
Selesai acara pernikahan Elisa dan Rendi para kerabat mereka ada yang sudah pamit pulang setengah jam yang lalu, ada juga yang masih di hotel tersebut dan mungkin besok baru pulang. Elisa dan Rendi menghabiskan malam pertama mereka di hotel tempat berlangsungnya acara pernikahan mereka, kedua orang tuanya Elisa memilih untuk segera pulang ke rumah mereka.
Selesai sholat magrib Elisa dan Rendi turun ke lantai bawah untuk makan malam berdua di restoran layaknya seperti pasang-pasangan di luar sana yang melakukan dinner, Elisa dan Rendi sudah duduk di salah satu kursi yang kosong dan mereka pun segera memesan makanan serta minuman saat pelayan menghampiri mereka.
"Di tunggu sebentar ya kak" ucap Pelayan restoran itu dengan ramah
"Baiklah" jawab Elisa dengan ramah juga
Rendi tak henti-henti mengengam jari jemari milik Elisa, membuat Elisa tersipu malu apalagi ini yang pertama kali dirinya di perlakukan seperti ini. Inilah yang di namakan pacaran setelah menikah yang begitu indah, Elisa dan Rendi saat ini tengah merasakan benih-benih cinta yang baru tumbuh layaknya seperti bunga-bunga di taman yang sedang bermekaran.
"Ini kak, makanan dan minuman yang kakak pesan. Dan ini bonus untuk pasangan pengantin baru dari manager kita, selamat menikmati" ujar Pelayan restoran itu setelah menata semua makanan di atas meja
"Terima kasih, ya" ucap Elisa dengan ramah
Elisa dan Rendi pun mulai menyantap dan menikmati makan malam mereka, dengan lahap mereka menghabiskan semua makanan yang terhidang di atas meja. Apalagi Elisa yang tak suka membuang-buang makanan meminta Rendi untuk menghabiskan semuanya bersama-sama, Rendi pun menuruti permintaan Elisa dengan senang hati.
Adzan isya' berkumandang di masjid yang ada di seberang hotel dan bertepatan Elisa dan Rendi sudah selesai makan, Rendi segera membayar makanan yang telah mereka makan. Setelah itu Elisa dan Rendi memutuskan untuk kembali ke kamar hotel tempat penginapan mereka, tiba di kamar hotel Rendi mengganti baju kaos ya dengan baju koko.
"Aku berangkat ke masjid dulu ya" kata Rendi sembari memasang peci di atas kepalanya
"Iya, hati-hati nyeberang jalannya" ujar Elisa tersenyum
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap Rendi sebelum keluar kamar hotel
"Walaikumsalam" jawab Elisa sembari melambaikan tangannya
Selepas kepergian Rendi Elisa juga segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, ingin menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA juga. Elisa keluar dari kamar mandi kemudian menuju koper miliknya yang ada di samping tempat tidur, Elisa mengeluarkan sajadah serta mukenah miliknya lalu segera memakainya dan mulai mengerjakan sholat dengan begitu khusyuk.
Selesai sholat Elisa menyempatkan diri untuk membaca al-quran melalui HP-nya karena al-quran miliknya tertinggal di rumah kedua orang tuanya, dengan suara yang merdu Elisa melantunkan ayat-ayat suci al-quran. Rendi yang baru pulang dari masjid pun jadi kagum mendengar suara Elisa yang sangat merdu membaca al-quran, karena tak ingin menganggu Elisa yang sedang membaca al-quran Rendi memilih untuk tetap berdiri di ambang pintu.
"Assalamualaikum" ucap Rendi sembari membuka pintu setelah Elisa selesai membaca al-quran
"Walaikumsalam" jawab Elisa kemudian menghampiri Rendi dan mencium punggung tangan Rendi dengan takzim
Rendi membalas dengan mencium kening, Elisa dan Rendi masing-masing merapikan pakaian sholat mereka. Setelah itu Rendi mengajak Elisa untuk segera guling di atas tempat tidur, sebelum melakukan malam pertama Rendi membaca doa di ubun-ubun kepala Elisa agar mereka di karuniai keturunan yang soleh dan soleha.
Rendi menganggukkan kepalanya, Elisa sengaja memilih duluan membersihkan tubuhnya karena dirinya tak ingin sampai tidur tengah malam gara-gara ke duluan Rendi yang mandi. Sedangkan Rendi memilih untuk istirahat sebentar selagi menunggu Elisa selama di dalam kamar mandi, Rendi menyunggingkan senyumannya melihat bercak darah di sprei putih tersebut.
Bercak darah itu menjadi saksi bahwa mereka baru selesai melakukan hubungan suami istri, Rendi berdoa semoga mereka secepatnya di beri kepercayaan momongan dari MAHA KUASA. Rendi yang mendengar bunyi deritan pintu di buka segera membuka kedua kelopak matanya, ternyata Elisa keluar dari kamar mandi dengan mengunakan kimono.
"Udah selesai mandinya?" tanya Rendi sembari beranjak dari tempat tidur
"Iya, barusan" jawab Elisa malu sembari memegang kimono yang dipakainya dengan begitu erat
__ADS_1
Elisa memejamkan kedua kelopak matanya saat Rendi menghampirinya, Rendi yang melihat reaksi Elisa justru tersenyum dan kemudian mengambil kimono yang ada di belakang Elisa.
Cup
Rendi mendaratkan ciuman di b*bir Elisa membuat Elisa langsung membuka kedua kelopak matanya dengan bola mata yang melotot, Rendi justru berlalu begitu saja masuk ke dalam kamar mandi. Elisa pikir Rendi akan menarik tangannya dan mengajaknya berhubungan lagi, namun pikiran Elisa ternyata salah.
"Ah dasar otak, yang di pikirkan hal seperti itu aja" kata Elisa menggerutuki kelakuannya sembari menggelengkan kepala
Elisa segera bergegas memakai piyama tidur sebelum Rendi keluar dan melihat dirinya tengah memakai pakaian, setelah itu Elisa naik ke atas tempat tidur sembari bersandaran di sandaran tempat tidur menunggu Rendi selesai mandi. Rendi yang begitu lama di dalam kamar mandi, membuat Elisa mulai terserang kantuk dan dirinya pun memutuskan untuk berbaring.
"Elisa...." panggil Rendi setelah selesai mandi dan memakai piyama tidur
"Sudah tidur, maaf ya kelamaan di dalam kamar mandi" kata Rendi kemudian mendaratkan ciuman di kening Elisa dan berbaring di samping Elisa
Rendi membaringkan tubuhnya menghadap Elisa, sesekali tangannya mengelus pipi halus milik Elisa dan merapikan anak rambut yang sedikit menutupi wajah Elisa. Rendi terus memandangi wajah teduh Elisa yang tidur seperti anak kecil, Elisa yang tidur meringkuk sembari tangan berusaha mengapai selimut dan Rendi yang paham segera menyelimuti Elisa serta mengecilkan AC di kamar mereka.
"Aku sangat beruntung bisa mendapatkan istri sesoleha kamu" kata Rendi yang masih di posisi yang sama memandangi wajah teduh Elisa
Rendi merasa seperti tak bosan memandang wajah itu, apalagi dalam keadaan terlelap dengan sangat pulas seperti ini. Bahkan tangan Rendi tak henti-henti mengelus wajah halus milik Elisa dan sesekali dirinya mendaratkan ciuman di pipi ataupun di kening Elisa, malam yang semakin larut membuat Rendi mulai terserang kantuk dan dirinya pun memutuskan untuk segera tidur.
"Good night, semoga mimpi indah. Ya sayang" kata Rendi kemudian mencium kening Elisa lagi dan memeluk Elisa
__ADS_1
Setelah itu Rendi memejamkan kedua kelopak matanya dan mulai ikut terlelap seperti Elisa yang sudah berada di alam mimpi.