
Berbulan-bulan Erisa menemani Rendi dalam pengobatan penyakit liver yang di derita oleh Rendi, bahkan sampai perut Erisa sudah tampak semakin membuncit meski memakai jilbab lebar tetap terlihat sekali. Hubungan Erisa dan Rendi juga sudah semakin baik, semenjak Erisa yang masih setia menemani Rendi jadi Rendi luluh dengan kesetiaan dan ketulusan Erisa selama ini.
Bahkan Rendi sangat bahagia mereka akan di karunia anak sebentar lagi, meski tubuhnya sekarang tak segagah dulu lagi karena penyakit liver yang sudah menggerogoti tubuhnya tapi dirinya ingin berusaha sembuh agar bisa memomong buah hati yang di inginkan selama ini. Setelah keluar dari ruang pengobatan Rendi, Erisa dan Rendi memutuskan ingin periksa kandungan Erisa sekalian mumpung berada di rumah sakit.
Erisa dan Rendi melangkahkan kaki menuju ruang Dokter obgyn yang berada di ujung, tiba disana tenyata sudah banyak yang mengantri lalu Erisa pun menuju tempat pendaftaran dan mulai mendaftarkan diri. Karena sepertinya antrian kali ini lebih banyak, Rendi mengajak Erisa pergi ke kantin rumah sakit dahulu untuk mengisi perut mereka apalagi ini sudah waktunya menjelang makan siang.
Rendi tak mau anak mereka dalam kandungan maupun Erisa merasa kelaparan, tiba di kantin Rendi dan Erisa segera duduk di salah satu kursi yang kosong lalu tak lama kemudian datang salah satu pelayan disitu menanyai Rendi dan Erisa hendak memesan makanan apa, setelah memesan beberapa makanan pelayan itu pamit undur diri dan akan segera menyiapkan pesanan Rendi dan Erisa.
Duk
"Dia menendang lagi" kata Erisa pada Rendi saat merasakan tendangan di perutnya
"Mungkin dia bahagia karena Umi-nya akan memberi dia makan" kata Rendi sembari mengelus perut Erisa yang buncit itu dan tersenyum dengan sangat tulus
Erisa juga mengulas senyuman di balik cadarnya, kebahagian seperti inilah yang di inginkannya selama ini meski terlihat sederhana tetapi tetap membuat Erisa sangat bahagia. Erisa kini paham ternyata MAHA KUASA telah merencanakan ini semua, hubungannya dengan Rendi takkan membaik jika MAHA KUASA tak menguji Rendi dengan sakit yang di deritanya saat ini bukan maksud Erisa senang dengan penyakit Rendi saat ini namun dirinya sangat yakin semua tentu ada hikmahnya.
__ADS_1
Selang berapa menit pesanan Erisa dan Rendi pun telah tiba, pelayan itu dengan cekatan menata semua makanan yang di pesan sepasang suami istri itu di atas meja bersama dengan dua gelas jeruk hangat.
"Selamat menikmati" kata Pelayan itu dengan ramah sembari tersenyum
"Terima kasih" ucap Erisa dengan tulus
Pelayan itu menganggukkan kepala lalu melangkah pergi dari hadapan Erisa dan Rendi, setelah kepergian pelayan itu Erisa dan Rendi mulai menyantap makanan yang telah tersaji di atas meja tersebut dengan lahap dan nikmat. Tak terasa makanan yang tengah di nikmati Erisa dan Rendi pun telah habis, lalu mereka berdua segera menyeruput jeruk hangat milik mereka masing-masing sampai tandas.
Selesai makan Erisa beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kaki ke arah kasir kantin membayar makanan dan minuman yang telah dirinya makan bersama sang suami tadi, setelah membayar semuanya Erisa dan Rendi kembali ke rumah sakit hendak memeriksa kandungan Erisa yang kini sudah masuki 33 minggu. Tiba di depan ruang Dokter obgyn ternyata sudah mulai agak sepi hanya tinggal dua pasang suami istri yang mengantri, lalu Erisa dan Rendi segera duduk di kursi panjang yang berbahan besi itu.
"Atas nama Ibu Erisa" panggil Suster saat pintu ruangan Dokter obgyn itu terbuka dan menampakkan sepasang suami istri yang keluar dari ruangan itu
"Bayinya sehat, kepalanya sudah di bawah, berat badan bayinya 2.5, tidak ada lilitan tali pusat. Semuanya baik" jelas Dokter obgyn itu setelah mengerakkan kesana kemari alat USG di perut buncit Erisa
Selesai melakukan USG Erisa segera turun dari brangkar itu, kemudian kembali duduk di kursi bersama Rendi di hadapan Dokter obgyn yang terhalang sebuah meja. Lalu Dokter obgyn itu menulis sebuah resep vitamin untuk Erisa, setelah itu Erisa dan Rendi pamit dengan Dokter obgyn itu.
__ADS_1
Dan disinilah Erisa dan Rendi berada di apotek rumah sakit untuk menebus vitamin untuk Erisa sekalian obat untuk Rendi, setelah mendapatkan vitamin dan obat untuk mereka masing-masing Erisa dan Rendi pun segera melangkahkan kaki keluar dari rumah sakit menuju tempat parkiran dimana sepeda motor milik Rendi terparkir.
Rendi pun segera mengeluarkan sepeda motornya dari parkiran lalu Erisa naik ke jok belakang, kemudian Rendi mulai melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman rumah sakit menuju bangunan sekolah TK milik Erisa yang tak jauh dari rumah sakit pusat kota tersebut karena sekarang mereka berdua tinggal di bangunan sekolah TK itu.
Semenjak Rendi menderita penyakit liver, semua aset miliknya terjual habis untuk biaya pengobatannya selama ini bahkan rumah dan mobil miliknya serta semua tabungannya terkuras habis. Makanya mereka berdua kini tinggal di sebuah bangunan sekolah TK milik Erisa yang kebetulan disana memang ada satu ruangan seperti rumah meski berukuran kecil, tapi Rendi tetap bersyukur dan itulah mengapa dirinya akhirnya luluh dengan Erisa.
Selain Erisa yang masih setia menemaninya saat dirinya tengah sakit dan ketulusan Erisa juga, Erisa tak meninggalkan sama sekali padahal bisa saja Erisa membalas semua perlakuannya selama ini dengan meninggalkannya dan membiarkannya sendirian namun semua itu tak di lakukan oleh Erisa. Tanpa terasa akhirnya sepeda motor yang di lajukan Rendi telah tiba di bangunan sekolah TK itu, lalu Rendi segera menghentikan sepeda motornya tepat di depan bangunan itu.
Erisa dan Rendi segera masuk ke salah satu ruangan yang jadi tempat tinggal mereka, karena kebetulan adzan baru selesai berkumandang mereka pun bergantian masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah selesai semuanya Erisa membentang dua sajadah satu di depan dan satu di belakang, lalu Erisa memakai mukenah dan Rendi juga telah siapa dengan baju koko serta sarung dan peci.
"Allahu akbar....."
Rendi dengan khusyuk mengimami Erisa sholat, dan Erisa di belakang juga begitu khusyuk mengikuti setiap gerakan sholat yang di peragakan oleh Rendi.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
Selesai sholat Erisa segera mencium punggung tangan Rendi dengan takzim, lalu Rendi mencium pucuk kepala Erisa dengan sangat lembut membuat Erisa bahagia.