Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama
Bab 26


__ADS_3

Setelah selama 10 hari berada di tanah suci, Elisa dan Rendi beserta rombongan jamaah umroh lainnya pun bersiap-siap akan pulang ke negara tercinta mereka yaitu Indonesia. Setelah di pastikan bahwa cuaca hari ini sangat baik jadi mereka semua sudah bisa melakukan check-in di bandara internasional King Abdulaziz, kemudian satu persatu para penumpang tersebut masuk ke dalam pesawat setelah dapat perintah.


Seperti biasa sebelum pesawat lepas landas pramugari akan mengarahkan dan memberi tahu tata tertib selama di dalam pesawat kepada seluruh penumpang pesawat, kemudian pesawat pun mulai landas dari bandara internasional King Abdulaziz dan terbang menuju bandara Soekarno-Hatta. Elisa yang duduk berdekatan dengan Rendi memilih menyandarkan kepalanya di pundak Rendi sembari memejamkan kedua kelopaknya yang terasa mengantuk, Elisa merasa kelelahan setelah berkeliling di kota Mekkah dan kota Madinah.


Cup


"Tidur yang nyenyak sayang" kata Rendi setelah mencium pucuk kepala Elisa


Rendi menyunggingkan senyumannya ketika melihat Elisa yang tertidur sangat lelap bahkan terlihat begitu damai dan tenang, Elisa merasa lelah bukan hanya karena keliling kota Mekkah dan Madinah saja tapi yang penyebab utamanya Rendi yang setiap malam meminta haknya kepada Elisa. Rendi pun jadi merasa bersalah telah membuat Elisa kelelahan, terlalu lama memandangi wajah Elisa Rendi juga mulai terserang kantuk hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk tidur juga.


Hanya berapa jam waktu perjalanan pesawat yang membawa Elisa dan Rendi serta rombongan jamaah umroh lainnya pun mulai landing hingga akhirnya mendarat sempurna di bandara Soekarno-Hatta, dan ternyata pesawat itu tiba di Indonesia tengah malam pantas saja mereka semua merasa mengantuk. Elisa terbangun lebih dulu dari Rendi, kemudian dirinya segera membangunkan Rendi dengan cara menepuk wajah secara perlahan.


"Udah nyampe ya?" tanya Rendi kepada Elisa sembari mengucek kedua kelopak matanya


"Iya, bahkan semua penumpang udah pada turun. Hanya tinggal kita berdua" jawab Elisa sembari menunjuk ke arah kursi-kursi pesawat yang sudah sepi

__ADS_1


Rendi pun hanya tersenyum kemudian beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki untuk turun dari pesawat sembari merangkul pinggang Elisa, di bandara para jamah umroh yang satu tour dengan Elisa sebagian sudah pada pulang karena sudah di jemput oleh keluarga masing-masing. Dan ada sebagian masih ada di bandara, karena ini tengah malam Elisa dan Rendi memutuskan untuk memesan taksi online yang masih mencari penumpang karena tak enak hati minta di jemput oleh kedua orang tua Elisa.


Rendi terus mengotak-atik HP-nya untuk memesan taksi online namun selalu mendapatkan pembatalan dari supir yang ada di aplikasi, cukup lama mengotak-atik HP-nya hingga akhirnya ada juga yang mau menerima pesanannya. Setelah mendapatkan sebuah taksi di aplikasi Elisa dan Rendi segera keluar dari bandara menuju parkiran depan agar supir taksi tak kesusahan mencari keberadaan mereka, hanya berapa menit ada sebuah mobil kijang innova berhenti tepat di depan Elisa dan Rendi yang tengah berdiri.


"Atas nama Pak Rendi?" tanya Supir taksi tersebut dengan ramah


"Iya saya" jawab Rendi


Kemudian supir taksi itu membantu memasukkan dua koper milik Elisa dan Rendi beserta ole-ole yang di beli mereka waktu ke kota Mekkah dan Madinah kemarin, setelah itu mobil taksi pun mulai melaju setelah Elisa dan Rendi masuk duduk di kursi penumpang bagian belakang. Dengan kecepatan sedang mobil taksi itu meninggalkan bandara Soekarno-Hatta menuju alamat rumah minimalis yang di tempati Elisa dan Rendi, hingga tak terasa mobil taksi pun berhenti di depan alamat yang sesuai di aplikasi.


"Ini Pak ongkosnya" kata Elisa menyodorkan uang berwarna merah dua lembar


"Tidak apa-apa, kita ikhlas. Kita justru berterima kasih kepada Bapak sudah mau menerima pesanan kami karena dari tadi banyak yang membatalkan karena udah tengah malam" kata Elisa kepada supir taksi itu


"Terima kasih ya Pak Bu, saya doakan semoga rezeki kalian lancar dan selalu berkah" kata Supir taksi itu sembari dalam hati mengucap syukur kepada MAHA KUASA

__ADS_1


"Sama-sama Pak, Aaamiin" kata Elisa dan Rendi secara bersamaan


Supir taksi itu pun pamit pulang dalam keadaan begitu terharu mendapat pembayaran ongkos dengan kelebihan sangat banyak, apalagi seharian tadi dirinya hanya mendapat penumpang cuma dua kali sedangkan Elisa dan Rendi penumpang ketiganya. Maka dari situ yang benar-benar bersyukur dan berterima kasih karena MAHA KUASA memberinya rezeki melalui orang baik, apalagi ongkos dari bandara Soekarno-Hatta ke alamat rumah Elisa dan Rendi hanya lima puluh ribu.


Elisa dan Rendi segera masuk ke dalam rumah setelah pintu utama di buka, Elisa dan Rendi meletakkan semua barang mereka di ruang tamu dan kemudian mereka berdua segera menuju kamar utama dimana kamar yang menjadi tempat tidur mereka. Tanpa berniat berganti pakaian Elisa dan Rendi langsung menjatuhkan tubuh mereka di atas tempat tidur, dan mereka berdua melanjutkan tidur mereka lagi yang sempat tertunda tadi.


Adzan subuh berkumandang membangunkan Elisa dan Rendi yang merasa baru saja terlelap ketika tiba di rumah mereka, namun mau tak mau mereka berdua harus tetap bangun untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA. Rendi terlebih dahulu masuk ke kamar mandi mengambil air wudhu setelah itu baru Elisa, Rendi mengganti baju yang di pakaiannya semalaman dengan baju koko serta sarung dan tak lupa peci kebanggaannya.


"Aku berangkat, Assalamualaikum" kata Rendi pamit kepada Elisa yang masih berada di kamar mandi


Elisa tak menyahut karena tengah mengambil air wudhu, setelah itu Elisa keluar dan baru menjawab salam Rendi meski Rendi sudah lumayan lama mengucap salam. Elisa mengambil mukenah miliknya yang tergantung di dalam lemari sekalian sajadah miliknya, dibentangkannya sajadah itu dan segera dirinya memakai mukenah kemudian Elisa mulai mengerjakan sholat sunnah qobliyah subuh terlebih dahulu setelah itu baru sholat subuh.


Kini waktu sudah menunjukan pukul enam pagi Elisa tengah sibuk memasak di dapur untuk sarapan dan memasak menu makanan yang sangat banyak karena pagi ini kedua orang tuanya akan berkunjung kesini setelah tau bahwa dirinya dan Rendi sudah kembali ke Indonesia, Elisa tentu semangat masak kali ini karena ini masakannya pertama kali yang akan di makan oleh sang ayah apalagi selama ini sang ayah hanya mau makan masakan dari tangan sang ibu dan belum pernah mencoba makan masakannya.


"Assalamualaikum" ucap Seseorang dari depan yang terdengar di telinga Elisa

__ADS_1


"Walaikumsalam" jawab Rendi sembari membukakan pintu utama


Ternyata yang datang kedua orang tua Elisa, Rendi langsung mempersilahkan mereka untuk masuk setelah mencium punggung tangan sang mertua laki-lakinya dengan takzim.


__ADS_2