Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama
Bab 48


__ADS_3

Setengah tahun kemudian


Setelah kepergian Elisa hidup Rendi terasa hampa meski sudah ada Erisa sebagai istri penggantinya, namun keberadaan Erisa sama sekali tak di anggapnya bahkan kehidupan Rendi sekarang berubah drastis Rendi tak seperti dulu dirinya lebih banyak diam dan terlihat sangat dingin dengan orang-orang di sekitarnya.


Saking Erisa tak di anggapnya sebagai istri hingga detik ini mereka tak pernah satu kamar karena Rendi selalu bilang kamar utama itu hanya miliknya dengan Elisa jadi sampai kapan pun tak ada yang bisa menempatinya, jangankan hal itu Erisa pun tak di bolehi Rendi untuk masuk kamar utama itu kecuali ART di rumahnya itu pun hanya sekedar untuk membersihkan.


Sedangkan Erisa di mintanya untuk menempati kamar tamu, Erisa yang sadar posisinya hanya istri pengganti mengikuti permintaan Rendi bahkan sampai detik ini juga dirinya belum pernah di sentuh Rendi sama sekali, jangankan di sentuh, dirinya pun tak di bolehi Rendi untuk membuka cadar serta jilbab yang melekat di tubuhnya dan dirinya harus tetap memakai pakaian syar'i.


Bukan hanya hal itu dirinya juga tidak di bolehi Rendi untuk menyiapkan makanan atau melayani Rendi layaknya istri melayani suami, karena bagi Rendi Erisa di rumahnya sama seperti benalu yang tak tau malu dan mengambil keuntungan di saat Elisa yang tinggal menunggu malaikat maut menjemputnya.


Dan efek dari kepergian Elisa Rendi sekarang tak mau bekerja bahkan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar sendirian dari pagi sampai sore keluar kamar hanya untuk mengisi perutnya, ketika menjelang malam Rendi memilih keluar rumah menghabiskan waktu malam di club untuk meminum-minuman.


Karena baginya saat dirinya melampiaskan ke minum-minuman beban di pikirnya seketika hilang, dan dirinya selalu merasa bahwa Elisa ada di dekatnya jika dirinya dalam keadaan mabuk padahal semua itu hanya halusinasi Rendi saja. Setiap malam Erisa yang tau Rendi selalu pulang dalam keadaan mabuk, selali menunggu sampai tengah malam karena dirinya tentu sangat khawatir dengan keadaan Rendi.


Pagi ini Erisa memberi tahu Rendi bahwa kedua orang tuanya meminta mereka berdua untuk datang ke kediaman orang tuanya, awalnya Rendi ingin menolak namun dirinya tak enak hati dengan sang mertua laki-laki yang begitu menyayanginya seperti anak kandung sendiri.

__ADS_1


Akhirnya Rendi pun memutuskan mau ke kediaman mertuanya itu bersama Erisa, meski dirinya sedikit khawatir ada sesuatu yang penting di bahas mertuanya itu karena selama dirinya menikah dengan Erisa ini pertama kali Rendi dan Erisa di minta ke kediaman mertuanya. Yang selama ini Rendi selalu beralasan masih butuh waktu sendiri dan tak mau di ganggu, tapi kali ini tak bisa mengelak lagi karena sudah cukup lama dirinya menikah dengan Erisa.


"Cepat, aku gak punya banyak waktu untuk hal gak penting" kata Rendi terdengar sangat dingin bahkan tanpa melihat kearah Erisa


"I...iya" jawab Erisa yang selalu ketakutan saat menghadapi Rendi saat mode dingin


Erisa dan Rendi sudah berada di dalam mobil jazz milik Rendi, kemudian mobil jazz itu pun mulai keluar dari kediaman Rendi dan melaju melewati gerbang perumahan elit itu hingga kini telah bergabung dengan kendaraan lain di jalan raya yang tampak sangat padat. Membuat jalanan jadi macet, padahal dari perumahan elit milik Rendi ke kediaman mertuanya hanya berapa belas menit gara-gara macet jadi berjam-jam.


Hening


"Sialan, sampai kapan terjebak macet seperti ini" umpat Rendi sangat keras membuat Erisa terlonjak kaget sampai dirinya memegang dadanya yang terasa berdegup kencang


Dan untungnya setelah mengumpat, perlahan mobil di depan pun mulai melaju hingga jalanan sudah tak macet lagi. Rendi buru-buru mempercepat laju mobil jazz miliknya sehingga mereka tiba di kediaman mertuanya secepat mungkin, mobil jazz miliknya segera di hentikannya di halaman kediaman mertuanya itu kemudian dirinya keluar bersama Erisa.


"Ingat, jangan pernah mengadukan apapun yang terjadi di rumah tangga kita. Cobalah bersikap romantis agar di anggap kedua orang tuamu hubungan kita baik-baik saja, kalau bukan permintaan terakhir Elisa sampai kapan pun aku tak sudi menikahi kamu" kata Rendi dengan tatapan tajam menatap Erisa dengan penuh kebencian

__ADS_1


"I...iya" jawab Erisa gugup sembari menundukkan kepala


Satu kata itulah yang selalu keluar dari mulut Erisa, karena selama menikah dengan Rendi dirinya tak berani membantah satu pun perkataan Rendi meski Rendi memperlakukannya dengan tidak baik setidaknya dirinya memiliki kesempatan bisa menjadi istri Rendi orang yang sangat di cintainya meski bertepuk sebelah tangan.


Erisa dan Rendi segera melangkahkan kaki beriringan mendekati pintu utama, kemudian Erisa memencet bel berapa kali dan pintu pun di bukakan oleh sang ibu karena sangat rindu Erisa langsung menghamburkan pelukan kepada sang ibu. Rendi yang berada di belakang kedua wanita yang saat ini sedang berpelukan hanya menyunggingkan senyuman, senyuman palsu yang harus dirinya perlihatkan.


"Ayo masuk" ujar Kirana setelah pelukannya dengan sang anak di lepaskannya


Erisa dan sang ibu masih saling rangkul memasuki rumah itu, Rendi hanya mengekori kedua wanita itu dari belakang lalu saat bertemu dengan ayah mertuanya dirinya langsung mencium punggung tangan ayah mertuanya dengan takzim.


Kini mereka berempat memilih duduk di halaman belakang ingin menikmati taman belakang yang sekarang masih terawat dengan sangat baik, hanya berapa menit ART di kediaman orang tua Erisa membawakan dua gelas teh hangat dan dua gelas kopi hitam serta beberapa cemilan lalu di letakkan di atas meja yang ada di hadapan Rendi dan Erisa serta kedua orang tuanya.


Semenjak Erisa menikah sang ayah memang mempekerjakan satu ART di rumah ini, karena sang ayah tak mau melihat sang istri kelelahan mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini maka dari situ mempekerjakan ART lagi. Awalnya sang istri menolak namun karena sang ayah bersikeras akhirnya sang istri mau tak mau menyetujui keputusan sang ayah, dan sekarang terbukti bahwa pekerjaan sang istri sedikit berkurang.


"Kalian menikah sudah setengah tahun, Abii ingin meminta kamu segera mengurus pernikahan kalian agar terdaftar di negara karena tak mungkin status pernikahan kalian akan tetap pernikahan siri. Jika kalian memiliki anak, anak itu tentu harus di akui oleh negara" kata Dokter Perdi memecahkan ke heningan

__ADS_1


__ADS_2