Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama
Bab 12


__ADS_3

Selesai bertemu dengan calon mertuanya Rendi memilih langsung pulang ke rumah tempat tinggalnya selama di Jakarta, sepanjang perjalanan Rendi terus terpikir akan cerita dari calon mertuanya tadi tentang kehidupan Elisa yang sebenarnya anak dari hasil pemerkosaan. Rendi merasa pasti begitu sulit kehidupan ibu kandung Elisa yang hamil tanpa suami, belum lagi dapat gunjingan dari para tetangga.


Tiba di halaman tempat tinggalnya Rendi segera turun dari sepeda motor milik Bambang temannya yang kini sedang kuliah di luar negeri, setelah memastikan setang sepeda motor tersebut terkunci Rendi pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar tidurnya ingin beristirahat sejenak. Perkataan calon mertuanya masih tergiang-giang di telinga Rendi, dirinya harus memberi tahu kakak perempuanya soal kebenaran ini.


Rendi mengambil HP-nya yang ada di dalam saku celananya, kemudian segera membuka layar HP-nya serta mulai mencari nama kakak perempuannya itu di kontak telepon. Setelah bertemu Rendi mulai memilih tanda ikon gagang berwarna hijau, tak butuh waktu lama telepon pun langsung terhubung.


"Assalamualaikum, Kak" ucap Rendi ingin memastikan bahwa yang menerima telepon tersebut kakak perempuannya bukan keponakannya


"Walaikumsalam, iya Ren. Tumben ngehubungi kakak lagi" kata Rara di seberang sana, Rara adalah kakak perempuan Rendi yang ada di kota Padang


Rendi pun langsung menceritakan semua kebenaran yang diketahuinya tadi kepada kakak perempuannya itu, tak ada sedikit pun yang di kurangi atau pun di lebihkan murni seperti apa yang di ceritakan calon mertuanya tadi. Syukurnya kakak perempuannya mengerti dan memang benar apa yang kakak perempuannya bilang, bukan salah Elisa maupun ibu kandung Elisa semua sama-sama menjadi korban dari laki-laki tak bertanggung jawab.


Setelah pamit dengan kakak perempuannya Rendi pun mengakhiri sambungan telepon, dirinya sudah lebih baik setelah menceritakan semua kebenaran tentang kehidupan Elisa kepada kakak perempuannya itu. Namun sayang di hari pernikahannya yang tinggal satu bulan lagi kakak perempuannya tak bisa ke Jakarta karena saat ini kakak perempuannya tengah hamil anak ke tiga, tapi dirinya tetap bahagia karena akan mendapat keponakan lagi.


Rendi juga memberi tahu kepada Bambang temannya yang saat ini di luar negeri kabar dirinya yang sebentar lagi mau menikah, bahkan bukan hanya Bambang saja semua teman alumninya di universitas kota Padang dulu juga dikabarinya melalui grup di aplikasi whatsapp. Setelah itu Rendi beranjak dari tempat tidurnya dan duduk di kursi kerjanya yang ada di dekat tempat tidurnya, Rendi menulis beberapa kebutuhannya yang harus dipersiapkannya sebelum lamaran resmi serta di hari pernikahannya nanti.

__ADS_1


Adzan ashar berkumandang Rendi telah selesai menulis beberapa kebutuhannya nanti di sebuah buku, Rendi segera beranjak dari kamar tidurnya dan menuju ke arah dapur ingin ke kamar mandi membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA. Selesai semua Rendi dengan pakaian lengkap koko berwarna putij serta sarung kesayangannya, Rendi keluar rumah berjalan kaki menuju musholla yang tak jauh dari tempat tinggalnya.


Selesai iqamah seperti biasa ketika tiba di musholla Rendi yang akan langsung maju berdiri di barisan paling depan menjadi imam sholat seperti sebelum-sebelumnya, dengan begitu khusyuk semua jama'ah mengikuti gerakkan Rendi yang sebagai imam. Selesai sholat Rendi menyempatkan dirinya membaca al-quran di musholla meski hanya satu lembar, dan terkadang selesai membaca al-quran ada beberapa bapak-bapak komplek situ mengajaknya ngobrol.


"Nak Rendi, ini ada lauk. Ibu tadi habis pulang dari hajatan dan dapat lauk banyak banget , jadi ibu bagi-bagi dengan tetangga" kata Bu Ningsih tetangga Rendi yang memang terkenal sangat ramah, baik, dan suka berbagi


"Masyaallah, dapat rezeki lagi. Makasih ya Bu" ucap Rendi sembari menerima lauk yang di dalam plastik, Rendi bersyukur para tetangganya semuanya sangat baik


"Iya sama-sama, Ibu masuk dulu ya" kata Bu Ningsih lagi kemudian masuk ke dalam rumahnya yang memang hanya sebelah dengan tempat tinggal Rendi


Rendi melangkahkan kakinya ke arah dapur kemudian membuka plastik yang berisi lauk yang di beri oleh Bu Ningsih barusan, begitu banyak lauk yang ada di dalam plastik itu bagi dirinya yang hanya tinggal sendirian. Rendi memindahkan semua lauk itu ke dalam mangkok, lalu dirinya memasak nasi sekalian ntuk dirinya makan malam nanti mumpung lagi di dapur. Beruntung di tempat tinggalnya ini sangat lengkap peralatan dapur seperti rice cooker, kompor dan yang lainnya sehingga memudahkan Rendi untuk masak.


Jadi kalau dirinya sudah menikah nanti istrinya bisa langsung memakai semua peralatan tersebut dan tak perlu repot-repot lagi Rendi untuk membeli karena semua sudah lengkap, setelah beras dicucinya dengan bersih dan di masukkan ke dalam rice cooker dan tak lupa mencolokkan ke aliran listrik serta memencet tombol cook.


Rendi kini kembali ke kamar tidurnya ingin mengganti baju koko serta sarung yang masih melekat ditubuhnya saat ini, kemudian dirinya mengambil HP-nya yang tercharger di atas meja kerjanya. Dilihatnya di depan layar HP-nya beberapa pesan dari Bambang yang masuk, Rendi pun segera membuka satu persatu pesan whatsapp tersebut.

__ADS_1


[Wah, selamat bro. Gak nyangkah datang-datang ke Jakarta ketemu jodoh] Bambang


[Dapat calon istri orang mana, terus ketemu dimana?] Bambang


[Sorry ya, aku gak bisa hadir acara pernikahan kamu nanti. Apalagi aku baru masuk kuliah masak udah mau izin aja] Bambang


[Thanks, iya aku aja gak nyangkah bakal ketemu jodoh di Jakarta saat pertama kali kembali menginjak kota Jakarta. Apalagi pertemuan itu sangat singkat dan ALLAH pertemukan lagi di sekolah, dia juga guru baru di sekolah. Gak apa-apa kok aku ngerti, semangat ya mengejar S3-nya] Rendi


[Oke, nanti kalau udah selesai kuliah. Aku pasti pulang ke Jakarta, mau melihat calon kakak ipar. Hehehe] Bambang


[Oke, Tapi jangan lama-lama lihatnya nanti kamu ikut naksir lagi, cukup aku aja] Rendi


[Tenang bro, aku bukan teman makan teman, tapi aku suka makan janda. Hahaha] Bambang


[Itu janda sebelah nanyai kamu terus. Hahaha] Rendi

__ADS_1


Begitu lama mereka saling berkirim pesan membuat Rendi semakin sakit perut akibat banyak tertawa membaca kata-kata konyol dari Bambang.


__ADS_2