Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama
kekecewaan yang mendalam


__ADS_3

waktu berlalu dan akhirnya terdengar tangisan bayi yang sangat keras,,heya...eya..


betapa Syahrul bahagianya melihat bayinya telah lahir.


"selamat pak bayi anda se orang putri yang sangat cantik."


"ah iya dokter apa boleh saya meng gendongnya?."


"tentu mengapa tidak".memberikan.


"bagaimana dengan istri saya?apakah dia akan baik baik saja dok?."


"syukurlah istri anda pun dapat kami selamatkan dari maut.sekali lagi saya ucapkan selamat."


tap...tap...tap...


diruangan lain ....


"ba...bayi ku...dimana bayiku?."cemas.


"tenang ibu bayi anda ada diruang sebelah untuk kami mandikan dan yang lainnya."


"apakah dia seorang putri atau lelaki?."


"ibu bayi anda se orang putri yang sangat cantik."


"terima kasih suster saya sangat senang."bersyukur.


"pagi Bu,bagaimana keadaanmu?sini biar aku periksa perkembangannya dulu."


"hehem...ok sangat baik."


"tunggu dokter bisakah aku menemui putriku?."


"tentu saja nanti biar aku bawakan untuk mu."


"terima kasih banyak."menghela nafas.


"anak ibu yang cantik,sungguh bahagianya bisa melihatmu didunia ini.maaf ibu tak bisa menjaga mu dengan baik."


"pagi istriku sayang,apa kau sudah merasa baik?."


"untuk apa kau kemari?aku tak butuh kau disini."marah.


"sayang aku disini haruskah kau menanyakan itu?aku ini suami sekaligus ayah dari putri kita.kenapa kamu menanyakan kedatanganku?."


"hah serius kamu suamiku?sebelumnya kamu belum menyadari memiliki istri dan juga sedang mengandung bayi kita?."emosi yang tinggi.


"sayang tolong maaf kan aku,kita lupakan masalah ini ok.aku hanya ingin menggendong putri kita."


."cukup!kau bahkan tak pantas menyebutnya putrimu.keluar aku bilang keluar!!."


"baiklah istriku aku akan pergi tapi tolong kendalikan emosimu."


ruangan Rani hening Syahrul pergi dengan rasa bingung.


dalam hati Syahrul(apa yang salah denganku?mengapa Rani begitu marah melihat kedatanganku?).


"nyonya apa anda baik baik saja?."


"ya aku tak ijinkan dia menemui bayiku."memeluk.


"tapi nyonya tuan ayah dari bayi nyonya bukan.kenapa nyonya begitu marah?."


.


"bibi kamu tidak tau betapa tersiksanya aku dia selalu menghiyanati ketulusanku."


"nyonya mungkin tuan sekarang sudah menyesali perbuatannya.tolong nyonya beri tuan satu kesempatan lagi.demi bayi nyonya."

__ADS_1


"bibi benar,tapi aku harus berpikir dulu sebelum memaafkan dia."


"semua keputusan kembali pada nyonya."


"dokter apa istri saya bisa pulang secepatnya tidak?".


"tenang saya pak Syahrul besok istri anda sudah diperbolehkan pulang."


"terima kasih dokter."senang.


malam pun tiba Rani menatap ke arah jendela dan menangis mengingat yang terjadi pada malam itu.


clek...


"bolehkah aku masuk?."


"ya masuk saja."menghapus air mata.


"sayang aku tak mengerti apa kesalahanku sehingga kamu begitu membenciku?."


"heh kamu tak usah tau apa salahmu,kenapa kamu peduli?bukankah kamu bersenang senang di sebuah komedi putar bersma wanita yang kamu sayangi?mengapa sekarang kamu ada disini?."emosi memuncak.


"tenang dulu Rani biar aku jelaskan semuanya.aku memang pergi tapi itu ada alasannya."


"lalu kenapa tak bilang alasan apa itu?."


dalam hati(maaf Rani aku tak ingin kau tau tentang kehamilan Irma,mungkin suatu hari aku baru bisa memberi taumu).


"maaf Rani aku belum bisa bilang alasannya kenapa,yang jelas aku menyayangi kalian berdua."


"hah aku tak ingin kau menyayangiku,aku hanya ingin kau memutuskan pilih aku atau dia?."


untuk saat ini aku tak bisa meninggalkan dia ran.?"


"kenapa!!!?apa karna dia sedang hamil? begitu kamu mengkhawatirkan dia?bagaimana dengan perasaanku."menangis.


"maaf tuan,nyonya,apa saya boleh masuk?."


hening.


"tentu bi,masuklah."


"bi tolong jaga Rani aku ada urusan yang harus di selesaikan."


"baik tuan saya akan menjaga nyonya dengan baik."


Syahrul pun berlalu dengan hati kebingungan mengingat apa yang Rani pilihkan untuk dirinya.


"aaaaah sial!!!!kenapa jadi seperti ini! mengapa Rani tau tentang semua ini."


ditempat lain...


"nyonya sudah jangan menangis,waktunya minum obat dan besok nyonya bisa kembali ke rumah."


"ya syukurlah aku akan tenang karna saat dirumah aku lebih leluasa melarang Syahrul masuk ke kamarku."


"nyonya yakin dengan ini???."


"iya aku sangat yakin bibi."tersenyum.


ke esokan saat Rani bergegas untuk pulang dan dia bertabrakan dengan orang tak dikenal.ranipun tidak mempedulikannya.


"bibi dimana Syahrul?,mengapa dia belum juga datang?."


"mungkin sebentar lagi nyonya pasti Dateng."


tak lama kemudian....


"gimana semua sudah siap?ayo kita pulang istriku dan tentunya dengan putri kita yang cantik ini."

__ADS_1


ditempat yang bersamaan...


"dokter bagaimana dengan Irma?apa dia baik baik saja?dan bayinya tolong dokter."


"maaf dimana suaminya?dan siapa anda?."


"dokter saya pengurus panti,suaminya mungkin sedang sibuk nan...nanti saya coba telpon."


"baiklah ibu Irma harus ditangani dahulu dan tolong ibu hubungi suaminya."


"baik dokter,terima kasih."


Tut...Tut...Tut....


"siapa yah yang telpon?."


"ini dari kantor biar aku angkat sebentar jika kamu ijinkan."


"angkat aja siapa tau itu penting."


"terima kasih istriku kamu memang yang terbaik."


"hallo kenapa?."


"tuan iii...ibu tuan..."


"bicara yang bener jangan ai ai aja."


"maaf tuan ibu sedang dalam proses melahirkan.bisakah tuan datang untuk menemani ibu?."


"apa!oh baiklah kamu saja yang berjaga jaga.aku akan datang setelah mengantar istri dan putriku dulu."


"siapa sayang kenapa kamu jadi panik setelah menerima telpon?."


"gak papa ko sayang ada kendala dikantor sedikit."


dalam hati(kenapa ya perasaan ini membuat aku jadi sedih?apa ada yang salah dengan syahrul).


beberapa jam kemudian mereka sampai rumah dan disambut oleh keluarga besar.


"hey lihat itu cucu ku oooooh lucunya."neng gendong.


"mami kapan datang?ko Rani gak tau?."


"ini kejutan dong buat putri yang sangat cantik dan lucu."berbahagia.


"ingat Syahrul saat istri seperti ini kamu jangan sampai meninggalkannya walau hanya sebentar ok!."


Syahrul terdiam tanpa sepatah kata dan Syahrul tak bisa berbuat banyak dia menurut apa yang maminya bilang.


ditempat lain...


"apakah mas Syahrul mengunjungimu?."


"aku tak bisa memberitahu kan ini pada kamu,tapi aku tak ingin kau terluka."


"ibu anda sudah aku anggap sebagai ibu saya sendiri,tolong beritahu apakah mas sedang sibuk dengan keluarga?."


"ya dia menemani istrinya dan tak bisa meninggalkan nya sendiri."


"aku ngerti,ibu sebenarnya Rani baru saja melahirkan bayi nya mas syahrul.aku sadar posisiku sampai kapanpun tak akan bisa mengganti kan Rani untuk selamanya."


"jadi Rani juga melahirkan?bagaimana bisa kamu menjalin kasih dengan yang sudah memiliki bayi?."


"kami saling mencintai Bu..."


"kamu akan menyadarinya dan jangan menyesalinya."


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2