Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama
Bab 21


__ADS_3

Matahari kini sudah tengelam di ufuk barat dan berganti dengan rembulan yang berusaha menyinari kegelapan di malam hari, selesai makan malam Rendi teringat akan pesan yang di kirim tadi siang oleh Bambang sahabatnya. Dengan rasa penasaran Rendi beranjak dari kursi makan dan melangkahkan kaki menuju kamar tamu yang tak pernah terkunci, tiba di kamar tamu mata Rendi langsung tertuju dengan sebuah kardus yang berukuran besar yang ada di atas tempat tidur dan kemungkinan itulah kado yang di maksud oleh Bambang.


Rendi segera mendekati kardus yang berukuran besar itu sembari diperhatikannya kardus itu karena ukurannya lumayan besar, lalu Rendi mengangkat kardus yang berukuran besar itu dan dibawanya ke arah ruang TV kemudian diletakkannya kardus tersebut di lantai dan dirinya ingin mengambil pisau karter yang ada di laci lemari TV untuk membuka kardus tersebut.


"Apa itu Mas?" tanya Elisa saat kembali ke ruang TV setelah selesai membereskan meja makan serta piring kotor bekas mereka makan tadi


"Kado dari Bambang, sahabat aku yang sedang kuliah di luar negeri" jawab Rendi sembari mengerakkan pisau karter ke permukaan kardus agar kardus tersebut bisa di buka.


Elisa yang sedikit sudah tau tentang orang-orang terdekat Rendi hanya menjawab dengan anggukkan kepala sembari memperhatikan Rendi yang sedang membuka kardus tersebut, Elisa juga penasaran apa isi kardus yang berukuran besar itu dan bahkan kardus itu di kirim langsung dari luar negeri oleh sahabat Rendi. Setelah kardus bisa di buka Elisa mendekat dan melihat isi dalamnya yang ternyata bed cover dari luar negeri, serta ada beberapa barang lain juga yang semuanya produk dari luar negeri bahkan tak ketinggalan sebuah sepatu branded untuk Rendi yang warnanya senada dengan tas branded untuk Elisa.


"Masyaallah, cantik banget Mas" kata Elisa memperhatikan tas branded tersebut dan seumur-umur dirinya tak pernah membeli barang-barang mahal.


Apalagi selama ini dirinya masih tinggal bersama kedua orang tuanya dan sang ibu selalu mengajarinya untuk membeli barang yang di butuhkan, di tambah Elisa merasakan dapat gaji baru-baru ini dan gaji itu pun hanya disimpannya jadi tak tau menahu bagaimana rasanya membeli barang-barang mahal. Rendi juga sama seperti Elisa merasa senang mendapat sebuah sepatu branded yang tak pernah terpikir olehnya untuk membeli, Rendi pun mencoba sepatu itu dan ternyata sangat pas dengan ukuran kakinya Bambang sahabatnya seperti sangat paham dengan dirinya.


"Udah semua kan di lihat isi kardus ini?" tanya Rendi kepada Elisa sembari memasukkan kembali barang-barang tadi ke dalam kardus


"Udah Mas" jawab Elisa ikut membantu memasukkan barang-barang itu

__ADS_1


"Di simpan di kamar kita aja, biar aku bawak ke kamar. Kamu yang susun" kata Rendi setelah selesai merapikan semua barang itu dan kembali mengangkat kardus tersebut dan membawanya ke kamar mereka


Elisa mengikuti langkah kaki Rendi masuk ke dalam kamar mereka, setelah meletakkan kardus di kamar Elisa mulai menyusun satu persatu barang itu di dalam lemari dan bertepatan bunyi adzan isya' berkumandang. Rendi pun tak bisa membantu Elisa dan memilih pamit hendak ke masjid yang ada di komplek, Elisa tentu tak masalah Rendi tak membantunya apalagi alasannya Rendi hendak pergi ke masjid untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA.


.


.


Malam semakin larut tak membuat dua insan yang tengah di mabuk cinta itu berpindah dari posisi mereka yang saat ini tengah menghabiskan waktu berdua untuk pertama kalinya di tempat tinggal baru mereka tanpa gangguan dari siapapun, Rendi masih di posisi yang tadi guling dengan berbantal paha Elisa sedangkan Elisa yang tengah menonton TV sesekali tangannya mengelus rambut-rambut pendek milik Rendi.


Apalagi di zaman modern seperti ini sudah sulit mencari pendamping hidup yang menerima kita apa adanya, kebanyakan mereka lebih mengutamakan harta ketimbang ketulusan.


"Terima kasih ya, sayang" ucap Rendi sembari mendongakkan wajahnya menghadap Elisa


"Terima kasih buat apa?" tanya Elisa bingung karen suaminya tiba-tiba mengucapkan terima kasih


"Sudah menerima aku apa adanya, dan mau hidup sederhana bersamaku" kata Rendi mengelus wajah halus milik Elisa

__ADS_1


"Itu sudah kewajiban aku sebagai istri" jawab Elisa kembali mengelus rambut pendek milik Rendi


Rendi menyunggingkan senyuman termanisnya kepada Elisa, kemudian memejamkan kedua kelopak matanya menikmati sentuhan halus dari tangan Elisa yang memainkan rambut pendeknya. Elisa juga merasa bahagia akhirnya dirinya menemukan laki-laki yang sangat mencintainya dan menyayanginya, apalagi selama ini dirinya tak pernah lagi merasakan kasih sayang dan perhatian dari sosok seorang ayah meski dirinya memiliki sang ayah namun tak memungkinan dirinya mendapatkan kasih sayang dan perhatian.


Elisa berharap ke depannya rumah tangga mereka mengalir seperti air sungai yang berjalan lurus tanpa ada hambatan apapun, meski suatu saat jika memang akan ada ujian di dalam rumah tangga mereka semoga saja kapal yang mereka bangun dengan susah payah ini takkan goyah.


"Tadi udah kirim pesan dengan Bambang belum, untuk mengucapkan rasa terima kasih karena dia sudah sangat banyak kasih kita kado" kata Elisa memecahkan keheningan di tengah malam


"Udah tadi" jawab Rendi tanpa membuka kedua kelopak matanya


Elisa tersenyum memandangi wajah Rendi yang begitu menikmati sentuhan dari tangannya, karena malam sudah semakin larut Elisa mengajak Rendi ke kamar mereka untuk tidur apalagi besok mereka berdua sudah sama-sama harus masuk ke sekolah buat mengajar. Rendi pun menyetujui ajakan Elisa dan segera beranjak dari guling dan berdiri, kemudian Rendi merangkul pinggang Elisa untuk masuk ke dalam kamar mereka dan Elisa tentu menurut saja.


Tiba di dalam kamar Elisa dan Rendi segera berbaring di atas tempat tidur, karena belum merasakan kantuk Elisa pun mengoceh mengajak Rendi ngobrol sejenak dan Rendi mencari kesempatan sesekali mencium wajah Elisa. Tentu membuat Elisa hanya bisa menggelengkan kepala mendapat ciuman dari Rendi, apalagi wajah yang di pasang Rendi seperti anak bayi yang mau meminta susu kepada sang ibu.


"Tidur yuk Mas, udah mulai ngantuk ni" kata Elisa yang mulai terserang kantuk dan berapa kali menguap


"Ya sudah, ayo" jawab Rendi kemudian memeluk Elisa dan mulai memejamkan kedua kelopak matanya

__ADS_1


__ADS_2