bagaimana keadaan Elisa, Ren?" tanya Dokter Perdi saat telah di dekat Rendi
"Belum tau, bi. Dokter masih di dalam, tadi Dokter keluar sebentar hanya memberi tahu Rendi bahwa Elisa butuh donor darah dan syukurnya ada orang baik yang mau mendonorkan darahnya" jelas Rendi dengan raut wajah sedih campur cemas
Di dalam ruangan UGD laki-laki paruh baya yang sedang melakukan proses donor darah ke tubuh Elisa yang terbaring lemah dan wajah yang pucat itu, terus menatap wajah Elisa dengan begitu dalam sembari tersenyum.
"Aku sangat yakin kamu adalah anak kandungku" gumam Laki-laki paruh baya itu dalam hati
Laki-laki paruh baya itu adalah Agam, Agam berada di rumah sakit ini karena kebetulan melihat temannya Danu yang sedang di rawat di rumah sakit ini juga dan begitu kebetulan bertemu lagi dengan Elisa meski dalam keadaan tak sadarkan diri karena habis kena tabrak lari.
Setengah jam kemudian Agam pun telah selesai melakukan donor darah, kemudian Agam melangkahkan kaki keluar dari ruang UGD tersebut namun saat pintu sudah terbuka dirinya begitu terkejut melihat orang-orang yang ada di depan ruang UGD.
"Agam....."
"Kirana....."
Dokter Perdi yang mendengar langsung menoleh ke arah orang itu, Dokter Perdi langsung membolakan matanya melihat siapa yang keluar dari ruang UGD dimana Elisa sedang di tangani.
__ADS_1
"Ngapain kamu disini?" tanya Dokter Perdi sedikit emosi melihat mantan kekasih sang istri
"Justru aku yang mau bertanya, ngapain kalian disini" kata Agam dengan sengit
"Abii, Bapak, kalian kenal?" tanya Rendi yang berada disitu begitu bingung
"Kami orang tua Elisa, kamu kenapa bisa dari dalam jangan bilang kamu habis mendonorkan darah untuk Elisa" kata Dokter Perdi semakin marah
"Rendi jelaskan ini semua, kata kamu Elisa anak yatim piatu tapi mengapa Dokter Perdi yang terhormat ini bilang dia orang tua Elisa" kata Agam bukan menjawab pertanyaan Dokter Perdi melainkan bertanya dengan Rendi
Kirana yang melihat suasana jadi tegang segera memegang lengan sang suami agar tak emosi, apalagi saat ini mereka sedang di rumah sakit dan Rendi pun segera menjelaskan bahwa Dokter Perdi dan Kirana adalah orang tua angkat Elisa.
"Jika Elisa hanya anak angkat kalian, bisa jadi Elisa adalah anak kandungku" kata Agam dengan sangat yakin
"Omong kosong apalagi yang kamu katakan" kata Dokter Perdi makin emosi mendengar perkataan Agam
"Siapa ibu kandung Elisa?" tanya Agam lagi-lagi bukannya menjawab malah bertanya
"Ibu kandung Elisa adalah Mita" jawab Kirana
Agam langsung terdiam saat mendengar kenyataan itu, akhirnya dirinya menemukan anaknya yang sudah puluhan tahun dicarinya selama ini.
"Anakku...." kata Agam sembari meneteskan air mata menatap ke dalam ruang UGD
"Anakmu, maksud kamu apa?" tanya Kirana bingung sembari mengerutkan keningnya
"Elisa anakku, malam itu aku yang dalam keadaan tak sadar telah memperkosa Mita" jelas Agam
"Ohh jadi kamu laki-laki yang tak bertanggung jawab itu" kata Dokter Perdi yang sudah emosi dari tadi akhirnya membongkem mentah wajah Agam
__ADS_1